Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.75


Gengsi dong!


Tapi, mau bagaimana lagi? Rona merah di wajahnya terlihat samar. Mau tak mau Ars menelefon asistennya itu.


Di kantor, Liora masih di sibukkan dengan tumpukan berkas yang tak ada habisnya, "Oh ya ampun, Tuhan.. tolong kirimkan seseorang yang bisa menyelamatkan ku untuk satu jam sa -"


Hp nya berdering, telefon masuk dari Mr.Tampan itulah nama yang ia gunakan untuk menyimpan nomor hp nya.


"Tuan Ars?" Kenapa dia menelefon ku.. tangannya bahkan sedikit gemetar, ayo angkat saja Liora. Kau kan tidak mungkin tak punya rasa suka jika menamainya dengan nama Mr.Tampan.


"Hallo, selamat siang tuan Ars?"


"Cepat susul aku ke super market xx.." gedung itu masih menjadi bagian dari Global Group.


"Tapi tuan, saya -"


"Sekarang! Atau aku akan memecat mu!" tandasnya dengan kesal lalu mematikan hp nya.


Dasar, ada apa sih dengan hari ini rasa-rasanya kepala Ars sudah mau meledak.


***


Hampir setengah jam Ars menunggu di dalam mobil, telunjuknya mengetuk-ngetuk pelan kemudi setir.


Dasar perempuan, di mana saja selalu sama! Lambat!


Ars segera menoleh ke arah kaca jendelanya saat mendengar suara ketukan. Ternyata Liora sudah tiba, rambut panjangnya tergerai mengikuti gerak tubuh dan kepalanya ke samping.


"Tuan maaf, saya datang terlambat."


Ars turun dari mobil, merapihkan jas nya dengan gaya keren serta wajahnya yang dingin.


Dia memberikan selembar catatan kertas dan menabrakkan nya ke dada Liora dengan cepat.


Apa ini, kenapa dia memberiku selembar kertas? Liora membaca isinya, "Bahan kue kelinci?" Lalu menatap Ars dengan pandangan heran. "Tuan?"


"Kalau sudah baca, untuk apa lagi kau bertanya.." gaya cool, ingat Ars kau harus bisa jaga image! 🤭


Ars berjalan melewati Liora yang berdiri di sampingnya, membiarkan gadis itu menatap punggung kekarnya.


Keduanya melangkah masuk bersamaan ke supermarket xx untuk mencari bahan kue kelinci.


Kenapa tuan melakukan hal ini, memangnya siapa yang ingin makan kue kelinci?


Mereka berdiri di depan rak yang berisikan bahan yang akan di beli, "Tuan Ars tolong ambilkan yang di atas.."


Ars mendelik, bisa-bisanya orang memiliki pengaruh ke dua di Global Group seperti dirinya disuruh-suruh.


"Mm maaf.." Liora berbalik badan lalu menengok ke kanan dan ke kiri.. "Tuan.. tuan.." rupanya dia mencoba memanggil seorang pria yang tak jauh dari pandangan nya.


"Iya nona manis, ada apa?"


Manis, eh hehehe... "Tuan bisakah anda membantu saya untuk mengambilkan bahan itu.." menunjuk di rak yang paling atas.


Cih! Ars melenggang pergi meninggalkan Liora dan pria itu.


"Nah, ini.. sebagai gantinya mau kah kau kencan buta denganku?"


Apa, ke- kencan buta? Liora.


Langkah Ars terhenti, dan dia segera kembali ke posisi awal.


"Terimakasih sudah membantu kami!" Ars menarik tangan Liora dan membawanya untuk menjauh.


Apakah dia cemburu? Liora menggeleng, Tidak mungkinlah.. dia tidak akan menyukai gadis seperti ku! asisten sekretaris macam apa aku ini?


Mendadak Ars menghempaskan tangan gadis itu, saat dirinya sadar telah melakukan hal di luar kendalinya.


Apakah aku sudah gila? "Cepat cari bahan lainnya.. nona hanya ingin makan kue kelinci buatan mu.." wajahnya samar merona merah, Nona, sepertinya anda sedang senang saat ini! Memikirkan bagaimana cara rendahan ini berhasil? Hmph, terlalu cepat!


Hah? Ja- jadi.. semua ini rencananya nona muda? Jantung hatinya sudah berbunga-bunga tak karuan.


***


Selesai berbelanja Ars melangkahkan kedua kakinya dengan cepat tapi tidak terburu-buru, masuk ke dalam mobil dan membiarkan Liora membuka pintu mobilnya sendirian.


Ah, tidak romantis kau Ars sebagai pria. Bukankah kalian ini sedang kencan buta?