Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.9


Bola mata


indah Lovely bertemu dengan mata dingin tuan Gaara, membuat jantung nya semakin


bedetak kecang. Parah, sudah seperti angin tornado yang mengobrak-abrik kan


segala sesuatu nya.


"Emh!"


Lovely mengernyit saat kedua tangan nya di cengkram ke belekang tubuh nya,


"Lepaskan!"


"Kau


hanyalah upik abu, gadis rendahan yang tak bermartabat! Kau harus tunduk pada


ku!" sorot mata tajam nya tiba-tiba saja mengingat kan Lovely akan


tangisan Rani.


Lovely


menggigit kuat bibir bawah nya, Meskipun sakit, aku harus bisa menahan nya


demi Rani, kak Damian, dan juga perusahaan paman.


Lovely


menunduk kan wajah nya, semenit kemudian dia kembali mengangkat pandangan nya,


bersitatap dengan tuan muda kejam. Lovely menatap nanar pada nya.


"Maafkan


saya tuan muda.. maaf kan atas kebodohan saya tadi." ucap nya dengan


lirih.


Senyum


kemenangan tersuguh jelas di bibir Sagaara yang ketus dan nyeletuk kalau


bicara, selalu menyakitkan, emmeesshh..


"Hmph!"


dia mendekatkan bibir nya ke telinga Lovely, "Aku adalah satu-satunya orang yang harus kau patuhi, selama aku masih hidup di muka bumi ini maka kau


adalah pelayan ku. Mati yang artinya, sampai kapan pun kau tak akan pernah


lepas dari statusmu, upik abu! Camkan itu baik-baik!"


Bruk!


"Aw!" sakit sekali.. Lovely mencoba untuk menahan air mata nya, meskipun


pelupuk mata indah nya sudah di penuhi dengan genangan air mata.


Gaara


menjatuhkan tubuh Lovely dengan kuat, membuat gadis itu tersungkur kesakitan di


atas lantai.


"Camkan


itu baik-baik!" tanpa membalikan badan, Gaara hanya menoleh ke kiri.


"Ars.."


Ars


mengangguk, dia segera mendekat untuk memberikan sebuah goodie bag. Gaara


menerima nya dengan tangan kiri lalu melemparkan benda itu tepat di hadapan


Lovely.


Lemparan nya


teronggok sedikit keluar.


"Pakai


gaun itu, nanti malam jam 7 Ars akan menjemput mu!" tangan nya menggantung


di udara, Ars dengan cepat memberi nya sapu tangan.


Seorang tuan


muda, merasa jika diri nya telah menyentuh seorang rendahan seperti upik abu


maka nasib nya akan sial 7 turunan.


Gaara


memebersihkan tangan nya dengan kain kecil berbentuk segi empat itu, lalu membuang


nya ke udara. Jatuh tepat di atas kepala Lovely. Gaara bergegas pergi


meninggalkan ruangan VVIP tersebut dengan langkah angkuh nya.


Pria itu


baru saja menunjukkan betapa kejam dan betapa egois diri nya itu. Hanya dia


yang boleh menghina dan menghardik orang lain, dia adalah sang penguasa, tak


ada yang berani mengusik nya!


Setelah


kepergian Sagaara, Ars mencoba untuk membantu Lovely dengan mengukurkan tangan


nya. "Biarkan saya membantu anda, nona Lovely."


"Terimakasih


tuan Ars.."


Gadis itu


menerima uluran tangan Ars, dan segera berdiri tegap di atas kedua kaki nya.


"Apakah


anda terluka?"


Lovely


menggeleng, "Tidak, tuan.. saya baik-baik saja. Em tuan bisakah kita


pulang?"


Ars


mengangguk, "Baiklah jika nona ingin langsung pulang, saya yang akan mengantar


nona.."


Lovely


mengangguk dalam diam, gadis itu segera mengikuti langkah kaki Ars dari


belakang sembari mengusap air mata nya.


Bersabarlah


hei kau Lovely, ingat paman sudah banyak berkorban untuk mu! Demi Rani dan juga


kak Damian.. seru hati


Lovely.


Hai salam


kenal ya , hehe.. semoga sehat selalu