Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.92


Hingga malam menjelang bahkan semua kelompok sudah kembali, tetapi hanya 1 kelompok yang tak bisa kembali.


Hal itu membuat Ars dan panitia serta pihak yang bertanggung jawab menjadi khawatir.


Mereka menelefon kantor polisi dan damkar serta tak lupa juga membawa anjing pelacak yang sudah terlatih.


...


Di dalam hutan, karena matahari sudah tenggelam sempurna serta minimnya pencahayaan membuat Sagaara mengurungkan niatnya untuk terus mencari jalan keluar.


Begitu banyak nyamuk yang mengganggu tuan muda, "Sialan kau nyamuk.. berani sekali kau mengigit ku.. akan ku lenyap kan kau!"


Dasar orang gila, pantas saja suka marah-marah..


Vely membuka rancel nya, meraih korek lalu mengumpulkan semak belukar.


"Hei.. mau kau gunakan untuk apa itu?!"


"Api unggun, supaya kita bisa lebih hangat lagi.."


Cih! Memangnya benda kotor itu bisa di pakai! lirikannya sedang meremehkan.


Dan api pun menyala, "Tuan, kemarilah.. rentangkan tangan anda agar lebih hangat lagi.."


"Hm!"


Vely kembali membuka rancel nya untuk mengambil mantel hangat, begitu juga dengan Sagaara yang mengeluarkan mantelnya.



"Setidaknya kita bisa bertahan dengan ini.."


"Siapa namamu?"


"Vely.."


Sagaara tersenyum samar, lalu tangannya bergerak merangkul bahu gadis itu.


"Kemarilah agar kau lebih hangat lagi."


Eh, kenapa dia menyentuh ku? Vely menatap heran padanya.


"Lihat apa, atau kau ingin yang lebih dari ini?"


"Sembarangan!"


Tersesat di hutan ada juga hikmahnya, karena selama ini tuan muda terkenal sangat sulit di dekati.


Wajah yang saling memandang dengan rona merah yang samar, lalu bibir mereka beradu lembut.


Sagaara menekan lembut tengkuk Vely agar bisa menikmati bibirnya dengan leluasa dan lebih dalam.


Di tengah-tengah keromantisan mereka, terdengar erangan srigala hutan yang kelaparan.



"Tenanglah, aku ada disini jangan khawatir."


Tak lama kemudian terdengar suara pijkan ranting yang patah, di iringi suara erangan binatang itu.


"S- srigala?"


Sagaara meraih tas kecilnya, "Pergi dan bawalah tas ini, di dalamnya ada alat pelindung diri.. jaga dirimu baik-baik.."


"Tapi bagaimana dengan mu, tuan?"


"Pergi, jangan mengkhawatirkanku.. setelah kau berada di tempat yang aman, keluarkan kembang api. Siapapun yang menemukan tanda itu pasti akan tahu posisimu.."


"Aku takut -"


Sekali lagi Sagaara mengecup bibirnya, "Pergi.. pergi.."


Insiden itu membuatnya takut, meskipun seorang lelaki tetapi siapapun juga tak akan ada yang mau mati karena di terkam srigala kelaparan.


"Tuan sadarlah, tuan.. tuan!!"


"Aaah!!" mimpi itu membangkitkan ingatan Sagaara secara perlahan, nafasnya sedikit tersengal.


Ars segera memberinya air minum, "Minumlah dulu tuan..."


"Terimakasih Ars.." meneguk, lalu memandangi sekitarnya. Kamar yang sama saat sebelum dirinya tertidur.


"Tuan bermimpi?"


"Aku tidak apa-apa, Ars jam berapa sekarang?"


"Sudah hampir pagi.."


"Helikopternya bagaimana?"


"Sudah siap tuan, kita akan terbang setelah sarapan.."


"Belikan oleh-oleh untuk istriku.."


Ars mengangguk, "Tuan ingin memilihnya sendiri, atau bagaimana?"


"Biar aku saja yang memilihnya. Tunggulah di luar, aku mau mandi dulu."


"Baik.."


Baju pagi ini sudah di siapkan oleh pihak hotel, jadi mereka tak perlu lagi memikirkan harus pakai baju apa.


***



Senyum hangat mewarnai wajah Sagaara, dia melangkah keluar meninggalkan hotel. Jadwal pagi ini setelah sarapan adalah membelikan kado untuk sang istri.


Nah, Ars.. persiapkan dirimu untuk tingkah laku tuan muda selanjutnya ya, hihi 🤭