Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.8


Berjalan


mengikuti langkah kaki Ars dari samping lalu masuk kedalam ruangan VVIP,


ditatap nya ke sekeliling ruangan hanya ada 1 buah meja.


"Silahkan


duduk nona.."


Lovely


mengangguk, dia duduk sendiri di dalam ruangan itu. Sedangkan Ars sudah pergi


keluar.


_____


Pandangan


nya teralihkan saat mendengar suara pintu terbuka, ditatap nya wajah tampan


yang terlihat begitu dingin dan tubuhnya yang begitu sempurna.


Diakah Tuan


muda Sagaara yang akan ku nikahi? Apakah ini hanya mimpi..Tuhan tolong sadarkan


lah hamba-Mu ini.


Mendadak


jantung Lovely berdetak kuat, diri nya terlihat gugup. Dengan cepat rona merah


di wajah nya menyembul keluar.


Ars menarik


kursi untuk tuan nya duduki, "Silahkan duduk tuan muda.." lalu dia


berdiri tegak dibelakang nya. Menatap lekat pada Lovely.


Atmosfer


disekeliling nya berubah menjadi lebih dingin.


Sagaara


duduk dengan angkuh nya, menatap dingin seolah sedang menghina nya. Sorot mata


itu seperti sedang memberitahukan Lovely, siapa sosok pria yang sedang duduk di


hadapan nya saat ini.


"Selamat


pagi tuan Sagaara, saya -"


"Lovely?"


gadis itu mengangguk "Siapa yang sudah memberikan nama itu kepada


mu?" suara dan pandangan mata nya sangat dingin


Hm? Lovely agak bingung di buatnya,


"Ma- maksud tuan muda?"


"Bagaimana


bisa gadis sejelek dan sekampungan diri mu mempunyai nama seperti itu? Hmph!


Bukankah terdengar sangat lucu? Ataukah orangtuamu tak bisa mencari nama yang


lebih tepat, em misalnya saja upik abu!" menyeringai.


Deg!


Pria itu


sudah sangat keterlaluan, "Cukup tuan muda yang terhormat!"


tanpa sadar Lovely menggebrak meja dengan kuat, membuat Ars menyunggingkan


senyuman nya.


Kali ini Ars


bertemu dengan gadis yang jauh lebih menarik dari yang sebelumnya.


"Tuan


tuan bisa menghina dan menghardik seseorang seperti itu dengan sesuka


hati!" lanjut Lovely dengan nada yang sedikit meninggi.


Gaara


mendengus kesal, "Ars!" tangan nya mengarah kepada sosok pria yang


berdiri dibelakang nya, Ars memberi nya sebuah amplop coklat bergaris, isinya


cukup tebal.


Apa itu?


Apakah itu dokumen perusahaan paman?


Gaara


melemparkan amplop itu tepat dihadapan Lovely, "Tandatangani!"


Apa, kenapa


harus ku tandatangani?


Tuan muda


Gaara sudah tidak sabar lagi, dia mengetukan jari nya diatas meja. Lalu menatap


arloji ditangan nya, "Aku tidak punya banyak waktu, jika kau sudah selesai


menandatangani nya langsung saja berikan kepada Ars.." berdiri dari


duduknya, lalu menatap Lovely dengan mata yang di sipitkan, "Dan jaga


sikapmu di hadapan ku! Hanya aku yang berhak menghina siapapun, termasuk


orangtuamu!"


Lagi-lagi


Lovely harus bisa belajar menahan emosinya, ini semua demi perusahaan paman.


Sebelum


Gaara meninggalkan ruangan ini, satu kalimat yang keluar dari mulut Lovely


berhasil membuat nya meradang amarah.


"Jadi


inikah yang tuan dapatkan selama di didik oleh orangtua anda?"


Sontak saja,


hal itu pun mengejutkan Ars.


"Tutup


mulut anda, nona Lovely!!" seru Ars yang mencoba untuk menguasai emosi


nya.


"Kenapa


saya harus tutup mulut? Sedangkan tuan muda Sagaara bisa berbicara se enak


nya." Lovely segera mengeluarkan berkas yang ada di dalam amplop tadi.


Tanpa membaca nya terlebih dahulu, dirinya langsung menandatangani nya.


"Tuan


Ars, saya sudah selesai. Terimakasih untuk hari ini.."


Dengan


langkah berani Lovely mencoba untuk mendahului Gaara, namun nahas pria itu


dengan cepat menarik tangan Lovely, membuat tubuh gadis itu yang semula


membelakangi nya tapi sekarang malah saling bersitatap dengan si tuan muda


menyebalkan. Yang hobi nya hanya suka menghina dan menghardik orang lain!