Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.2


Dimana kau


harus mencari gadis itu, hei Ars?


Bahkan


sampai tengah hari pun kau belum bisa menemukan nya.


Ars terlihat


lelah, dia segera masuk ke dalam mobil setelah keluar dari sebuah coffe.


Menyandarkan kepala nya di jok kemudi. Mengatupkan sebentar kedua mata


tajamnya.


Sialan!


Memangnya apa aku ini, kenapa malah di suruh mencari seorang gadis?


Ars menghela


nafas kesal, saat dia menoleh ke belakang ternyata 2 gadis itu melewati mobil


nya dan masuk ke dalam coffe.


Kemana lagi


aku harus mencari nya! Geram Ars


sembari mencengkram kuat stir kemudi. Sekali lagi dia menghela nafas dengan


kuat.


Baru saja


dia menyelakan mobil, "Eh tunggu, di mana hp ku?"


Ars ingat


jika tadi dia meletakan hp nya di atas meja, "Gawat!" segera dia


turun dari mobil nya dan bergegas masuk ke dalam coffe.


Pucuk di


cinta ulampun tiba, gadis itu ternyata duduk tak jauh dari meja nya tadi.


"Nona


Rani?"


Gadis itu


menoleh ke arah kiri, dimana Ars sedang berdiri menatap senang pada nya.


Rani sedikit


terkejut tapi memilih untuk menutup mulut. Dia hanya mengangkat satu alisnya


saja tanpa bertanya siapa.


Menarik! Gumam Ars di dalam hatinya, pantas


saja si tuan muda Gaara begitu ingin diri nya menemukan gadis tersebut.


"Tuan


muda saya sudah menunggu anda nona, bisakah nona ikut saya sebentar?"


Lovely yang


baru keluar dari toilet pun merasa bingung, siapa pria yang sedang bebicara


pada saudara sepupu nya itu?


"Kenapa


aku harus ikut denganmu?"


"Karena


tuan muda menginginkan nya!" bahkan Rani berani menatap mata dingin Ars.


Rani


menghela nafas, "Tidak!" lalu melihat Lovely yang sedang mendekat,


"Lovely.."


"Rani,


siapa dia?"


"Dia


sedang mencarimu!"


Kilatan di


"Apa,


tuan apakah itu benar?"


Ars hanya


menatap Lovely dalam diam, hatinya sejak tadi bergumam Siapa gadis ini?


"Maaf,


tuan?" ucap Lovely.


Ars


menggeleng, lalu kembali menatap Rani.


"Saya


tidak akan pergi sebelum nona -"


"Tidak!


Pergilah sebelum aku meneriakimu!" tandas Rani dengan lantang, membuat


para pengunjung malah melempar pandangan kepada Ars.


"Nona,


sepertinya anda tidak mengenal saya." Ars mulai membuka rahang nya dan itu


membuat semua pengunjung tak berani lagi melihatnya.


Bahkan


Lovely saja bisa merasakan seberapa bahaya nya pria itu.


"Ra-


Rani, pergi saja dengan nya.. aku bisa menunggu disini."


Terlihat


wajah kesal Rani, dia mengerucutkan bibirnya dengan kesal. "Dengan


syarat!" menatap Ars.


Ars


mengangguk, setuju dengan apapun persyaratannya.


***


Setelah


negoisasi akhirnya Lovely pun jadi ikut-ikutan kedalam masalah ini. Rani tak


mau pergi jika sepupu nya tidak di bawa.


Mobil masih


melaju dengan kecepatan sedang menuju Global Group, dimana sang tuan muda Sagaara


telah menunggu kedatangan Rani.


"Rani,


apakah kau mengenalnya?" bisik Lovely lirih.


Rani


menggeleng, "Tidak, tapi dia mengatakan tentang tuan muda nya yang sudah


menunggu."


"Ah


Rani apakah kau ingat, pria yang pernah bertabrakan bahu denganmu kemarin


sore?"


Rani


mengerutkan alisnya, masih mencoba untuk mengingat.


"Astaga


Rani jangan katakan jika kau sudah melupakannya. Aku bahkan masih ingat jelas


seperti apa wajahnya."


"Jika


kau masih ingat, kenapa bukan kau saja yang di bawa?"


Leovely


cemberut, "Sembarangan saja, jangan asal bicara. Kau ini!" itu adalah hal yang tidak mungkin.