Contract Marriage

Contract Marriage
Proyek Milan


Seminggu berlalu begitu juga dengan rencana pembangunan proyek milan, para pekerja sudah mulai membangun dan sebagainya.


 


Progressnya sudah mencapai 40% dari tahap pembangunannya, Ars pagi ini juga sudah berada di lokasi tersebut.


 


Pria itu terlihat sedang menunjuk ke beberapa bagian, disampingnya ada seorang pria yang juga ikut mengawasi para pekerja.


 


Seorang kontraktor yang baru ternyata selain menjadi bos geng, Jack juga bisa menjadi seorang pekerja keras 🤭


 


"Jack, kau lihat di beberapa titik yang sudah di tentukan dalam sketsa itu, sebisa mungkin buatlah pencahayaannya yang membuat mata memandang tak ingin berkedip."


 


"Memangnya mata yang sedang jatuh cinta? Ya, tuan tenang saja aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk perayaan ulang tahun nona."


 


"Ingat baik-baik, jangan sampai ada hal penting yang terlewatkan."


 


"Tuan tak perlu khawatir, aku akan terus mengawasi jalannya proyek milan ini."


 


***


 


Vila..


 


Di dalam kamar berukuran besar itu, tuan dan nona muda masih tidur dengan hangatnya balutan selimut tebal.


 


Tangan Sagaara yang menindih perut rata Vely membuatnya segera terbangun, dia takut jika apa yang baru saja di lakukan nya bisa melukai calon anak mereka.


 


Dia duduk sembari memandangi wajah manis Vely, kemudian tersenyum. Sagaara menaikan piyama tidur hingga memperlihatkan perut putihnya.


 


Mengusap lalu menciumnya, "Papah akan selalu menyayangi mu.. sehat selalu dan jangan menyusahkan mamah mu ya.." Sagaara menggesek kan hidung mancungnya di perut Vely.


 


Tindakan itu membuat si pemilik perut terbangun, "Emh.." mengerjap, lalu mengusap mata. Di pandangi nya Sagaara dengan posisi yang meniarapi perutnya. "Sayang?" suaranya serak parau, "Tenggorokan ku sakit.."


 


Aaa Vely apa yang kau katakan telah membuat nya panik, "Apa? Apanya yang sakit, seperti apa rasa sakitnya, apa yang kau makan? Kenapa bisa kau merasakan sakit di tenggorokanmu."


 


Sagaara sudah turun dari ranjang dan langsung menelefon Hamish, "Aku tak peduli dengan apa pun yang kau lakukan sekarang, dalam waktu 3 menit kau sudah harus ada di vila ku."


 


"Tuan, meskipun menggunakan helikopter setidaknya saya membutuhkan waktu lima -"


 


"Sekarang!" dengan maha egoisnya dia mematikan telefon. Kemudian duduk memeluk Lovely, "Sayang coba buka mulutmu, aaa.."


 


 


"Kau pucat sekali.." memegang kening, "Astaga.. kau bahkan demam.." berjalan keluar  pintu kamar, "Nan.. Nan.. Nan.." teriakannya menggema hingga kelantai bawah.


 


"Tuan muda?" bahkan Nan yang sedang di dapur pun mendengarnya, segera dia melangkah ke sumber suara di lantai 2.


 


"Nan!!" sekali lagi tuan muda Sagaara berteriak.


 


"Iya tuan, saya.."


 


"Nan, tenggorokan istriku sakit dan dia juga demam apakah kau tahu apa penyebab nya?"


 


Lah kok, tuan muda malah bertanya pada Nan.. memangnya dia itu tenaga medis?


 


"Ma- maafkan saya tuan.. saya sama sekali tidak faham mengenai hal itu."


 


"Aaa!" tangannya yang tadi mencengkram pinggiran pagar tangga, sekarang dia memukul pegangannya itu. "Kenapa kau bisa tidak tahu?"


 


Jika saya tahu, saya tidak akan menjadi kepala pelayan di sini tuan..


 


Nan, ternyata hidup mu berat juga ya.. haha.. 🙈


 


Sagaara masih kesal dan segera kembali ke kamar, menelefon Ars.


 


"Hallo, Ars? Tenggorokan istriku sakit dia juga demam apakah kau tahu penyebab nya?"


 


www.tanya_mbah_googel.com cari saja jawabannya disana! Memangnya aku ini dokter! "Maaf tuan saya tidak mengerti.. kenapa tuan tidak menanyakannya pada dokter Hamish?"


 


"Dia butuh waktu sampai lima menit untuk bisa sampai di vila."


 


"Tuan bisa menunggunya sambil memberi air hangat kepada nona."


 


Tuan muda selalu saja merepotkan orang lain..


 


Bersambung..