Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.39


Keluar


sebentar hanya untuk membeli sebuah cincin pernikahan, dan segera pulang ke


hotel.


Di tengah


jalan mendadak perut tuan muda berbunyi, jadi dia memutar haluan menuju sebuah


restauran cepat saji.


"Tuan,


kita mau kemana?"


"Makan,


memangnya perut kampungan mu itu tidak lapar?"


Vely diam


tak mau menjawab, memilih untuk menatap pemandangan di luar jendela kaca mobil.


"Kenapa,


tidak terima?"


Terserah kau


sajalah, apapun yang kau lakukan tetap saja kau tak pernah salah.


Mobil sampai


di parkiran, "Cepat turun, atau kau mau menunggu di dalam mobil?"


"Saya


menunggu di mobil saja, tuan.."


"Hm.."


______


Tuan muda


sedang asyik menyantap menu makan siang nya yang mewah, hampir satu jam Vely


menunggu di dalam mobil.


Karena bosan


Vely mencoba untuk keluar dan menghirup udara segar, duduk sebentar di gazebo


resto sembari menikmati pemandangan jalan yang ramai akan lalu lintas.


 


 


Wajahnya


yang cantik dan manis, serta rambut yang terurai cukup menggoda dua pria yang


baru saja memarkirkan mobil nya.


"Hei


kau, lihat wanita yang sedang duduk sendirian di gazebo itu?"


Pria bertato


di bagian pelipis, sebut saja Mao. "Wah sepertinya siang ini adalah nasib


baik untuk kita." turun dari mobil lalu menutup pintu nya,


"Ayo."


Kedua pria


itu berjalan dengan tergesa-gesa sembari menyeringai jahat.


"Hei


nona.. sendirian saja? Mau kami temani?"


Siapa


mereka? Kenapa menatapku seperti itu?


Lovely tak


menjawab dan memilih untuk segera masuk ke dalam mobil. Namun sialnya Mao


berhasil mencengkram tangannya.


"Hei


ayolah jangan terburu-buru, kau ini jadi wanita sombong sekali ya.."


Tangannya


menjepit dagu Lovely, yang dengan cepat di tepis.


"Lepas,


jangan menyentuhku se enaknya.. tolong jangan kurang ajar, tuan.."


"Haha.."


pria yang satunya, Shin Dan tertawa.


"Dan,


kau mendengarnya? Wanita ini mengajariku tentang sopan santun.." terkekeh.


"Tuan


tolong lepaskan saya.."


"Melepaskan


mu, tentu.." mendekatkan wajahnya di wajah Lovely, "Cium dulu."


Plak!


Satu tangan


Lovely melayang menampar wajah Mao.


"Brengsek!"


tandas Mao sembari mencekik leher jenjang Vely.


"Aaa.." sakit!! Sekuat tenaga Vely berusaha meloloskan diri dengan mengayunkan


kaki nya di tengah-tengah kaki Mao.


"Aaarghhh!!"


"Jangan


kabur, kau sialan!" seru Shin Dan yang juga ikut berlari mengejarnya.


Lari


kemanapun asalkan tidak tertangkap oleh pria berhidung belang.


dalam sebuah bangunan tua tak berpenghuni, keringat peluh bercucuran di sekujur


tubuhnya.


Vely


menyandarkan tubuh nya di balik dinding besar, duduk dengan menjulurkan kedua


kaki nya. Mencoba mengatur nafas yang tersengal sembari meredakan rasa dada nya


yang bergemuruh hebat.


"Kemana


wanita sialan itu?" seru Mao dengan suaranya yang menggema di bangunan tua


ini.


Vely yang


mendengarnya semakin gugup dan takut, dia berdiri di atas kedua kakinya yang


gemetaran.


Bagaimana


ini.. aku harus lari kemana lagi?


Shin Dan


yang berdiri di sisi kanan, beruntung sekali dia bisa melihat punggung indah


seorang Lovely. Pria itu melangkah perlahan bahkan hentakan sepatu nya saja tak


terdengar.


Seolah


sedang berjalan menapaki udara, kedua tangan kekarnya memeluk Vely dari


belakang dan sontak membuatnya berteriak histeris lalu menangis.


"Aaaaa!!!


Lepaskan aku, lepaskan!!" Vely meronta-ronta memohon, namun Shin Dan tak


mempedulikan nya.


Tak ingin


menyerah, Vely menggigit kuat lengan nya dan berhasil melarikan diri lagi.


"Aarggh!!


Kau menggigitku, sialan!"


Langkah kaki


Vely terhenti saat dirinya terkepung, Mao dengan tatapan mesum nya telah


berdiri di hadapan Vely.


Sementara


Shin Dan sudah berdiri tepat di belakang nya.


Tolong


aku... tuan muda..


Brak!


Suara mobil


yang menabrak sesuatu dengan nyaring membuat mereka bertiga menoleh secara


bersamaan ke sumber suara.


Mobil itu


tak sendirian, semenit kemudian satu mobil lainnya sampai bersamaan.


Seorang pria


kekar dengan luka di pipi kirinya turun dari mobil, membukakan pintu mobil


untuk tuan muda Gaara.


Pria itu


menatap Mao dan juga Shin Dan dengan tatapan mematikan.


"Bos


Longe?" seru Shin dan Mao bersamaan memanggil pria yang terdapat luka pipi


kirinya.


Gaara menaikan


satu alis nya, "Longe mereka mengenalmu? Mereka sudah berani membuat


wanitaku ketakutan!" melirik Longe dengan ekor matanya.


Hah, kenapa


pria itu mengenali bos Longe? Siapapun di kota ini tak ada yang berani


berbicara langsung dengannya! Seru Shin dan juga Mao bersamaan di dalam hati


mereka.


"Mm..


ma- maafkan saya tuan muda.. ini semua karena kebodohan saya dalam


mendisiplinkan wilayah kota Liu-Liu."


Air mata


Lovely tiada hentinya menetes, dia berlari cepat lalu menabrakkan tubuhnya


memeluk Gaara.


Tubuhnya


masih gemetaran, nafasnya sedikit berat. Gaara pun membalas pelukannya.


"Tenanglah,


tidak akan ku biarkan siapapun menyentuhmu.. Longe? Kau tahu seperti apa


sifatku, kan?"


"Ah,


haha i- iya tuan muda.." menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Saya


akan mendisiplinkan mereka dan menjamin tak satupun di antara mereka yang dapat


melupakannya." menyeringai iblis membuat kedua pria itu ketakutan dan


berkeringat dingin.