Contract Marriage

Contract Marriage
Arsya (2)


Coklat dan bunga itu bukanlah ide yang buruk, karena tuan Ars sedang senang jadi dia memperbolehkan Mina untuk pulang lebih awal.


"Ingat, jangan biarkan hal ini diketahui oleh siapapun.. kau sendiri juga faham kan seperti apa tuan muda?" ngomongnya tuan muda, lah tapi itu yang merona samar kan wajahmu Ars 🙈


Oh begitu memalukannya kah jika kau mengakui perasaanmu kepada seseorang? Biarkan saja Mina tahu, mungkin saja dia bisa membantu mu.


"Pulanglah lebih awal dari biasanya, tak perlu bertanya apa alasannya.."


"Benarkah?" senang, "Baik tuan, terimakasih.. saya berjanji tidak akan membocorkannya kepada siapapun.."


Setelah memberikan bow Mina pun segera keluar dan menutup kembali pintu ruangan Ars dengan rapat.


Dirinya sudah menyiapkan jawaban jika ternyata Liora akan menanyakan apa yang sudah terjadi di dalam.


"Mina?"


Benar kan, Liora sudah penasaran "Apa yang terjadi?"


"Tuan Ars memintaku untuk merevisi beberapa laporan keuangan di bulan kemarin.. hanya itu saja, oh ya maaf Liora hari ini aku tak bisa kerja full time.."


"Kenapa?"


"Ibuku baru saja menelefon, dia minta di antar ke rumah sakit untuk cek up."


"Hm.. ya baiklah tidak apa-apa, Mina hati-hati di jalan.."


Mina tersenyum sembari mengangguk.


***


Ars baru saja keluar dari ruangannya, 2 meja asisten itu sudah kosong mengingat ini adalah jam istirahat kantor.


Masuk ke dalam lift dan menekan sebuah angka yang akan membawanya ke area parkir VVIP.


Kalian tahu dia kemana?


Kemana lagi jika bukan mencari bunga dan coklat seperti apa yang dikatakan Mina tadi pagi padanya. Berharap ini akan menjadi sebuah kejutan yang manis.


Ars segera masuk ke dalam mobil, menyalakannya dan segera tancap gas menuju toko bunga.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tumben?


Ya mungkin saja karena hatinya sedang berbunga-bunga. Setengah jam kemudian dirinya pun sampai juga di depan toko bunga yang besar.


"Selamat datang di toko Aura, tuan.. silahkan.." pemilik toko itu menyambutnya dengan ramah.


"Aku ingin beli bunga."


"Boleh, silahkan tuan memilihnya ingin bunga apa?"


Ars terlihat bingung, kan tidak mungkin juga jika dirinya mengatakan bunga untuk menyatakan perasaan, haha hal itu mustahil akan terjadi jika mengingat sifat Ars.


Dia pria yang penuh dengan rasa gengsi tapi ingin..


"Tuan?"


"Mm.. aku mau lihat-lihat dulu.."


Pemilik toko itu kembali tersenyum, "Iya baiklah tuan, silahkan.." tangannya bergerak sopan mempersilahkan.


Ars masih di sibukan dengan banyak pilihan warna dan bentuk bunga, dirinya jadi bingung sendiri.


Haruskah bertanya pada nona muda? Ah tidak, ini akan menjadi hal yang sangat memalukan baginya.


Aibnya akan diketahui tuan muda jika hal itu terjadi.


Sialan, kenapa memilih bunga saja sampai sesulit ini? Bahkan Mina saja tak mengatakannya.


Ars menoleh kesana kemari menatap bunga-bunga itu, siapa yang akan menduga jika dia akan memilih bunga yang seperti itu?


Dengan senang dia mengambilnya, lalu membawanya ke meja kasir.


"Rangkai.."


"Baik tuan, mohon untuk menunggu sebentar.."


Bunga kamboja ini, mau di rangkai untuk siapa?


Tapi kasir itu tak berani bertanya saat melihat wajah dingin Ars. Dia tak pernah memasang wajah hangatnya.


10 menit kemudian..


"Tuan, ini bunganya sudah selesai."


"Berapa?"


"75.000 tuan.."


Ars mengeluarkan uang 100.000, "Ambil saja kembaliannya.."


"Baik tuan, terimakasih.."


Ars entah apakah Liora akan senang saat mendapatkannya. Pokoknya berjuanglah sekuat tenaga ya... 🤭🙈


###