Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.100


Haris mengeluarkan stetoskop nya untuk memeriksa keadaan Vely, merasai denyut nadi hingga melakukan pemeriksaan dengan intensif hingga akhirnya di dapat diagnosa Gerd.


Kini dokter menyuntikan cairan penahan rasa sakit kedalam kantung infusnya, setelah infus terpasang akhirnya raut wajah Vely yang sejak tadi menahan sakit hingga tak karuan pun berubah menjadi lebih tenang.


Semua bernafas lega dengan reaksi itu, terlebih lagi Sagaara. Dia lelaki yang paling khawatir akan keadaan istrinya.


"Sayang.." mendekat, membungkukkan tubuh nya sembari mengelus kening Vely. "Aku tidak akan meninggalkan mu.. jadi ku mohon jangan pernah meninggalkan ku apa pun alasannya.."


"Dokter Haris.." Ars baru saja membaca name tag nya, "Terimakasih atas kerja keras kalian, istirahatlah untuk beberapa menit kedepan."


Haris dan suster mengangguk patuh, "Baik tuan, terimakasih atas pengertiannya.. kami permisi dulu." memberi bow, dan segera undur diri.


---------------


Hampir setengah hari Sagaara menghabiskan waktunya untuk duduk di samping bed, mengelus kadang dia juga mencium punggung tangan yang terkulai lemah itu.


"Sayang, mau sampai kapan kau tidur?" Sagaara tak mengalihkan perhatiannya dari Vely saat mendengar suara pintu yang terbuka.


Ars mengangguk hormat menatap punggung kekar yang sedang duduk itu, "Tuan maaf mengganggu... sudah waktunya untuk makan siang, dan -"


"Jika kau lapar, kau bisa makan duluan.


aku tidak akan makan atau pergi kemana pun sebelum istriku sadar.."


Perlahan jemari Vely bergerak, "Emh.."


"Sayang?" Sagaara dengan cepat menekan tombol nurse call untuk memanggil tenaga medis.


Vely mulai mengerjap pelan, "Aku dimana?" ucapnya dengan lirih.


"Tenanglah sayang, kau ada di rumah sakit.."


"Di rumah sakit?" Sagaara mengangguk, "Kenapa aku bisa ada disini?"


"Sudah, bicaranya nanti saja.."


Tak seberapa lama setelah panggilan nurse call itu pun, petugas medis datang tak lupa juga dokter Haris ada bersama mereka.


"Permisi tuan, izinkan saya untuk memeriksa kondisi nona.."


"Syukurlah.. nona dalam kondisi baik, kedepannya mohon untuk memperhatikan asupan makanan yang di konsumsi.."


Vely mengangguk, "Terimakasih dokter.."


***


Sekarang sudah 3 hari sejak Vely dirawat di rumah sakit, dan kini dokter memperbolehkan nya untuk pulang.


"Sayang, aku tidak apa-apa.. tidak perlu menggendongku.." uuh so sweet sekali sih si tuan muda ini, bahkan turun dari mobil hingga masuk kedalam kamarnya di lantai 2 tetap menggendong Vely ala bridal style.


"Kau tidak boleh kelelahan, kau tidak dengar apa yang di katakan dokter?"


"Iya aku mendengarnya, tapi -"


"Diam! Aku tidak suka di bantah.."


"Ma- maafkan aku, sayang.."


Sesampainya di kamar, dengan hati-hati Sagaara meletakannya di atas ranjang. Lalu ikut duduk di tepo ranjang.


Tangannya bergerak mengelus lembut pipi Vely, dengan tegas dia mengatakan, "Jika hal buruk terjadi padamu.. aku tak bisa memaafkan diriku sendiri!"


"Sayang, jangan katakan hal itu.." Vely meraih tangannya lalu mencium punggung tangannya.


"Kau sangat berarti bagiku, maaf untuk semua yang pernah ku lakukan padamu.. sikap ku padamu sudah keterlaluan.."


Sudut mata Vely sudah basah dan Sagaara mengusapnya, mencium keningnya.


"Istirahatlah, aku mengirimkan seorang pelayan khusus untukmu.. dia yang akan menjaga dan menemani mu.."


"Siapa, sayang?"


"Nanti kau juga akan mengetahuinya.. aku masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan.. ingat, tetap di kamar jangan keluar, setiap satu jam sekali Nan akan datang."


Woaaah suami mu romantis dan penuh perhatian Vely, jangan lepaskan dia.