
Mobil convertible itu baru saja menghentikan laju mobilnya di depan kantor, Sagaara tak memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
"Selamat siang tuan muda, nona muda.." sapa seorang satpam itu dengan ramah sembari mendorong pintu kaca.
Sagaara hanya mengangguk dan langsung masuk.
"Selamat siang juga, jangan lupa istirahat.." imbuh Vely sebelum melewatinya.
Nona muda ini memang terkenal akan keramahannya, sejak dulu sebelum menikah bahkan hingga saat ini juga.
Keduanya masuk ke lobi, "Sayang.. aku tunggu disini saja ya?" Vely menunjuk sofa yang cukup luas di sudut ruangan.
"Yakin tidak mau ikut?"
Vely mengangguk, "Iya, aku lelah mai istitahat dulu lagi pula tadi kan kau bilang hanya sebentar saja.."
"Hm.. ya baiklah.." mengusap pucuk kepala Vely, "Jangan pergi kemana pun sebelum aku kembali.."
"Iya.."
Vely sudah duduk di atas sofa sementara Sagaara juga sudah masuk ke dalam lift khusus, yang akan membawanya langsung ke ruangan kerjanya.
Di lobi Vely terlihat sedang melipat kaki sembari bermain hp sejenak, lalu dia menguap cukup lebar.
Jika saja ia tak menutupnya dengan tangan, mungkin saja para lalat akan menerobos masuk.
Berbaring di sofa lalu meluruskan badan, aah nyamannya hidup mu ini Lovely. Dinikahi pria tampan dan kaya raya meskipun agak songong dan sok tau tapi dia sungguh-sungguh mencintaimu.
Pintu lift di lobi terbuka, seorang pria baru saja keluar dari tempat itu. Mengedarkan pandangan dan menemukan sosok wanita yang tak lain adalah Lovely.
Lovely? Benarkah ini.. Bram, nama pria itu dia melangkah mendekatinya, "Lovely?"
"Hm?" Vely terkesiap saat menoleh ke sumber suara itu, Bram, kenapa ada disini?
Bram seketika memegang kedua bahu Vely, "Lovely, kau kah ini? Wah aku tak menyangka kau bisa berubah secantik ini.."
"Bram?"
Ting!
Pintu lift khusus terbuka, Sagaara yang baru saja keluar dari lift pun langsung di suguhkan pemandangan yang tak menyenangkan itu.
"Apakah kau tahu, aku menyesal karena telah meminta putus dari mu.."
"Bram tolong lepaskan aku, kumohon jangan berkata seperti itu.. aku sudah menikah -"
"Tidak!" Bram dengan berani mengangkat dagu Vely di hadapan Sagaara yang masih melangkah menuju mereka berdua. "Siapa suamimu, aku akan memintanya untuk menceraikanmu -"
"Kenapa kau menolakku? Saat kuliah dulu kau yang mengejar-ngejarku -"
"Begitukah?" suara dingin Sagaara terdengar gelap, kelopak mata yang turun serta wajah tegasnya seolah sedang memberi ancaman pada mereka berdua.
"Tuan Sagaara?"
Bram mengambil sikap tegap, lalu merapihkan pakaiannya.
"Sayang?" Vely menghamburkan diri di pelukan Sagaara, dia sedikit gemetar.
Sa- sayang?
Bram juga tak kalah terkejutnya saat tahu jika ternyata bosnya itu adalah suami Vely. "Tu- tuan Sagaara?"
Tuan muda sudah mendesis kesal, dadanya seperti bergemuruh bahkan Sagaara merangkul Vely dengan menguatkan cengkraman tangannya di bahu sang istri.
Mm.. sakit!
"Kau ingin aku menceraikannya?" suara dingin itu benar-benar membuat Bram tak berkutik, dia bertekuk lutut di hadapannya.
"Maafkan saya tuan muda, maafkan atas kebodohan saya.."
Lalu Sagaara melirik Vely dengan ekor matanya, "Kau ingin bercerai dariku?"
"Tidak!" kedua sudut matanya sudah basah, matanya membulat saat Sagaara meremas ujung rambutnya dan mendekatkan bibirnya di telinga Vely.
"Apa yang ku lihat barusan? Kau mencoba mengkhianati ku!"
Air mata Vely lolos begitu saja, dia menggigit kecil bibir bawahnya hingga bergetar.
"Sayang ku mohon dengarkan dulu penjelasanku.." Vely langsung terdiam saat melihat Ars yang ternyata sudah berdiri sejak tadi di samping pintu lift.
Pria itu memasang wajah datarnya dan menggeleng pelan kemudian melangkah mendekat.
"Ars, kurung nona muda mu di penjara bawah tanah! Aku yang akan mengurus pria tak tahu diri ini!"
Ars mengangguk, "Baik tuan.."
Sagaara menganggap apa yang baru saja ia lihat adalah sebuah pengkhianatan, dia tak memberi ampunan ataupun toleransi sedikitpun bahkan kepada istrinya sendiri.
###
Nona slow update ya zeyeng🤭
terimakasih sudah memilih novel "Contract Marriage" ini sebagai teman membaca ❤️