Contract Marriage

Contract Marriage
Xtra Part 1


Sambil nunggu novel Holy Marriage (Arsya & Lyn Liora), Rich Man (Henry Sagaara Wijaya & Anandita) update, aku akan membuat beberapa chapter x-tra part-nya Contract Marriage ya kawan.


Chapter X-tra Part ini hanya sebagai selingan semata, hehe.. gak apa-apa kan? Jangan marah ya 🤭


💐💐💐💐💐



Setelah memastikan kedua anaknya tertidur, Sagaara segera membawa Vely menuju kamar tidur mereka yang jaraknya tak jauh.


Hanya bersebelahan saja, "Sayang apa yang kau lakukan?"


"Bukankah kau merindukan masa-masa bahagia bersama dengan anak-anak? Aku tidak keberatan untuk menanam saham di rahim mu -"


"Aaaaa...." seru Sagaara saat hidung mancungnya di cubit Vely.


"Dasar kau ini.. kenapa semakin menjadi saja sih?" Eh?


Sagaara juga tak mau kalah, dia merengkuh pinggang ramping Vely lalu menyibak rambut bergelombang nya.


"Kenapa, kau tak mau memberiku anak lagi?"


"Tidak sayang tolong jangan salah faham.. bukan seperti itu maksud ku."


"Lalu apa yang barusan, kau meresponnya seperti tadi." Sagaara sudah mau melepaskan rengkuhannya namun dengan cepat Vely mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


Muah! "Sayang bukan seperti itu."


Ah, sial! Kau seharusnya mengenali sifat licik suami mu Vely sayang, dia akan menjadi sangat licik jika sudah berhubungan dengan yang namanya hubungan di atas ranjang.


"Lepaskan aku."


Terlambat, Sagaara sudah mengunci pergerakannya. Dia menyesapi bibirnya yang ranum lalu perlahan menuntunnya melangkah mundur dan keduanya sudah berbaring di atas ranjang king size.



"Kau penjahat, dasar mesum."


"Ya, kau benar.. tapi karena hal itulah aku memiliki dua anak sekaligus darimu, kan?"


Emh.. lenguhan kecil itu hampir saja terdengar di kedua telinga Sagaara, jika saja Lovely tak mencoba sekuat tenaga untuk mengunci bibirnya.


"Tak perlu menahannya sayang, lepaskan saja.. aku juga mengetahuinya kau sudah sangat merindukannya bukan?"


Ya, itu benar.. karena sudah dua minggu ini mereka tak lagi saling merasai nikmatnya tubuh mereka, dikarenakan setiap malam selalu saja ada gangguan yang datang dari si kembar.


"Kamar mereka hanya berjarak dinding -"


Manik coklat indah yang di tumbuhi bulu mata lentik itu pun tertutup rapat saat Vely mulai merasakan hujaman hangat seorang Sagaara.


"Keluarkan saja sayang, aku ingin sekali mendengar suaramu.." pinta Sagaara sembari menciumi ceruk leher jenjang Vely.


Emmmm... "Aaaah.." jemari mereka saling meremas erat dan hangat, "Sayang..."


Lenguhan manja dan sexy itu terus memicu Sagaara untuk tetap mengagahi nya, rasa-rasanya satu jam tidak akan cukup namun mau bagaimana lagi?


Sagaara telah mencapai kepuasannya yang begitu membuncah, dan begitu juga Vely.


Keduanya segera mengatur nafas usai saling melepaskan diri. Sagaara menarik selimut yang tadinya terlipat rapih diatas seprai.


Menyelimuti tubuh mereka berdua hingga ke leher.


Sagaara memeluk Vely dengan rapat dan hangat, "Sayang ayo kita mandi."


Vely menggeleng, "Tidak mau sayang, aku sudah mengantuk.. besok pagi saja ya.."


"Hm, ya sudah baiklah.. ayo kita tidur.."


Mereka memang tidak mandi setelah melakukan kegiatan panas tadi, namun mereka harus tetap mengenakan piyama nya seperti sedia kala.


💐💐💐💐💐


Malam panjang belum usia, di kamar sebelah Kyara terbangun mungkin saja mengigau.


Dia berjalan sempoyongan akibat kantuk yang mencengkram kedua matanya. Melangkah keluar kamar dan masuk lagi ke dalam kamar orangtuanya.


"Papah.. papah.. papah.." suaranya serak parau, dengan rasa kantuk yang enggan pergi Kyara segera naik ke ranjang dan tidur di atas tubuh Sagaara yang kekar.


"Ah!" sontak saja Sagaara terkejut saat merasa di tindih, ia membuka kelopak matanya dengan paksa. "Kyara?" kenapa dia tidur disini?


Wajah manis Kyara benar-benar seperti Vely.


"Kyara sayang.." Sagaara mengelus lembut punggung kecilnya, "Kyara?" tak ada respon, "Vely.."


"Hm?"


"Pergilah untuk tidur di kamar Henry, disini biar aku dan Kyara yang tidur."


"Kyara?" Vely terpaksa membuka kedua matanya, mengusap mata dengan pelan. "Kenapa bisa kemari?"


"Aku tadi lupa mengunci pintu kamar, sudahlah ayo cepat sebelum Henry terbangun."


"Emh.. iya.."


Segera Vely menyusul tidur di kamar sebelah dengan anak lelakinya usia mencium wajah Kyara.