Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.56


Rutinitas pagi ya seperti biasa, saat tuan muda Sagaara mandi maka Vely yang akan mengkeramasinya.



Shampoo yang baru saja di beli tuan muda saat mereka berbulan madu di kota Liu-Liu, kemasan shampoo merk XXX yang terlihat mewah.


"Pakaikan sedikit saja, jangan terlalu banyak..". seru tuan muda memerintah nya.


"Iya.." begitu mengagumkannya pesona Gaara dan juga ketampanan nya membuat Vely melamunkan hal-hal yang indah, sampai tidak ingat jika shampoo yang di tuangkan ke rambut Gaara ternyata terlalu banyak.


Dengan lembut Vely memainkan jemarinya memijati kepala Gaara, busa yang dihasilkan pun terlalu banyak.


Eh, kenapa busanya sebanyak ini ya?


"Ada apa, kenapa berhenti memijat?"


"Em.. suamiku, maaf sepertinya aku terlalu banyak menuang shampoo nya kerambut.."


"Apa!!" bangun dan segera beranjak dari bath up, membuat benda pusaka nya ter-ekspos sempurna.


Vely yang gugup itu pun segera memalingkan wajahnya, antara gugup dan cemas.


Gaara menuju shower, memutar keran air dan membiarkan guyuran air itu membilas rambut dan sekujur tubuhnya.


Selesai membilas, Gaara langsung berdiri menatap cermin besar yang tak jauh darinya.



Nb : Aaaah visual gambar yang sulit di artikan 🤭😂😂😂


_____________


"Kau membuang setengah dari isi shampoo ku hanya untuk sekali mandi?" Gaara menggeleng, kesal sekali ingin rasanya marah.


Vely hanya menundukan pandangannya, "Maafkan aku, suamiku.."


"Kau pikir kata maaf saja cukup?"


Gaara mengambil langkah lebar dia menarik pinggang ramping Vely.


Sebelum pria itu mengatainya, terlebih dahulu Vely menyerangnya.



Mengecup bibir Gaara dan segera berlari kecil keluar kamar, dengan wajahnya yang sudah semerah tomat.


Dirinya tersenyum, usai mandi seperti biasanya juga Vely sudah menyiapkan pakaian Gaara yang akan dipakainya.


"Suamiku, ini pakaiannya.."


"Pakaikan.." Gaara melepas handuk itu dari tubuhnya, sungguh roti sobek yang sempurna.


Memperlihatkan benda pusaka yang masih tertidur, "Ti- tidak, pakailah sendiri.." memalingkan wajah.


"Kau membantah?"


"Bukan begitu.. ta- tapi.." rasa-rasanya sebentar lagi akan ada asap yang keluar dari kedua telinganya.


"Cepat pakaikan, tidak perlu malu bukankah aku pernah mengatakannya? Kau harus terbiasa dengan keadaanku yang seperti ini, dan lagi... bukankah semalam kau juga menikmatinya?"


Haaaaahh 😖😖😖


Ingatannya kembali segar, bagaimana caranya Gaara yang begitu indah saat menggagahinya.


"Cepatlah, kau membuang waktuku.."


Ragu-ragu Vely mengangguk, dia membawa setelan jas putih lengkap dengan pakaian dalamnya.


Tangannya bahkan gemetaran saat memakaikan pakaian dalam Gaara, wajahnya bahkan sudah sangat merah.


Dasar tidak tahu malu.. umpat Vely didalam hati.


5 menit kemudian Vely selesai juga memakaikan Gaara pakaian, "Sudah.."


Vely mengambil jarak selangkah kebelakang, membuat Gaara menggerakkan telunjuknya di udara, "Kemari.. siapa yang menyuruhmu menjauh?"


Bola mata indah Vely di tatap selekat itu oleh mata tajam dan dinginnya seorang tuan muda Sagaara, "Berikutnya harus lebih baik lagi.."


Gaara menabrakkan bibirnya di bibir Vely, membuat wanita itu membuka mulutnya, Gaara mulai memasukan lidahnya dan mengabsen rongga mulutnya.


Ciuman panas pun berakhir, "Ayo, sudah waktunya untuk sarapan.."


***


Untuk sarapan kali ini Gaara hanya ingin bubur, alasannya sih karena Vely masih dalam masa pemulihan. Jadi, dia tidak ingin jika perut Vely di isi dengan makanan berat terlebih dahulu.


"Duduk dan habiskan sarapan mu.."


"Iya.."