Contract Marriage

Contract Marriage
Arsya dan Liora


 


 


Usai menandatangani lembar verifikasi, Liora segera membawa lembaran itu keluar.


"Baik tuan, terimakasih.." ucapnya dengan sopan, lalu memberikannya bow dan segera pergi.


"Hm.."


Ars masih menatap punggung ramping itu hingga hilang di balik pintu, lalu menatap buket bunga yang sudah lecek akibat ia taruh disana sini.


Mungkin memberikannya bunga adalah ide yang kurang tepat, Ars masih penasaran jadi dia pun segera berselancar di Google.


Dengan mengetikan Cara Menembak, aah kau memang bodoh Ars. Mengetikan kalimat itu



"Apa?" kau sendiri bahkan terkejut kan melihat hasil pencarian mu, "Apakah aku harus menembaknya dengan senjata?" menggeleng, "Aku tidak bisa menggunakan cara kasar seperti itu!"


Ars merasa gelisah dan bingung, "Tidak ada satu pun cara yang membuatku bisa mengungkap kan perasaan ku padanya." hurf... menghela nafas, menghela nafas. 🤭


"Kenap tidak ada cara lain? Kenapa harus sesulit ini sih?" mengetuk meja dengan pelan, dirinya terlihat bingung lalu mengusap wajahnya dengan begitu gusar.


Biarkan sajalah Ars yang tampan itu beradu dengan fikirannya sendiri.


Di luar ruangan, Liora kembali melanjutkan pekerjaannya meskipun lelah tetapi dia harus tetap menyelesaikannya.


Bahkan sekarang hingga jam 11 malam, matanya mulai mengantuk apa yang ia lihat mulai mengecil, mengecil dan mengecil hingga akhrinya buyar.


Liora melipat kedua tangannya diatas meja untuk tumpuan wajahnya, dan tertidur dengan nyaman sekali.


Setengah jam kemudian saat Ars hendak meninggalkan kantor, langkahnya terhenti setelah mendapati Liora tertidur.


Mana mungkin dia meninggalkannya seorang diri di sini, di tatapnya wajah yang cantik dan manis Liora.


Hal itu membuatnya menelan, Ah.. sialan, kenapa malah jadi begini sih?


Ars ingin membangunkannya tapi tak tega, wajah itu terlihat sangat lelah. Sudahlah untuk malam ini Ars tidak akan pulang ke rumah..


***


Suara alarm yang berisik dari hp, membuatnya terpaksa untuk segera bangun.


Liora membuka kedua matanya, mengucek mata sejenak dan tersadar jika saat ini ia berada di dalam sebuah ruangan yang tak asing.


Segera ia duduk, Eh?


Jas yang menyelimuti tubuh nya jatuh ke lantai.


Perlahan ia mengedarkan pandangannya hingga mendapati sosok Ars sedang tidur sambil duduk di kursi kerjanya.


Oh my god! Ini kan ruang kerja sekretaris pribadi tuan muda?


Liora tidur di atas sofa yang empuk, aah nyamannya tapi sejak kapan dia disini? Bahkan terakhir kali ia ingat jika dirinya tidur di meja kerja.


"Kenapa aku bisa ada di sini?"


Buru-buru dia keluar ruangan setelah meninggalkan sebuah memo kecil, "Terimakasih tuan, maaf sudah merepotkan anda." tertanda Liora.


***


Epilog..


Arsya yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya dan berniat ingin pulang, mendadak menghentikan langkahnya saat mendapati Liora tertidur.


Perlahan dan dengan penuh kehati-hatian Ars menggendongnya ala bridal style, membawanya masuk ke dalam ruangannya.


Meletakan tubuh itu ke atas sofa, dan menyelimutinya dengan jas yang ia pakai.


Bersambung..



Typo teks? Maaf ya guys.. hehe