Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.18


Vely


merintih kesakitan, rahang nya memerah akibat di cengkram sekuat itu oleh tuan


muda Sagaara.


"Tuan.."


suara nya sedikit parau.


"Apa?"


cengkraman tangan nya semakin kuat, membuat Vely melakukan apapun agar dapat


lolos dari nya.


Tangan gadis


itu bergerak, memukul dada bidang Gaara. Gerakan tubuh Vely yang sudah tak


karuan lagi hingga membuat nya tak sengaja jatuh terjerembab ke lantai.


Gaara yang


terkejut mendapatkan tarikan dari Vely, dia meraih kepala Vely agar kepala


gadis itu tak membentur lantai dengan begitu kuat nya.


Membiarkan


tangan kekar nya yang menjadi tumpuan, posisi mereka jatuh sangat menguntungkan


Gaara.


Pria itu


menyeringai, lalu mengunci kedua tangan Vely ke atas.


Vely


terbelalak, "Lepaskan saya.." menggeliat ke sana ke mari.


"Tidak


bisakah kau diam saja, hei kau upik abu!" Gaara membelai wajah Vely,


membuat wajah gadis itu merona merah, "Asal kau tahu saja ya.. banyak


gadis cantik yang rela antre agar bisa menikmati tubuh ku!"


"Itu


artinya, tuan adalah pria murahan!"


Gaara


mengernyit kesal, "Selain wajah mu yang jelek, ternyata mulut mu juga


tidak pernah di didik ya?"


"Mulut


saya sama sekali tidak ada hubungan nya dengan wajah saya, tuan Sagaara yang


mengatakan nya sendiri kan? Banyak wanita cantik yang rela mengantre agar bisa


menikmati tubuh anda! Bukan kah saya mengatakan yang sebenarnya?" Dasar


kau, lelaki tidak tahu malu!


Gadis ini


benar-benar menarik!


Gaara


mendadak berubah, dengan cepat dia melepaskan Vely.


Rani, maaf


aku hampir saja meng khianatimu!


"Pergi!


Lebih baik kau tidur di kamar tamu, tapi awas saja jika kau berani melarikan


diri!"


Dengan cepat


menuruni anak tangga dengan cepat, jantung nya bahkan sudah seperti di buru.


Berdetak


kencang, uuh menyebalkan sekali sih si tuan muda Sagaara itu!


"Nona?"


seru Nan menyapa, "Nona kenapa berlari seperti itu?"


Vely yang


sudah berada di lantai 1, dia berpegagan pada pinggiran tangga. Mencoba


mengatur nafas nya yang tersengal lalu tersenyum pada Nan sembari menggeleng.


"Aku


tidak apa-apa.. em?" bingung, tidak kenal dengan pelayan wanita itu.


"Nama


saya Nan, nona.. saya kepala pelayan di vila ini, apakah nona membutuhkan


sesuatu?"


"Oh


Nan, begini.. tuan muda memintaku untuk tidur di kamar tamu. Apakah kau tahu di


mana tempat nya.."


"Nona tidak


perlu khawatir, kamar tamu tidak jauh.. mari saya antar.." ucap Nan


sembari menggerakan tangan nya dengan sopan.


Vely


mengikuti langkah kaki Nan, membiarkan nya menuntun diri nya agar bisa sampai


ke kamar tamu.


Sekitar 4


meter, Vely dapat melihat pintu bercat coklat muda yang tertutup rapat.


"Nona,


ini kamar tamu nya.. apakah nona membutuhkan hal yang lain nya?"


Vely


menggerakan tangan nya ke kanan dan ke kiri, "Tidak, Nan.. terimakasih ya


sudah menunjukkan ku kamar tamu nya. Sudah malam lebih baik kau beristirahat


lah juga.."


"Baik


nona, selamat malam.."


"Malam.."


Vely segera membuka pintu kamar tamu tersebut, dinding ruang kamar yang


berwarna putih deo.. "Wah cantik sekali warna nya? Indah nya.."


Aaah tidak,


tidak! Vely


menggeleng, "Bukan saat nya untuk kagum.. dasar bodoh kau, Vely!"


Protes nya


di lanjut besok saja ya nona Vely, malam sudah larut lebih baik kau istrirahat


saja, himpunlah tenaga mu dengan baik agar bisa berhadapan dengan tuan muda


Sagaara yang super nyelekit sakit kalau bicara.