Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.26


Ma- mau apa


dia? Eh, kenapa dia malah naik ke atas ranjang?


Vely mulai


resah, dia melirik selimut di dekat nya dan saat mau menarik selimut itu,


dengan cepat Gaara melempar selimut nya ke lantai.


Pria itu


menyeringai iblis, seluruh bulu kuduk Vely mengembang sempurna.


"Tuan


muda mau apa? Ja- jangan mendekat!"


Sagaara,


pria yang sangat suka sekali menggoda si upik abu itu.


Tangan nya


membelai lembut wajah polos Lovely.


"Mau


apa?" Gaara menyeringai lagi, lalu mendekatkan bibir nya ke telinga Vely,


hembusan nafas nya sangat hangat. "Tentu saja meminta hak ku sebagai suami


mu."


Deg!


Aaaa lagi-lagi


rona merah itu menyembul sempurna di wajah Vely. Jantung nya semakin kuat


berdebar-debar.


"Bukan


kah kita sudah resmi menjadi suami istri, hm?" jemari nya bergerak


menyentuh kancing kemeja Vely.


"Ja-


jangan!!" menepis, lalu menghindar.


"Haha!"


mulailah pria itu tertawa jahat, mata nya begitu dingin menyiratkan sebuah


hasrat yang tak bisa di bendung. Gaara menarik tangan Vely, merebahkan tubuh


nya tepat di bawah kungkungan tubuh kekar Gaara.


"Jangan!"


Vely memejamkan mata nya, tak ingin melihat wajah mengerikan itu.


Tak!


"Aa!"


Vely mengernyit kesakitan saat telunjuk Gaara menyentil kening nya dengan kuat,


hingga meninggalkan bekas merah. Uuh sakit! Kenapa dia melakukan nya?


"Upik


abu seperti mu, kau fikir aku akan tertarik untuk menyentuh gadis ber-dada


rata!" menunjuk 2 gunung kembar Vely, lalu segera beranjak dari posisi


nya. Duduk di tepi ranjang sembari menyisir rambut nya dengan jemari tangan.


"Cepat, siapkan makan malam!" melirik Vely dengan ekor mata nya.


Sumpah demi


apa pun, Vely sudah sangat mendidih. Wajah nya merah padam. Dia mengepalkan


tangan nya dengan erat. Lalu dengan kuat nya lagi dia menghembuskan nafas nya. Hah!


"Kenapa,


kau kecewa karena aku tidak jadi menyentuh mu?" tangan nya menepis kaki


kanan Vely, "Kau tidak dengar, tadi aku menyuruh mu apa?"


"Si-


siapa yang kecewa? Saya sama sekali tidak kecewa." turun dari ranjang,


kemudian melangkah cepat meninggalkan kamar menuju ruang makan, meninggalkan


Gaara yang hanya menampakan senyum tipis nya.


***


Di meja


makan malam, nona dan tuan muda sudah duduk manis di tempat nya masing-masing.


"Nan,


pergilah bersama pelayan yang lain nya.. biarkan nona muda kalian yang melayani


ku.."


Apa? Vely sedikit protes.


"Baik,


tuan.." seru Nan dengan hormat, dan segera pergi dengan pelayan yang lain


nya.


Gaara


mengetuk jemari nya di atas meja, melakukan hal itu sembari menatap Vely lalu


menaikan satu alis nya.


Gadis polos


itu langsung memfokuskan pandangan nya pada menu makanan yang sudah terhidang di


atas piring nya.


Jangan di


lihat, dia orang mesum!


"Ehm!"


berdehem sekali, namun tak di gubris oleh Vely. "Hei kau, upik abu cepat


suapi aku!"


Apa! Menyuapi nya? kerutan di


kening Vely membentuk tipis.


"Kenapa


melihat ku seperti itu? Keberatan?" Gaara menuding tepat di wajah polos


Vely, "Bukankah semua tugas mu setelah menjadi istriku, sudah tercatat di


dalam surat kontrak?"


Hah,


benarkah? Kenapa aku tidak tahu?


"Apa?


Aaaah benar, kau bahkan menandatangani nya sebelum membaca surat kontrak itu?


Haha, kau ini selain upik abu yang jelek, ternyata kau juga bodoh ya!"


Di bawah


kolong meja, tangan Vely sudah mengepal erat di atas pangkuan nya.