Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.64


Malam hari usai makan malam, Gaara memeluk Vely dengan penuh kehangatan. Menjadikan tangan kirinya sebagai tumpuan untuk kepala Vely lalu Gaara menggunakan tangan kanannya untuk membelai lembut rambut panjang  nya.


 


"Kau lelah?" Gaara membuka suara.


 


"Suamiku yang paling mengetahuinya.." Vely memejamkan kedua matanya saat Gaara mengecup mesra keningnya.


 


Kenapa aku tak bisa melepaskan mu?  Kenapa kau selalu mengusik fikiran ku?


 


Gaara terlalu sibuk dengan seribu pemikiran di kepalanya, sampai-sampai tak mendengar suara ketukan pintu kamar.


 


"Kau mau kemana?" Gaara menahan Vely yang hendak bangun.


 


"Ada yang mengetuk pintu.." Gaara mengernyit, terdengar helaan nafas kesal dari mulutnya. "Aku tidak bohong."


 


Sekali lagi suara ketukan pintu pun terdengar.


 


Gaara segera duduk, "Biar aku yang membukanya.. kau tunggu saja di sini." mengusap pucuk kepala Vely.


 


Siapa yang sudah berani menggangguku Pintu kamar pun terbuka, "Nan?"


 


"Maaf tuan saya mengganggu waktu istirahat anda, tetapi di bawah tuan Ars sudah menunggu.."


 


"Ars?" Gaara mengerutkan keningnya.


 


Nan mengangguk, "Benar tuan.."


 


Ada perlu apa dia malam-malam datang ke vila.. Gaara segera keluar dan menutup pintu kamar tanpa menoleh terlebih dahulu.


 


***


 


"Ars, ada apa? Tidak bisakah kau menemui ku besok pagi saja di kantor?" duduk di atas sofa dengan raut wajahnya yang kesal.


 


Ars segera memberinya bow, "Maaf tuan.. tetapi ada kabar buruk yang harus segera saya beritahukan kepada tuan muda.."


 


"Kabar buruk?" Ars mengangguk pasti, "Apa, cepat katakan!" sudah tak sabar ingin mendengar.


 


"Damian melarikan diri!"


 


"Apa!!" pekik Gaara yang terkejut bukan main, begitu geramnya hingga mengepalkan tangan sekuat mungkin. Tangannya langsung berayun memukul meja kaca hingga retak.


 


"Bedebah, berani sekali manusia hina itu kabur melarikan diri!!" lanjut Gaara.


 


"Benar tuan dan menurut informasi yang saya terima dari agen B, Damian kabur atas bantuan William!"


 


"Brengsek!" sekali lagi dia memukul meja kaca, "Ini pasti ada hubungannya dengan upik abu!"


 


 


"Tutup mulutmu!" langsung berdiri, menatap Ars dengan penuh amarah. "Dia istriku!" kalimat istriku itu terdengar lantang dari dalam mulutnya, dan menggema memenuhi ruang kerjanya.


 


"Dia istriku, dia istriku!!" melangkah mendekati Ars lalu mencengkram kuat kerah kemejanya, "Cepat cari solusi agar aku bisa menyembunyikan nya dari 2 pria sialan itu! Upik abu itu istriku, tidak ada yang boleh merebut mainan ku!!"


 


"Tuan mohon tenangkan lah fikiran anda.."


 


"Aaaaa..." melepaskan cengkraman, "Sial, sial, sial!!" memukul udara berkali-kali. "Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa?" malah membentak Ars tanpa alsan yang jelas.


 


Anda telah jatuh cinta tuan.. Hanya saja anda tidak menyadarinya.


 


"Ars kenapa kau diam, cepat bantu aku!"


 


Lalu duduk lagi dengan kesal, melipat kaki dan memijit keningnya.


 


"Tidak ada yang boleh mengambilnya dariku, tidak boleh.. kau tahu kan jika upik abu itu istriku, aku sudah menikah dengannya.."


 


"Hanya 3 bulan!"


 


Deg!


 


Matanya membulat sempurna, yang namanya emosi apapun bisa di lakukan tanpa sadar.


 


Gaara beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju laci meja, mengambil surat kontrak pernikahan.


 


Tangannya merobek benda tipis yang di bubuhi tanda tangan, robek hingga menjadi serpihan kecil dan membuangnya ke tong sampah.


 


"Dia istriku, Ars cepat katakan padaku.." sudah seperti orang gila, "Dia istriku kan? Ars cepat katakan seperti apa yang ku katakan padamu barusan!!"


 


"Nona Lovely istri sah anda.."


 


"Benarkan dia istriku, istriku.. haha.." mengelus dadanya dimana jantung hatinya telah berdebar bahagia.


 


Gaara melenggang pergi dari ruang kerja dan segera menapaki anak tangga menuju kamarnya.


 


Membuka pintu kamar dengan tergesa.


 


Eh ada apa dengannya? Kenapa terlihat tak biasa.. gumam Vely.


 


Gaara merengkuh tubuh mungil Vely dan menindihnya.


 


"Kau milikku, hanya milikku.."


 


Vely memejamkan kedua matanya saat Gaara memulai aksinya, menggagahi nya dengan begitu mengagumkan.