
Baru saja Vely selesai membantu menyisir rambut Sagaara, hp di atas nakas berdering.
Sebuah telefon masuk dari Ars, "Hallo?"
"Tuan, gawat! Sesuatu telah terjadi pada proyek milan!"
"Apa?!" suaranya melengking memenuhi ruangan kamar, membuat Vely cemas.
"Siapkan orang-orang mu, dan panggil Longe segera! Sudah cukup aku memberinya waktu untuk berlibur."
"Baik, tuan.."
Sagaara meletakan hp nya kembali ke atas nakas dengan begitu kasar.
"Sayang ada apa?" kegusaran Sagaara membuat Vely benar-benar cemas, pasalnya selama mereka menikah tak sekalipun dirinya pernah melihat suaminya seperti ini.
"Tidak apa-apa sayang.. jangan menangis, hanya masalah pekerjaan saja.. tetaplah disini, aku akan segera kembali.." kecupan hangat ia berikan di kening sang istri.
"Jangan mengkhawatirkan ku, ini hanya masalah kecil.." lanjut Sagaara mencoba meyakinkan Vely.
"Baiklah sayang, hati-hati di jalan.. aku akan menunggu mu di sini. Aku tidak akan pulang ke vila sebelum kau sendiri yang datang menjemput ku.."
"Aku mengerti.."
***
Mobil yang di kemudikan Sagaara melaju dengan kecepatan tinggi super maksimal menuju lokasi milan.
Di sana sudah ada Ars yang menunggu kedatangannya, "Ars?" Sagaara baru saja turun dari mobil dan dengan tergesa dia menghampiri sekretarisnya.
"Tuan muda?" Ars memberi bow padanya, lalu menyerahkan selembar kertas yang berisikan sketsa gambar tembok raksasa.
Dari sketsa gambar, dan tahapan rencana pembangunan bahkan di lapangan tak satupun realisasi nya yang berjalan dengan sempurna.
"Kontraktor melarikan diri, dan membawa kabur uang yang telah di gelontorkan."
Sagaara meradang, dia mengeraskan rahangnya. "Beritahukan Longe, tidak perlu datang kemari.. tapi suruh dia mencari kontraktor itu." ya itu benar sekali, karena sudah tak ada waktu lagi.
Bagaimanapun juga waktu yang tersisa tinggal satu setengah bulan lagi sebelum hari ulang tahun Vely.
"3 hari! Aku ingin dia menemukannya dalam waktu yang telah ku tentukan! Gunakan semua jaringan dan fasilitas yang kita miliki."
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, tuan.."
Jika proyek ini gagal, maka orang pertama yang akan terkena imbasnya adalah Ars! Bos tak mau tahu!
"Sambil menunggu informasi, kita kembali ke kantor.. masih ada rapat yang harus di selesaikan.." seru Sagaara sembari berjalan menuju mobilnya, yang juga di dikuti Ars.
2 mobil mewah itu melaju dengan kecepatan maksimal menuju gedung Global Group.
***
Hari yang di penuhi kesibukan dimana Ars harus menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan tuan muda, di tambah lagi dengan proyek milan.
Liora membuka pintu ruangan sekretaris, setelah 3x mengetuk pintu namun tak ada jawaban.
"Maaf tuan, saya sudah mengetuk pintunya tadi.. tapi tidak ada respon.."
"Ada apa?"
"Saya kemari untuk memberikan dokumen dari divisi kepegawaian.."
"Taruh di atas meja.."
Liora mengangguk, "Baik, tuan.." Liora yang hampir berbalik itupun segera menghentikan langkahnya saat mendengar tuan nya bertanya.
"Kenapa kau memotong rambut mu?"
"Hm?" bengong, bingung, memangnya apa yang salah? "Maaf?"
Ars membuang wajahnya dengan rona merah yang ia sembunyikan, "Bukan apa-apa, pergilah dan segera selesaikan pekerjaanmu!"
"Iya.." aneh sekali, dia itu kenapa sih?
###
Sudah 7 bab ni guys, aku stop dulu yaaa.. lanjut besok lagi 🤭
Eh ya jangan lupa votte nya dong, bantu masuk rangking 1 karya baru yaaaa 💪✍️✌️