Contract Marriage

Contract Marriage
Seekor Anjing


Heli yang membawa tuan muda akhirnya sampai juga di halaman luas sebuah mansion, terlihat jelas deburan ombak laut yang menghantam bibir pembatas.


Tuan muda sudah tak sabar, dia bersiap dan ingin rasanya turun melompat ke tanah.


"Cepat turunkan heli nya, kenapa kau lambat sekali sih!" Sagaara membentak, tangannya sudah menggenggam kuat pinggiran heli, masih di ketinggian ratusan kaki dari tanah.


"Bersabarlah tuan, permintaan tuan Ars untuk menanti mereka datang.. baru heli ini mendarat -'


"Hei!" dia sudah emosi, mendengar teriakan Sagaara membuat pilot terdiam. "Istriku dalam bahaya dan kalian sedang bermain main dengan nyawanya?" Sagaara berucap demikian dengan emosi yang meluap-luap.


"Maafkan saya tuan, tapi tuan Ars -"


"Cih! Kenapa anjing itu selalu di takuti orang-orang!"


Ya, karena kau lah yang mendidiknya hingga demikian wahai tuan muda. Perlakuan dan sikapmu yang mendorong nya seperti itu.


"Tuan, mereka sudah tiba."


"Apa gunanya kau melapor, cepat turunkan saja heli nya.. bodoh kau!"


Telinga sang pilot itu sudah sejak tadi mendidih, kalau bukan karena Ars sudah pastilah si pilot akan menerjun bebaskan Sagaara dan heli nya ke laut.


Setelelah heli mendarat, Ars dan bos Longe keluar dari mobil.


"Tuan -"


Bugh!


Baru saja Ars membuka suara, namun Sagaara segera menjawabnya dengan satu tinju di sudut bibirnya.


Bibir pria itu berdarah, Ars hanya diam.. jangankan membela diri, mengusap daranya saja.. TIDAK!


"Berani-beraninya kau bermain dengan nyawa istriku, kau meminta pilot itu untuk menunggu mu? Hpmh!" memandang remeh, "Hebat sekali kau tuan Ars!"


"Maafkan saya tuan, saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu.."


"Sudahlah, hentikan omong kosong mu itu! Bawa Vely dengan selamat baru kau meminta maaf!" Sagaara berbalik badan, dia melangkah menuju pintu tarung yang tertutup rapat itu.


***


Di tengah ruangan itu terdapat sebuah lubang, William benar-benar membuktikan ucapannya.


Dia mengikat kedua tangan Vely yang terborgol dengan begitu kuatnya, membungkus kepalanya dengan kain hitam pekat.


"Lepaskan aku, lepaskan! Kau pria biadap!" pekik Vely meronta di dalam ketakutan nya.


Melepaskan mu itu mudah, asalkan kau bersedia menikah denganku sayang.."


"Jangan mimpi!"


"Haha.."


Setelah mengikat dan membungkus kepalanya, William langsung mengikat tangan itu dengan tali panjang yang sudah di siapkan.


"Apa yang mau kau lakukan padaku, lepaskan aku!"


Vely semakin merinding saat mendengar suara binatang ganas itu, buaya di dalam kubangan yang di sebut William sebagai lubang buaya.


"Suara apa itu.." Vely merasa tubuhnya seperti menggantung, "Apa yang terjadi, apa yang kau lakukan padaku.. lepaskan aku!"


"Bukankah kau memilih untuk mati, dari pada menikah dengan ku.. sayang.." menyeringai, "Kita lihat, siapa yang akan di pilihnya.. dirimu atau nyawa nya sendiri!"


"Kau gila.." Vely menendang kakinya di udara, dimana sekarang dia sudah di gantung tepat di atas lubang buaya itu, "Tuhan akan menghukum mu!"


"Bwahahahaha.. akulah Tuhan disini, nyawamu ada di genggaman tangan ku!"


cinta memang gila, cinta yang tertolak itu membuat William tak bisa menggunakan akal sehatnya.


"Meskipun aku mati, dan di kehidupan selanjutnya aku tidak akan memaafkan mu! Kau gila, kau psikopat William.. lebih baik kau sembuhkan dirimu di rumah sakit jiwa!"


Padahal Vely sendiri sudah dikuasai akan rasa takutnya, tapi masih bisa bicara se lantang dan seberani itu.


###


Votte nya dong, please 🥺🥺🥺 bantu masuk 10 besar😁✌️