Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.16


Nan meraih


gagang telefon, beberapa detik kemudian panggilan nya pun terhubung kepada


dokter Hamish.


"Hallo?"


"Hallo,


selamat malam dokter Hamish.. ini saya Nan, pelayan di vila tuan muda


Sagaara.."


Hah, masalah


apa lagi yang di buat nya?


"Hallo,


dokter?"


"Iya,


Nan.. katakan.."


"Tuan


muda, ingin dokter agar segera datang dalam waktu 5 menit."


Hmph! Sudah


ku duga, pasti telah terjadi sesuatu.. "Ya, baiklah.. 7 menit.." Hamish menutup


telefon nya, dia duduk sedikit merundukan tubuh nya sembari memijat kening nya. Enak sekali jadi tuan muda, 5 menit? Haha..


Hamish


mendongak, menatap langit mewah ruang keluarga. Hamish meraih hp yang ia


letakan di meja, melakukan satu panggilan dan tak seberapa lama pun terdengar


suara heli kopter.


Sial,


malam-malam begini pakai heli kopter?


Yang benar


saja kau..


***


Heli terbang


di atas kecepatan maksimal dan tak perlu memakan waktu lama, akhir nya Hamish


pun sampai juga di halaman vila yang luasan nya hampir 3 Hektar.


Uwwow.. jika


halaman nya saja bisa seluas itu, lalu bagaimana dengan bangunan vila nya?


"Tunggu


di sini, urusan ku hanya sebentar.." seru Hamish kepada pilot nya.


"Baik,


tuan Hamish.."


_____


Ting nong..


Hamish


menunggu seorang pelayan untuk membukakan pintu vila, menunggu sekitar dua


menit hingga pintu nya terbuka.


"Selamat


malam, dokter Hamish.." seru Nan dengan raut wajah nya yang terlihat lega.


"Malam,


dimana tuan muda?"


"Tuan


ada di kamar, lantai 2.."


Hamish


mengangguk, "Hm.."


Dokter


Hamish melangkah menapaki anak tangga, menuju kamar tuan muda dengan di ikuti


Nan dari belakang.


Masalah apa


lagi yang dia lakukan?


depan kamar, Nan mengetuk pintu.. "Tuan muda maaf mengganggu, dokter


Hamish sudah datang.."


Pintu kamar


pun terbuka, wajah nya sudah murung..


"Aa,


tuan muda maaf terlambat 3 menit.. karena heli kopter nya tadi membutuhkan


waktu untuk mengisi bahan bakar."


Gaara menggeser


tubuh nya, menjauh dari pintu lalu melangkah untuk duduk di atas sofa.


Tangan nya


menunjuk Vely yang sedang duduk di atas ranjang, tanpa berucap sepatah katapun.


Hamish


mengikuti arah tunjuk tangan Gaara, sedikit terkejut saat melihat sosok gadis


manis berada di dalam kamar ini.


Kamar sakral


yang tak boleh di masuki siapa pun, tanpa izin dari sang tuan muda Sagaara!


Hamish


tersenyum sembari menggerakan tangan nya ke udara, "Selamat malam,


nona?"


"Selamat


malam, tuan.."


Hamish


mendekat, meletakan koper medis nya di atas meja dekat ranjang. Mengeluarkan


NaCL, pinset medis dan juga kapas.


Dengan


telaten Hamish membersihkan luka memar di kening Vely. Tak butuh lama untuk


merawat nya, sekitar 10 menit Hamish sudah menyelesaikan tugas nya dengan baik.


Yah setidak


nya, tuan muda tidak akan marah dengan hasil kerja nya yang bagus.


"Tuan


muda, saya sudah selesai mengobati nya.."


"Hm.."


Hamish


kembali memasukan peralatan medis nya ke dalam koper, pria itu sudah menjinjing


koper nya dan bersiap untuk pulang kembali.


Sebelum diri


nya benar-benar melangkah pergi, Hamish berbisik pelan kepada Vely dari jarak


nya berdiri.


"Berhati-hati


lah dengan nya, nona manis!" Vely tergelak saat mendengar nya, "Tuan


muda seperti nya sangat mencintai anda.."


Ah ya ampun,


ku kira apa! Cinta, haha yang benar saja! Bodoh!


Vely hanya


membalas nya dengan senyuman, lalu ikut berdiri. "Terimakasih karena tuan


sudah mengobati saya -"


"Duduk!"


seru Gaara dari atas sofa, "Dan kau, cepatlah pergi. Bukankah kau bilang


sudah selesai mengobati nya?"


Pandangan


mata nya terlihat tidak suka. Aaaaah...