Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.43


Gelombang


ombak darah di dalam jiwa seorang tuan muda Sagaara telah membuat nya


tenggelam di dalam lautan emosi.


"Ah!"


Vely merintih kesakitan saat tubuhnya di hempaskan dengan kuat ke atas ranjang


oleh sang tuan muda.


Kenapa


selalu aku yang salah...


Air mata


Vely jatuh tak tertahankan, "Aaa!!" urat di sudut pelipis nya


menonjol saat Sagaara menjambak rambut panjangnya.


"Sekarang


kau baru tahu takut?" mendengus kesal, "Upik abu sepertimu ternyata


tidak bisa di beritahu secara baik-baik! Hanya 90 hari dan kau tidak bisa


menahannya? Kau sengaja berkencan di luar dengan pria lain yang mana dia adalah


sepupuku?"


Jambakannya


semakin menguat membuat Vely memggigit kecil bibir bawahnya, dia terisak.


"Berani


sekali kau merusak citraku, nona Lovely!" datar tapi penuh dengan ancaman.


Gigitan di


bibir bawah Vely semakikn kuat saja hingga membuatnya berdarah.


Untung saja


hp si tuan muda berdering, jadi Gaara bisa melepaskan jambakan rambutnya. Meraih


hp yang ia letakan di atas meja dekat ranjang lalu menatap layar ponselnya.


"Mommy?"


menatap Lovely, "Hei kau upik abu, berhentilah menangis dan jangan bicara


yang macam-macam!"


Gaara


menjawab telefon sang mommy, "Good night, mom?"


"Night,


Gaara bagaimana kabar mu dan juga Vely?"


"Dia


sudah tidur.. ada apa mommy menelefon malam-malam?"


"Em.. gawat,


ternyata di sana sudah malam ya, hihi.. tidak apa-apa hanya rindu


saja."


"Mommy


tidak perlu khawatir, Vely baik-baik saja.. lusa kami akan kembali.."


sebelum obrolan bertambah luas Gaara segera berpamitan, "Mom sudah dulu,


ini sudah malam dan aku juga sudah mengantuk.."


"Hoo


iya baiklah, semoga mimpi indah sayang.."


Gaara


mematikan total hp nya karena tak ingin di ganggu, lalu dia segera


Di dalam


bath room dia sedang menatap cermin besar, nafasnya begitu memburu panas dan


kepalanya sudah di penuhi emosi.


Jika mommy


tak menelefon entah apa jadinya nasib wanita itu, Gaara memutar keran wastafel


menangguk air dengan kedua tangannya dan segera membasuhkannya ke wajah.


Selesai


mencuci wajah Gaara keluar dari bath room, berdiri di ambang pintu.. dia


menatap Vely yang sedang duduk membelakanginya di atas ranjang.


Pria itu


menatap sendu malah sekarang merasa bersalah karena sudah bermain tangan.


Vely masih


terisak, berkali-kali mengusap air matanya hingga ia tekejut saat Gaara


memeluknya dari belakang. Mendaratkan dagu runcing nya di pundak Vely.


Kenapa dia


memeluk ku?


Tangan Vely sedikit


gemetar, Gaara melepaskan pelukannya lalu duduk menyandarkan punggungnya di


sandaran ranjang, "Kemari!"


Dia menepuk


dada bidangnya meminta Vely untuk menyandarkan kepalanya disana.


Kenapa dia


melakukannya?


Gaara


menatap nya dengan pandangan mata yang menyipit, sadar akan auranya yang mau


berubah segera saja Vely memenuhi permintaan sang suami.


 


 


Dengan penuh


perhatian Gaara mengelus lembut rambut Vely hingga mengusap dan mencium pucuk


kepalanya.


Vely


merasakan kehangatan dan ketulusan darinya, dia tersenyum samar dan


semakin larut di dalam dekapan sang suami hingga dirinya tertidur.


Hampir satu


jam dalam posisi seperti itu, dengan pelan Gaara meletakan tubuh istrinya


dengan sangat hati-hati agar tak terbangun.



Hai guys


jangan lupa vottingnya ya, bantu aku supaya bisa masuk rangking karya terbaru


hihi 🥰🥰


Komen, like,


dan jangan lupa juga klik favorite ya supaya kalian bisa dapat notif kalau


Novel ini update bab terbaru lagi ✍️