
Tuan muda yang sudah mengenal cinta sekarang dia faham apa saja yang harus di lakukan seorang Arsya.
"Belilah bunga mawar merah, dan sebuah cincin untuknya.. tidak perlu bertanya kenapa.."
Ars mengangguk, dia mencatat dua hal itu di memo hp nya "Baik tuan.."
"Setelah itu berikanlah padanya dengan romantis."
uh wajah Ars langsung merona, Sepertinya tuan sekarang sudah cinta mati pada nona, jika tidak.. bagaimana mungkin tuan muda bisa tahu hal yang seperti ini.. aku penasaran apalagi yang pernah tuan berikan pada nona.
"Hei kenapa kau melamun? Singkirkan tatapan mu itu dariku!" Sagaara menjadi geli dengan tatapan polos seorang Ars.
"Mm.. maaf tuan.."
"Pergilah ke toko bunga XX di perempatan jalan S, pemilik toko disana bisa membantu mu untuk menemukan bunga yang tepat.."
Ars mengangguk, "Baik tuan, saya akan segera pergi kesana sekarang juga -"
"Enak sekali kau! Jam istirahat sudah habis, ini jam kerja, bukan waktunya pacaran.. selesaikan dulu semua pekerjaan mu baru boleh pergi."
Memalukan, bahkan sampai di nasihati seperti ini.. pekik Ars merutuki kebodohannya.
Mmm... Ars, tolong maafkan author mu yang terlalu semangat ya ðŸ¤
"Baik tuan, saya kembali ke kantor dulu untuk menyelesaikan laporan bulanan."
"Masih belum selesai?"
"Sedikit lagi tuan, secepatnya sore ini akan masuk ke meja tuan muda."
"Hm.. lakukan pekerjaan mu dengan baik, ingat jangan menyangkut pautkan cinta dan pekerjaan."
Tuan muda kau harus menjelaskan semua tentang kiat atau pun cara romantis mengenai cinta dengan lebih detail, atau dia akan salah faham lagi 🙈
***
Kembali ke kantor, Ars segera masuk ke dalam lift khusus yang langsung tertuju di lantai teratas tempatnya bekerja.
Wajahnya kembali kaku seperti biasa, tepat seperti apa yang di katakan oleh si tuan muda Jangan menyangkut pautkan cinta dan pekerjaan.
Ting!
"Selamat siang tuan.." kedua asistennya menyapa ramah.
"Hm.."
Suaranya datar serta sorot matanya berubah dingin, tak seperti yang sebelum-sebelumnya.
Mm.. ku fikir Ars telah salah faham dengan maksud tuan mudanya tadi.
"Bawa laporan akhir bulan ke ruangan ku, sekarang!"
"Baik tuan.." jawab Mina, sedangkan Liora dia masih sedikit bingung dengan perubahan sikap Ars yang mendadak.
Hari ini sikapnya berubah-ubah.
"Jika kau punya waktu untuk melihatku.." Ars mendekat ke meja Liora dan membuatnya gugup, "Kerjakan tugasmu!" lalu melihat tumpukan berkas di atas meja, dia meraih selembar dan mengoreksi nilainya, "Perbaiki, kau salah meletakan tanda titiknya."
Eh? "I-iya tuan.. baik.."
***
Laporan bulanan yang di bawa Liora masuk ke dalam ruangan sekretaris, dia sedikit gugup.
"Tuan, ini laporan bulanan yang tuan minta.. saya taruh di meja."
Ars mengangguk, "Keluarlah.."
"Baik tuan.." Kenapa aku merasa sikapnya lebih dingin ya?
Liora segera keluar dari ruangan itu sedangkan Ars harus kembali menyelesaikan pekerjaan utamanya.
Dengan kemampuannya yang seperti itu memang tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.
Matanya yang jeli dan tajam benar-benar tak melewatkan sedikit pun kesalahan, jika ia menemukan kesalahannya maka habislah dua asisten itu akan ia marahi.
Usai memeriksa dan memastikan dengan yakin semua laporan itu sudah benar, Ars segera mengantarkannya masuk ke meja CEO.
Pekerjaan ku sudah selesai, sekarang waktu yang tepat untuk membelikannya bunga dan cincin.