
Votte nya dong, kan pengen menang juga 😣
###
Vely yang iseng pun langsung mengabadikan momen langka itu, dia mengeluarkan hp dari dalam tasnya dan segera memvideonya.
Dia terkekeh melihat suaminya yang protes, Haha.. jarang-jarang kan bisa melihatnya seperti ini.
Merasa kasihan akhirnya dia pun mendatangi mereka berdua, dan menjadi penengah.
"Sayang?"
Sagaara menoleh, "Tunggu sebentar, pak tua ini tak mau memberiku es kelapanya."
"Sudahlah tidak apa-apa, ayo kita pergi kesuatu tempat yang lainnya.." lalu menatap penjual es itu, "Tolong maafkan suamiku, pak.."
"Ya sudah tidak apa-apa.."
"Sayang, ayo.." namun Sagaara masih bertahan di tempatnya, dia tak bisa menerima jika dirinya tak bisa memenuhi keinginan istrinya. "Sayang ayo.." Vely menarik paksa tangan Sagaara hingga akhirnya pria itu harus merelakannya.
Sepanjang mereka menapaki kaki di pesisir pantai, Sagaara hanya diam saja tidak tahu kenapa tapi sepertinya kejadian tadi membuat moodnya rusak.
"Sayang, kau kenapa? Itu kan hanya soal es kelapa saja.. lagi pula jika es kepalanya sudah habis kita juga tak bisa memaksanya kan?" Vely mengusap rambut suaminya dengan di iringi sebuah senyuman manis.
"Sudah ya.. jangan sedih lagi, ayo kita foto dulu.." tangannya menggantung di udara, "Pakai hp mu saja ya.."
"Hm.." kali ini hp tuan muda menggunakan password, "Sayang, kenapa pakai pass -"
"Password nya tanggal lahir mu.."
"Ah.." Vely cukup terkejut senang mendengarnya, Kapan dia memasang password di hp nya? Dan lagi pakai tanggal lahir ku..
Setelah Vely mencoba memasukan passwordnya, ternyata sukses. Langsung saja dia mengklik aplikasi kamera dengan menggunakan kamera depan.
"Sayang, ayo lebih dekat lagi.."
Wajah tegas nan tampan seorang tuan muda, dan wajah manis seorang nona muda wah sungguh mereka begitu serasi.
"Jadikan wallpaper.." seru Sagaara.
"Kau yakin?"
"Kenapa tidak yakin?"
Wajah Vely sudah merona merah tuh, "Ba- baiklah sayang.." penyetelan wallpaper pun selesai, "Sayang ini hp mu.."
"Terimakasih sayang, terimakasih.."
"Terimakasih di bibir saja tidak akan cukup, nona muda sayang.."
"Oh, tidak!" saat Vely mau melarikan diri dengan cepat Sagaara menggendong nya dengan gaya bridal style.
"Terlambat untuk kabur."
"Aaa sayang, turunkan aku! Turunkan.. atau aku akan berteriak..
"Teriak? Haha.. coba saja kalau kau berani.."
Tuan muda membawanya ke dalam air, lalu melemparnya hingga tercebur bersama.
"Aaa sayang.. kau jahat.."
Seharian mereka bermain air, berenang bersama. Uh senang dan bahagianya menjadi seorang Lovely.
Hidupnya sekarang di penuhi cinta dari sang tuan muda, yang mana saat di awal pernikahan dirinya di perlakukan dengan tidak baik. Bahkan pernah di katai siluman.
Kesabaran dan kelembutannya sekarang telah berbuah manis. Cinta yang di dapatkan nya begitu besar.
Saat tubuh mereka saling berhadapan, dan bibir mereka yang hampir beradu tiba-tiba saja Vely merasa mual.
"Heump!!" dia memalingkan tubuhnya, "Heump!!"
"Sayang, kau kenapa?" kan lihatlah si tuan muda itu sudah mulai panik.
"Tidak tahu sayang, tiba-tiba saja mual.."
"Ayo, kita pulang!"
***
Sepanjang perjalan pulang sungguh membuat Vely tak nyaman, perutnya sudah seperti di aduk.
"Heump! Sayang hentikan mobilnya.. aku ingin muntah."
Mobil yang sedang berada di keramaian jalan, mau tak mau Sagaara terpaksa menepikan mobilnya.
Segera Vely membuka pintu mobil dan berlari menuju tepi jalan. Dia muntah tapi tak ada yang keluar, tapi perutnya serasa ada yang bergerak.
"Sayang kau kenapa? Ayo kita kerumah sakit!"
"Tidak, tidak!" bersikeras, "Aku tidak apa-apa.. hanya masuk angin saja. Percayalah sayang.."