
Aktifitas pagi hari sudah menjadi rutinitas yang tak asing lagi untuk para pekerja, apalagi para staff kantor Global Group.
Meskipun begitu, akhir-akhir ini si tuan muda bucin nya Lovely sudah jarang masuk ke kantor. Jadi mereka semua bisa sedikit santai dari pada biasanya.
Di lantai teratas Global Group tepatnya di ruangan kerja para asisten sekretaris itu, dua orang wanita disana benar-benar sedang di sibukan dengan tugas akhir bulan.
Sebelum jam 5 sore semua laporan sudah harus masuk ke meja sang sekretaris, setelah di periksa dan di setujui barulah bisa masuk ke ruangan CEO.
"Mina?" seru Liora di sela-sela jam kerja.
"Hm? Kerjakan tugasmu.. nanti saja mengobrol nya saat jam istirahat, atau tuan Ars akan menghukum kita."
"Tapi ada hal penting yang ingin ku katakan pada mu."
"Apa?" imbuh Mina tanpa melepaskan pandangannya dari lembaran berkas yang ia buka, "Bicara saja."
"Semalam aku lembur.."
Mina mengangguk, "Hm, lalu?"
"Dan saat aku terbangun, aku berada di ruangan tuan Ars.."
"Mungkin kau tidur di ruangannya, makanya kau terbangun disana."
"Tidak, tidak! Hei Mina coba jelaskan padaku.. aku ingat dengan jelas semalam aku tidur disini.." Liora mengetuk mejanya, "Dan saat aku terbangun tiba-tiba saja aku sudah berada di ruangan tuan Ars. Terlebih lagi, dia juga tidur di sana -"
"Hah?" Mina membelalak kaget, bahkan sampai menutup kembali lembaran yang baru saja di periksa nya, dia menatap wajah Liora dengan diam lalu beberapa menit kemudian dia tertawa, "Haha.." menepuk bahu Liora, "Mungkin kau tidur sambil berjalan.. mengigau.."
"Haha.." Liora juga ikut tertawa dengan wajahnya yang datar, lalu menatap Mina "Jangan membuatku tertawa."
Mina menggeleng, dan mencoba mengecek suhu tubuh Liora dengan telapak tangannya yang di letakan di kening Liora.
"Normal.." melepas, "Baiklah, jika kau penasaran kenapa tidak mengecek ruang cctv saja?"
"Benar!" Liora bahkan menjetik kan jarinya, seketika semangatnya luntur. "Tidak bisa, aku bisa di pecat jika ketahuan memasuki area itu. Bukankah itu peraturan yang tak boleh di langgar oleh staff kecil seperti kita."
"Lalu apa rencana mu?"
"Rencana?" Mina mengangguk, "Tidak punya.."
"Ya sudah, lebih baik diam saja.. dan pura-pura tidak tahu apa pun."
Mina mengangguk, menepuk bahu Liora. "Ya, dan pencuri itu akan ketahuan."
Mendadak keduanya terdiam saat mendengar suara pintu ruangan sekretaris itu terbuka.
Segera mereka kembali bekerja, Ars berjalan melewati dua meja itu dan tanpa di sengaja Liora yang juga bersamaan dengan Ars ketahuan saling curi pandang.
Sial!
Ars segera menatap lurus ke depan menuju lift, dia berjalan dengan gaya cool nya.
Liora pun segera menunduk, Aaaa... bagaimana ini? Aku ketahuan.. oh tidak!
Bilamana dua hati telah di takdir kan untuk bersatu, maka berusahalah agar impian itu bisa menjadi nyata.
Semoga yang kuasa memberikan pencerahan pada hati sekretaris muda yang kaku itu ðŸ¤
***
Kembali ke rumah besar milik orangtua Sagaara..
Vely dan Sagaara baru saja selesai mandi, rambut mereka masih basah.
Sagaara menarik laci dan mengeluarkan hairdrayer nya yang berwarna hitam.
"Duduk disini." pinta si tuan muda pada istrinya, yang dibalas dengan anggukan kepala.
Vely duduk berhadapan dengan meja rias, cermin itu memantulkan wajahnya yang cantik polos.
Dia sedikit terkejut saat melihat bekas merah di leher putihnya.
"Sayang, lihatkan.." menunjuk leher, "Jadi merah-merah seperti ini."
"Kenapa, mau protes? Atau mau ku tambah lagi warna merahnya?" seru Sagaara sembari mengeringkan rambut Vely dengan hairdrayer.
###
Besok lagi ya, nona mau istirahat dulu. kalau nanti sempat ngetik pasti bakal aku up. kalau gak, berarti besok aja ðŸ¤