
Saat Liora masih mengatur nafasnya yang dipenuhi emosi, Ars menoleh ke suara pintu dan berdiri.
Begitu juga dengan Liora yang langsung mengambil sikap.
"Nona?" seru Liora dan mendekat.
"Liora, aku merindukan mu.." berpegangan tangan tapi tak jadi karena Sagaara menariknya, "Kau bilang apa barusan? Kau tidak boleh merindukan orang lain!"
Dasar manusia aneh! Seru Ars di dalam hati untuk tuan muda tapi dia tak sadar diri jika ternyata perasaan asing yang tumbuh di hatinya juga sudah membuatnya menjadi pria aneh.
Ars, sepertinya kau sudah tertular virus cinta dari tuan muda ðŸ¤
"Sayang aku lapar, tadi sebelum jalan kita mau makan bistik.."
"Astaga, maafkan aku sayang.. aku sampai lupa.." menatap Ars, "Kita makan dulu setelah itu baru pergi ke pemandian air panas."
"Baik, tuan.."
***
Dan pada akhirnya mereka pun sampai juga di sebuah resto terkenal yang memang menyajikan menu terlezat, dan salah satu menunya adalah bistik.
"Sayang aku mau bistik jagung."
"Vely.. tadi pagi kau jelas-jelas mengatakan ingin bistik daging, sekarang kenapa berubah lagi."
"Tidak mau, pokoknya aku mau bistik jagung."
Sementara pesanan yang datang ke meja mereka adalah bistik daging, "Katakan pada koki kalian untuk mengganti 1 porsi bistik daging ini dengan bistik jagung.."
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar.." pelayan pria itu segera undur diri setelah memberikan bow.
Nah karena harus membuat ulang bistik nya jadi otomatis perlu waktu lagi untuk memasaknya, dan jadilah Vely kelaparan di ruang makan itu.
"Sayang, lapar.."
"Sabar.. bistik pesanan mu sedang di -"
"Aku mau ini.." Vely mengambil alih bistik daging milik Sagaara, "Sayang untuk ku ya?" aigo imutnya Vely membuat Sagaara tersenyum lalu menusuk pipi Vely dengan pelan, "Aaaa sayang sakit.." mengusap pipi.
"Kau mau makan sendiri atau di suapi?"
Sagaara tak berani menolak permintaan sang istri, karena ia takut jika apa yang baru saja hadir dalam mimpinya barusan berubah menjadi kenyataan.
Adegan romantis itu membuat mata Ars serasa perih, Cih!
Lalu dia mengambil garpu dan pisau, memotong daging menjadi beberapa bagian dan menusuknya dengan garpu.
"Buka mulut mu.." perintah Ars pada Liora.
Apa, apakah dia mau menyuapi ku? "Terimakasih tuan tapi maaf saya bisa -"
"Memangnya siapa yang mau menyuapi mu?" Liora mendelik terkejut, "Buka mulut mu dan segera makan." garpu yang ia pegang mengarah ke tuan dan nona mudanya, "Dengan kau me-melototi mereka berdua apakah kau fikir perutmu itu bisa kenyang?"
Untung saja mereka berada di meja yang terpisah, jika tidak maka tuan muda bisa mendengar obrolan kalian.
"Maaf.." gumamnya dengan lirih dan segera menyantap bistik nya.
Hampir setengah porsi Vely menyantap bistik nya, barulah bistik jagung yang ia pesan datang.
"Tuan, nona.. maaf membuat lama menunggu, ini bistik jagungnya silahkan.."
"Terimakasih.." Vely dan Sagaara.
Pelayan pria itu mengangguk dan segera undur diri.
"Kau mau bistik jagungnya?" tanya Sagaara sembari memotong daging untuk Vely.
Vely menggeleng, "Tidak sayang.."
"Habiskan makanan mu, biar nanti itu untuk ku saja.."
"Iya.."
Kali ini Sagaara harus banyak-banyak bersabar dalam menghadapi tingkah laku Vely selama masa kehamilan.
Pasalnya hormon ibu hamil sewaktu-waktu dapat berubah, selalu tidak menentu.
***
Selepas menyantap bistik tibalah waktunya untuk memanjakan diri di pemandian, senangnya ..