
Gaara menyeringai, sungguh luka yang ia gores di hati Vely begitu dalam. Wanita itu memejamkan mata nya saat merasakan sesuatu yang keras berusaha menyeruak masuk ke dalam V milik nya.
"Bukan kah ini terasa sangat nikmat?"
"Emh.." Vely merintih kesakitan saat Gaara berhasil menggawangi nya untuk yang ke dua kali nya, menggigit sudut bibir nya sendiri hingga berdarah tak juga mampu menghentikan aksi buas sang tuan muda Sagaara. Bidap kau!
Usai melepas hasrat nya di pagi hari, Gaara segera menarik diri dari milik Vely dan langsung melangkah masuk ke bath room.
Suara pintu yang di banting, cukup nyaring terdengar menggema memenuhi ruangan kamar presidential itu.
Sementara Vely dia masih menangisi nasib nya yang menyedihkan seperti ini. Harus kah dirinya bahagia karena telah melaksanakan tugas utama nya sebagai seorang istri?
Tak seberapa lama Vely pun beranjak dari tempat nya berbaring, meraih kimono mandi nya. Menoleh ke arah pintu bath room saat Gaara membuka nya.
Wajah nya kembali merona merah, Vely menudukan pandangan nya saat mencoba melewati pria itu.
"Ah!" tubuhnya ikut tertarik saat Gaara meraih pinggang ramping nya. "Tu- tuan?"
"Berhentilah menangis, mungkin saja kau akan membenciku.. tapi apakah kau fikir aku peduli dengan itu semua?" menyeringai iblis, dia tak tahu jika perkataan nya barusan bisa membuat hati seorang wanita hancur, "Kita hanya perlu melakukan kewajiban masing-masing sebagai pasangan suami dan istri. Termasuk hubungan di atas ranjang!"
Dengan mudah nya dia mendorong Vely hingga terduduk di atas lantai, air mata Vely meleleh begitu saja setelah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari suami gila nya!
"Apa salahku!!" tanpa sadar Vely berteriak meluapkan emosi nya, "Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini?" dia menangis hingga tersedu-sedu.
Gaara mengernyit sebal, berani sekali dia meneriaki nya! Dengan cepat tangan Gaara mencengkram kuat rahang Vely.
"Berani sekali kau meneriaki ku, kau fikir siapa diri mu itu, hah?!" balas Gaara membentak membuat Vely tergelak kaget.
Tubuh Vely bergetar hebat betapa pedih nya yang ia alami, di nikahi hanya untuk melampiaskan hasrat seorang tuan muda.
Itu bukanlah alasan yang sebenar nya, bukankah dia di nikahi hanya untuk di jadikan sebagai bahan taruhan?
***
Usai mandi, sepasang suami istri itu berjalan menuju ruang makan yang telah di siapkan hotel X.
Wajah Vely terlihat pucat dengan kedua matanya yang sembab. Tak jauh dari meja makan nya ternyata ada Keanu, pria itu berada di hotel yang sama atas undangan yang di dapatkan nya dari pihak hotel.
Mereka bersitatap cukup lama, Keanu melemparkan senyuman manis nya kepada Vely yang ternyata juga membalas senyuman nya.
Sikap Vely yang seperti itu malah membuat tuan muda sudah seperti kebakaran jenggot saja.
"Bukankah sudah ku katakan, kau tidak boleh memiliki teman pria selain diriku!" sorot mata tajam nya sedang mengancam dan dingin.
Lalu kau anggap apa aku ini?
Vely tak menggubrisnya, fokus menghabiskan sarapan dan segera pergi setelah selesai menyantapnya.
##
hai jangan lupa votte nya ya mamas dan mbak eeee