Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.13


Mainkanlah


peranmu dengan baik, hei kau Vely.


_____


Di malam


ulang tahun pernikahan mommy dan daddy, mereka kedatangan tamu yang tak lain


adalah saudara sepupu dari Sagaara.


Keanu, pria


yang tak kalah tampan dari Gaara. Sifat nya sangat jauh berbeda dari sosok


Gaara.


Keanu pria


yang hangat, juga romantis. Dia bisa bersikap lembut kepada siapa pun yang


menjadi teman berbincang nya.


"Sayang,


ayo mommy perkenalkan pada seseorang, dia akan menjadi saudara ipar sepupu


mu.." seru mommy dengan antusias.


Sa- saudara


ipar?


"Keanu.."


panggil mommy, lembut sembari mengayunkan tangan nya di udara.


"Selamat


malam bibi, selamat ulang tahun pernikahan.."


Keanu


mendekat, di tangan nya sudah ada buket bunga besar. Memberikan nya kepada bibi


Alea dan memberikan nya pelukan hangat secara bergantian dengan sang paman,


Tristan.


Alea dan


Tristan adalah nama kedua orangtua Sagaara, "Ya ampun Kean, terimakasih


banyak atas bunga nya.. cantik dan wangi sekali.."


Kean


mengangguk lalu pandangan nya mengarah ke Vely, gadis itu memasang wajah senyum


manis nya.


"Kean


perkenalkan dia Lovely.." mommy memeluk nya dari samping, "Dia calon


menantu bibi.. benar kan, Gaara?"


"Hm!"


Pria dingin


nan menyebalkan itu hanya menjawab singkat.


"Bukankah


namanya sangat unik? Kau bisa memanggil nya Vely.." lanjut mommy.


"Oh,


hai Vely salam kenal.. namaku Keanu.." pria itu mengulurkan tangan, dan


saat Vely mau membalas nya malah si tuan muda Gaara yang meraih tangan Keanu.


"Kau


sudah mendengar namanya, kan? Jadi tidak perlu lagi berkenalan dengan


nya.." lalu menepis tangan Kean, kemudian menatap Vely sembari meraih


tangan nya, "Ikut aku!"


Hm...


masalah apa lagi yang sudah di lakukan nya?


Vely


dengan cepat, karena pria itu sedang menyeret nya.


Mommy yang


melihat reaksi putra nya se protektif itu, malah merasa senang. Dia bersyukur


akhir nya ada juga wanita yang mampu meluluhkan hati putra semata wayang


nya.


***


Gaara


menarik gadis itu, dan segera membawa nya masuk ke dalam lift.


"Tuan


muda, tolong lepaskan tangan saya.. sakit!" Vely berusaha melepaskan


cengkraman Gaara dari tangan nya, memukul nya hingga mencubiti nya.


Tapi


sepertinya tangan pria itu terbuat dari baja, sekuat apa pun Vely mencubit nya


tetap saja tak menimbulkan reaksi kesakitan dari Gaara. Melainkan hanya


perubahan warna di kulit nya.


Gaara


mendorong tubuh mungil Vely hingga punggung nya membentur tembok lift


"Aw!!" segera tangan pria itu menekan sebuah tombol yang akan membawa


mereka langsung ke area parkir.


Sakit sekali! "Kenapa tuan


mendorongku?" protes tak terima.


Gaara


menatap dingin pada nya, sembari menunjukkan lengan nya yang me merah akibat di


cubiti.


"Tanganku


ini sangat berharga loh, bagaimana caramu untuk memulihkan nya kembali?"


Mengembalikan


apa?


"Oprasi


kulit membutuhkan biaya yang tidak sedikit, paling murah hanya


250.000.000!"


"Apa?!"


sontak saja Vely terkejut mendengar nominal yang menurut tuan muda Gaara adalah


yang temrurah, tetap saja bagi rakyat jelata seperi diri nya uang segitu bisa


di pakai untuk kebutuhan hidup selama satu abad.


"Kenapa


kau terkejut?"


Vely


membelalakan mata nya, saat Gaara mengunci ruang sisi kanan dan kiri nya. Kedua


lengan kekar itu menyentuh tembok lift dengan sangat kuat.


"Atau


kau ingin membayar nya dengan sesuatu?" Gaara menyeringai iblis! Mengikis


jarak antar wajah yang hampir habis.


Jangan!


Jangan mendekat, ku- kumohon menjauhlah... tubuh Vely sudah gemetaran tak karuan.