
Malam yang panjang belum usai, jam dinding itu serasa berjalan dengan lambat tapi Vely sudah merasakan kantuk yang luar biasa.
Dia menutup mulutnya yang sudah berkali-kali menguap, "Sayang, aku mengantuk.. aku tidur duluan ya.."
"Hei kenapa cepat sekali? Ini kan baru jam 8 malam."
Vely menggeleng lalu mengusap sudut matanya yang basah, "Aku sudah sangat mengantuk.."
Sagaara mendesis tapi tak terlihat kesal, "Mendekatlah.. biarkan aku memelukmu.."
"Tidak, tidak.." menjauh mengambil jarak aman, menempatkan guling di antara mereka.
"Apa-apaan kau ini?" kesal.
"Jangan mendekat, aku merasa tidak bisa tidur jika kau memeluk ku.."
"Alasan macam apa itu? Kau sedang menjauhiku?!" membuang guling itu kelantai, "Berani sekali kau ya, upik abu!"
Kalimat upik abu yang keluar dari mulutnya bukan karena marah, Sagaara mencium keningnya dengan lembut.
"Malam ini aku akan melahapmu, sekarang juga.."
"Tapi aku mengantuk sa -"
Sudahlah menurut saja padanya nona Vely, ingat dia adalah tuan muda yang tak pernah salah. Jadi apapun yang dikatakannya adalah benar.
Percakapan mereka berakhir dengan percintaan hangat nan bergairah.
***
Usai menghabiskan malam bersama Vely tertidur begitu saja. Sementara Sagaara dia segera mandi.
Di dalam bath room dia menatap jejak kepemilikan Vely di leher dan dadanya, hal itu membuatnya tersenyum bahagia.
Dasar upik abu..
Seperti biasanya selesai mandi tuan muda pasti menyikat gigi, tapi malam ini entah apa yang terjadi hingga membuatnya begitu membenci sikat gigi nya sendiri.
"Apa-apaan sikat gigi ini? Sejak kapan aku memakainya?" membuang sikat giginya ke tong sampah lalu mengambil sikat gigi Vely dan memakainya. "Kenapa sikat miliknya ini lebih mudah di gunakan?"
Padahal sikat gigi yang baru saja dibuangnya itu juga merupakan satu set dengan milik Vely, dikeluarkan dari pabrik yang sama juga.
Selesai dari bath room baru saja dia naik ke atas ranjang, mendadak perutnya ingin makan sesuatu.
Turun menuruni anak tangga menuju ruang makan, tak ada lagi makanan mana perutnya sudah keroncongan.
Demi apa dia kembali melangkahkan kakinya menuju beskem belakang, seorang satpam yang bertugas menjaga itu pun segera memberinya bow.
"Selamat malam tuan, mengapa tuan ada disini? Apakah tuan membutuhkan sesuatu?"
Ya, ya, ya.. mengingat sudah jam 10 malam sementara para koki dan pelayan sudah tidur.
Mm.. kenapa aku disini ya? "Hanya mengecek saja.. sudah malam kau jangan lupa istirahat.." lalu putar balik dan masuk kedalam vila.
"Iya, baik tuan.. terimakasih.."
Kenapa tuan bertingkah aneh ya?
***
Perutnya semakin keroncongan saja, duh malam-malam begini dimana dia bisa mengisi perutnya?
Lagian tumben juga si tuan muda makan 2x dalam satu malam, Mulut ku ini kenapa sih? Dari tadi maunya yang enak-enak saja.
Sagaara kembali melangkah ke dapur dan mendapati sebungkus mie instan.
"Bagaimana cara memasaknya?"
Dia bingung dan akhirnya kembali lagi ke beskem belakang menemui satpam tadi.
"Hei kau.."
"Saya taun?"
"Kau tahu bagaimana caranya memasak mie instan?"
"Iya, saya tahu tuan.."
"Bagus, cepat masakan aku mie instan itu.."
Hah? Apakah tadi tuan kemari bermaksud untuk membangunkan koki? "Mm.. i- iya tuan, baik.."
Entah seperti apa rasa mie buatannya itu, baginya ini adalah pertaruhan seumur hidup. Membuat makanan untuk tuan muda Sagaara adalah sebuah rekor pertama bagi seorang satpam yang bekerja di tempat ini.
###
QnA:
Q : udah makan apa belum?