Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.68


Beberapa jam kemudian setelah Gaara kembali ke kantor, dirinya benar-benar di penuhi cinta.


Memanjakan istrinya dengan berlebihan, membuat Vely kadang risih.


"Sayang, sebenarnya ada apa?" Vely yang duduk di pangkuan suaminya sudah ingin berpindah tempat.


Tapi Gaara segera melingkarkan tangannya di pinggang ramping Vely, Aku pasti gila.. seumur hidupku tak pernah sekalipun memperlakukan wanita seperti ini.


Gaara menusuk pelan pipi Vely, Hei dia ini kenapa sih? "Sayang sakit.."


"Apanya yang sakit?" menusuk-nusuk, "Aku melakukannya dengan pelan saja.."


"Sayang?""


"Hm?"


"Aku boleh ya pergi ke boutique.."


"Tidak, tidak, jika tidak ada aku di sana kau tidak boleh pergi. Pokoknya kau harus berada dalam jangkauan jarak pandangku."


Duh kenapa jadi lebay begini sih?


"Kenapa, mau protes?" Gaara mengangkat dagu Vely, dan dengan gemas dia mencubit pelan hidungnya "Awas kalau kau berani pergi sendirian.."


"Hm.. iya baiklah, aku tidak akan pergi jika tidak ada dirimu.."


"Bagus, ayo sini.." menusuk pelan pipi sendiri.


"Apa itu?"


Wajah Gaara merona, Sial.. begitu saja tidak mengerti. "Ya pokoknya ini.."


"Apa itu?" duh Vely kok kamu nya polos banget sih, kan gara-gara kamu tuan muda jadi ngambek.


"Tidak ada, sana!" menepis tangan Vely.


"Sayang ada apa? Kenapa aku di usir.."


"Sudahlah sana, sana, sana!"


Vely menghela nafas, muach.. Gaara membulatkan matanya, bukan lagi di pipi seperti yang ia minta melainkan Vely memberinya ciuman lembut di bibir Gaara.


Aaaah tuh lihat wajah istrimu sudah semerah itu, Vely segera turun dari pangkuannya dan berlari kecil menuju pintu.


Meninggalkan Gaara yang menyentuh bibirnya sendiri sembari tersenyum. Dasar upik abu cintaku!


***


"Sekretaris Ars?"


"Nona?" Ars mengangguk, "Nona butuh sesuatu?"


Vely melirik ke arah Liora dimana gadis itu sedang menunduk. "Ya, aku membutuhkan Liora.. sekretaris Ars bisakah kau meminjamkannya sebentar untuk ku?"


Nona.. anda menyelamatkan saya.. aaaah bahagianya.


"Baik nona.."


Siang ini Vely menjadi penyelamat nyawa Liora dari amarah sekretaris dingin itu. Lalu Mina kemana? Bukankah asistennya ada 2?


Mina hari ini izin tak bisa masuk kerja, karena sedang sakit dan semua pekerjaan asisten tercecer jadilah Liora yang terkena imbasnya.


Oh, malang sekali nasibmu Liora..


***


Pusat belanja, Liora tak henti-hentinya mengucapkan kata terimakasih kepada nona mudanya.


"Nona terimakasih atas bantuannya.. sekretaris Ars sungguh menakutkan.."


"Haha.. sudahlah jangan terlalu di fikirkan.."


"Tetap saja jika bukan karena nona, entah hukuman seperti apa lagi yang akan dia berikan kepada saya.."


"Hihi.." Vely menutup mulutnya, "Kau tidak menyukainya ya?"


"Tidak, tidak.." menjawab cepat tapi rona merah di wajahnya tak bisa di sembunyikan. "Nona ayo kita ngopi dulu.." menunjuk starbucks coffee yang ada di lantai yang sedang mereka pijaki.


Mereka duduk saling berhadapan sembari menikmati kopi latte, "Kau suka ngopi?"


"Suka, nona tidak suka ya?"


"Aku suka kok hanya saja tidak terlalu.."


"Oh ya akhir-akhir ini saya perhatikan, tuan muda sedikit berbeda dari yang sebelumnya saat belum menikah."


"Benarkah?" Vely tertegun mendengarnya, "Seperti apa?"


"Wajah tuan jauh lebih teduh, dan pandangan matanya lebih hangat." meneguk kopi, "Mungkin itu semua karena nona yang selalu mendampingi tuan muda." Pernyataannya berbalik membuat wajah Vely merona, "Apakah nona memiliki resep khusus?"