Contract Marriage

Contract Marriage
USG


Sagaara langsung masuk ke dalam ruangannya setelah di suguhi pemandangan tak romantis itu, baginya itu tidak romantis! Haha.. 🙈


Dia duduk dengan kesal sembari melonggarkan dasi yang serasa sudah mencekiknya dengan kuat.


Banyak sekali dokumennya..


Tanpa membuang waktu lagi, Sagaara langsung saja menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Sementara itu di dalam ruangan Ars, mereka jadi kikuk.


"Sayang?"


"Tenanglah.. tuan muda tidak akan marah, lagi pula ini masih jam istirahat."


Liora mengangguk, "Pulang nanti aku naik taxi saja ya.. soalnya -" mendadak ia menunduk saat Ars menatap tak suka.


"Kau sudah bosan dengan ku?"


"Tidak sayang, tidak.." menggeleng, "Siapa yang mengatakannya? Aku hanya ingin singgah sebentar ke toko buku."


"Aku bisa mengantar mu kesana."


"Tapi agak lama." melihat sifat Ars yang dingin dan sedikit kaku itu, (sedikit? 🙈) membuat Liora jadi sungkan ingin mengajaknya kesana.


"Tak masalah.."



"Jangan jauh-jauh dari ku.."


Ingat saat Ars dan Sagaara berada di dalam satu kamar hotel di kota Jiancheng? Dia bahkan bertanya-tanya mengapa sekarang ini dirinya sangat candu terhadap seorang Liora?


Seorang asisten biasa yang memiliki daya tarik hingga membuat Ars menjadi pria aneh.


"Iya.." saut Liora dengan senyum manisnya.



Apakah aku juga akan menjadi seperti tuan muda nantinya?


Iya Ars, apa yang di rasakan tuan muda mu saat ia benar-benar jatuh cinta pada istrinya.. kau juga merasakannya sekarang.


💐💐💐


Malam menyapa, jam 7 malam Sagaara dan Lovely sudah bersiap diri menuju rumah sakit untuk USG.


Mobil yang dikemudikan Sagaara melaju dengan kecepatan sedang.



"Sayang, apa kata dokter Kikan tadi? Apakah dia membalas pesan mu?"


"Sayang, jangan terlalu menekan mereka.."


"Aku seorang tuan muda, dan kau adalah istriku. Salahkan saja takdirmu kenapa harus menikah denganku."


"Maksudmu?"


Sagaara menepikan mobilnya di area parkir VVIP rumah sakit, dia menatap manik coklat Vely cukup lama.


Lalu membungkam bibir ranumnya itu dengan lembut, lalu melepaskannya.


"Kau menikah denganku, menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku.. itulah takdirmu. Siapa pun mereka, itu juga takdir mereka untuk patuh dan melayani kita."


Baru saja Vely mau membuka suara, Sagaara kembali menabrakan bibirnya di bibir Vely.


"Cukup anggukan kepala mu jika kau mengerti!" seru Sagaara dengan nada yang tak ingin di bantah.


Vely tersenyum sembari mengangguk pelan.


💐💐💐


Di dalam ruangan dokter Kikan lengkap dengan alat USG, stik USG itu bergerak kesana kemari di atas perut buncit Lovely.


"Wah.. bayinya kembar."


Bola mata Vely berbinar bahagia begitu juga dengan suaminya, Sagaara yang berdiri di bed sebelah kanan tiada hentinya tersenyum saat melihat dua janin di dalam rahim istrinya.


"Bagaimana dengan jenis kelaminnya?" imbuh Sagaara penuh dengan antusias.


Dengan teliti dokter Kikan memeriksanya dengan detail hingga ia bisa memastikannya, "Bayinya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan."


"Sungguh?" imbuh Vely menimpali, "Sayang, anak kita kembar."


💐💐💐


Usai USG kini sepasang suami istri itu sudah kembali ke vila.



Tiada hentinya Sagaara menciumi bibir ranum Vely, dia benar-benar senang mendengar kabar bahagia ini.


###


Slow update ya kawan, tinggalkan jejak kalian berupa like komen dan vottenya ya haha


Bab-bab menuju ending ✍️


follow ig nona ya @nona.kireina