
Sagaara menuruti apa yang di katakan Ars barusan, dia kembali turun ke dapur dan meminta Nan untuk menyiapkan segelas air hangat kemudian membawanya ke dalam kamar di lantai dua.
"Sayang, duduklah aku membawakan mu segelas air hangat."
Vely mengangguk dia menuruti apa yang dikatakan suaminya.
"Minumlah.."
"Terimakasih sayang.." Vely meminumnya dalam dua kali tegukan besar.
"Bagaimana sekarang tenggorokan mu?"
"Masih sakit, tapi tidak terlalu.."
Sagaara mengusap pucuk kepala istrinya, "Hamish akan datang sebentar lagi, bersabarlah -"
Mereka mendengar suara ketukan dari luar pintu.
"Tuan maaf mengganggu, dokter Hamish sudah datang.."
"Ya, sebentar.." Sagaara segera melangkah ke arah sumber suara dan membuka pintu kamarnya, "Masuklah.."
Hamish mengangguk, awalnya dia akan mengira jika kamar ini akan berantakan namun nyatanya tetap terlihat rapih.
Tas medis ia taruh di atas meja dekat ranjang, lalu mengeluarkan senter kecil untuk membantu penglihatannya nanti selama pemeriksaan.
"Bisakah nona membuka mulut.."
Vely menggeleng, dia mengeluh sakit.
"Pelan-pelan saja nona, tidak apa-apa.."
Perlahan Vely membuka mulutnya, dan Hamish pun menyalakan senter yang sudah ada ditangannya itu ia arahkan sinar nya ke dalam mulut Vely.
"Ini amandel, sepertinya nona terlalu banyak memakan atau pun meminum yang manis-manis. Apakah tebakan saya ini benar?"
Sagaara yang mendengarnya pun langsung mencak-mencak, "Mulai sekarang kau tidak lagi ku izinkan untuk menikmati yang manis-manis, kau dengar barusan apa yang di katakan nya? Bagaimana bisa sesuatu yang manis itu berani membuatmu merasakan sakitnya." panjang x lebar dia memarahi istrinya sendiri.
"Tuan, tidak perlu seperti itu.. nona sedang hamil sedangkan asupan makanan dan minuman manis juga di perlukan untuk membantu tumbuh kembang janin -"
"Benar tuan, tapi yang saya maksud -"
"Sudah diam, pokoknya sekali aku bilang tidak ya tidak! Awas saja kalau kau berani menyentuh yang manis-manis. Apalagi sampai mengkonsumsinya."
Sudah, diam ya kalian berdua, Hamish dan Vely. Tuan muda selalu benar dia tak pernah salah.
Pagi-pagi sudah meributkan yang manis-manis, tidak enak sama yang asin dan pahit nanti jadi lebih baik kalian berdua diam saja.
Meskipun Vely faham dengan maksud Hamish, tapi dia tak mau meributkannya untuk saat ini.
"Iya sayang, tolong jangan berdebat lagi."
"Baiklah nona, tuan, saya akan memberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya, amandelnya akan sembuh dalam waktu 3 sampai 5 hari."
"Baik dokter Hamish, terimakasih.."
Obat itu Hamish letakan di atas meja, "Obat ini aman untuk ibu hamil, jadi tuan dan nona tidak perlu khawatir."
"Kau yakin obat itu akan aman jika di konsumsi istriku?"
yang dokter disini siapa sih sebenarnya? "Ya.." Hamish segera memasukan alat medisnya ke dalam tas. "Saya sudah selesai memeriksa nona, sekarang saya harus segera kembali ke rumah sakit."
"Hm, baiklah.. aku akan mentransfernya nanti."
"Iya, tak masalah.. saya permisi dulu." setelah memberi bow Hamish segera melenggang pergi.
***
Setelah mandi dan sarapan sekarang waktunya Vely untuk minum obat, sekali teguk obat itu sudah meluncur dari tenggorokan ke perut.
Semoga saja sakitnya tak akan lama, supaya tuan muda tak bersikap demikian lagi. Karena apa? Karena mereka semua akan terkena imbasnya jika hal buruk menimpa Vely.
###
typo text, sorry ya ðŸ¤