Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.3



Atas : Rani


Bawah : Lovely


______


Mobil yang


mereka naiki pun akhir nya sampai juga di area parkir Global Group. Ars segera


turun dan membukakan pintu mobil untuk Rani, sementara Vely?


Siapa pun


pasti akan mengacuhkan nya, 2 gadis dengan gaya fashion yang jauh berbeda 180°.


"Silahkan turun nona, kita sudah sampai.."


Rani hanya


diam, turun tanpa mengucapkan kata terimakasih. Tak lama setelah nya


Vely pun ikut turun dari pintu yang sama.


Gadis itu


selalu bersikap ramah kepada siapa pun, "Terimakasih tuan.." senyum


nya mengembang di kedua sudut bibir Vely.


Ars hanya


mengangguk dalam diam, lalu tangan nya bergerak dengan begitu sopan memberikan


jalan, "Mari ikut saya nona.." lagi, pandangan mata nya hanya tertuju


kepada Rani.


Vely kembali


tersenyum, senyum itu untuk mewakili Rani. Meskipun sadar akan perbedaan sikap


Ars pada nya tapi itu tak membuat Vely berkecil hati.


Kedua gadis


itu jalan berdampingan dengan Ars, mereka memasuki lift VVIP dari area parkir


yang langsung terhubung ke lantai teratas gedung Global Group.


Sekedar


melempar pandangan, meskipun hanya menatap punggung kekar yang ada di hapadan


Vely, itu saja sudah cukup untuk membuat wajah nya merona merah.


Ting!


Pintu lift


pun terbuka, Wah mewah dan besar sekali ruangannya.. Vely sangat


terpukau melihat nya.


"Lovely?"


seru Rani sembari meraih tangan nya.


"Iya


Ran, ada apa?"


"Apa


pun yang terjadi, pokok nya kau harus tetap bersamaku."


Vely


mengnagguk, "Em iya.. kau tenang saja.."


Mereka


bertiga terus berjalan mendekat 2 meja asisten sekretaris. Sifat kedua gadis


itu benar-benar berbeda.


Rani begitu


dengan Vely.


Dia menatap


wajah kedua wanita yang berdiri di lingkaran meja lalu melempar senyum manisnya


dengan ramah. Tentu saja kedua asisten itu langsung membalas dengan anggukan


pelan sembari tersenyum.


Ars


menghentikan langkah kaki nya setelah sampai di depan ruangan CEO, tangan nya


meraih handle pintu.


"Hanya


nona Rani yang di izinkan masuk."


"Hah?


Tidak mau! Pokoknya aku tidak akan masuk jika Lovely tak di izinkan masuk.


Ars yang


dingin langsung menatap Vely dengan tatapan tak biasa,


membuat Vely tak nyaman.


"Em,


Rani tidak apa-apa.. kau masuk saja ke dalam. Aku akan menunggu mu


diluar."


Rani


menggeleng, semakin kuat menggenggam tangan Vely, "Tidak mau!"


Ars menghela


nafas kesal, "Baiklah, tidak masalah.." tangan nya memutar handle


pintu. Saat pintu terbuka, CEO itu ternyata sedang duduk santai di atas sofa


dengan kedua kaki nya yang di naikan ke atas meja.


Pesona


seorang Gaara begitu memabukkan, mendadak jantung Vely berdebar-debar. Tangan


nya sudah mulai dingin.


Aah ya


Tuhan, seperti inikah makhluk ciptaan-Mu yang sempurna itu?


"Selamat


siang tuan muda.." Ars memberi nya bow, "Saya sudah menemukan gadis


yang tuan cari."


"Hm?"


Gaara yang tadi sedang bermain gadget langsung menghentikan nya, menoleh ke


sumber suara. Menatap Ars lalu menatap Rani, Gaara tersenyum lembut tapi


mendadak dingin saat menatap Vely. "Siapa yang mengizinkan mu masuk!"


gigi nya saling mengerat, mata hitam itu menatap nya dengan dalam seolah


melemparkan sebuah ancaman untuk nya.


Wajah Vely


berubah pias, dia sedikit menundukan wajah nya.


"Ars,


apa yang kau lakukan?" kening Gaara mengkerut, kilatan di mata tajam nya


terlihat sangat tidak suka saat menatap Vely.