Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.12


Setelah


kedua nya masuk ke dalam ruangan, pelayan itu segera keluar dan menutup pintu


nya dari luar.


Lovely


merasa asing dengan penampilan nya yang sedikit terbuka, kedua tangan nya


saling meremas.


"Selamat


malam tuan, maaf membuat anda menunggu." seru Ars yang kemudian mengambil


jarak 1 langkah.


Gaara hanya


melirik mereka dengan ekor mata nya saja. "Berikan ini kepada upik


abu!"


Apa? Hei


namaku bukan upik abu!


Kan, Lovely


sudah menjadi segeram itu.


Gaara


melemparkan selembar kertas itu ke atas meja.


Ars


mengangguk, dan segera mengambil nya. Lalu menyerahkan nya kembali kepada


Lovely, "Silahkan nona baca terlebih dahulu, sebelum kita bergabung di


pesta.. dan bertemu dengan tamu undangan lain nya."


Apa lagi ini?


Tangan nya


yang dingin membuat nya sedikikit gemetar, "Tuan Ars, ini apa?"


Pria itu


hanya menjawab nya dengan sebuah anggukan.


Bicarasaja kan lebih enak, supaya aku


nya juga bisa mengerti.


Segera Vely


meraih nya. Dia duduk di sebrang sofa tuan muda. Mata nya masih fokus untuk


membaca semua panduan dan apa saja yang boleh dia lakukan, serta hal yang tak


boleh di lakukan nya selama acara pesta berlangsung.


Cukup lama


Gaara menunggu, membuat nya bosan. Dia menatap arloji di tangan nya.


"Waktu mu sudah habis, saat nya untuk memulai sandirwara!" hooooh


dingin sekali bicara mu hei tuan muda.


Gaara


melangkah mendahului Ars dan juga Vely, gadis itu hanya bisa menghela nafas nya


sembari mengelus dada.


***


Sampailah


mereka bertiga di panggung sandiriwara, sebelum keluar dari lift tadi Gaara


sudah memperingatkan Vely agar mampu memainkan peran nya dengan sangat


sempurna.


Vely


berjalan di samping tuan muda, dengan tangan nya yang merangkul lengan Gaara.


Semua mata tertuju pada sosok Vely.


itu?


Beruntung


sekali nasib nya!


Tidak cocok,


sangat jelek!


Tidak


serasi, enyah saja kau dasar gadis buruk rupa!


Seperti itu


lah pancaran mata mereka memandang, suara hati yang terlihat melalui sorot


setiap mata yang memandang nya.


"Angkat


wajah mu, jangan menunduk. Kau hanya boleh menunduk kan wajah jelek mu itu di


hadapanku!" tandas Gaara berbisik pada nya.


Beribu rasa


geram yang tertumpuk di dalam hati seorang Vely, dia mengeratkan semua gigi nya


dengan satu tangan nya yang sudah terkepal erat.


Gaara


membawa nya kehadapan orangtua nya, "Selamat malam, mom.. dad?"


Vely


melepaskan rangkulan tangan nya. Diri nya juga memberikan salam hormat kepada


calon mertua nya itu, "Selamat malam, paman.. bibi.." senyum manis


itu sungguh membuat hati mommy ter enyuh.


"Oh my


god! Kau kah gadis yang mampu meluluhkan hati putra ku?" mommy memegang


erat kedua bahu Vely, "Sayang, siapa nama mu?"


Apa, sa-


sayang? "Em


na- nama saya Lovely bi.. tapi bibi bisa memanggil saya Vely."


"Wah,


jadi nama mu Lovely? Oh ya ampun sayang coba dengar, namanya indah


sekali.." mommy menoleh ke arah daddy yang juga melemparkan senyuman nya


kepada Vely.


"Bibi,


paman selamat ulang tahun pernikahan.. semoga semua yang di impikan akan segera


terwujud."


"Hm...


manis sekali.." mommy mengusap pucuk kepala Vely, "Keinginan kami


sebentar lagi terwujud, jadi kapan kalian akan menikah?"


Gaara


melirik Vely, sebelum gadis itu salah dalam berucap. Terlebih dahulu diri nya


merangkul bahu Vely. Sedang berusaha menciptakan kemistri dan suasana yang


romantis.


"Mommy


dan daddy tidak perlu khawatir, dalam waktu dekat kami akan menikah.."


tangannya bergerak pelan di bahu Vely, dengan gerakan halus dia mencubit nya.


Memberi peringatan kepada Vely, agar lebih berhati-hati lagi.