
Gelombang
ombak darah di dalam jiwa seorang tuan muda Sagaara telah membuat nya
tenggelam di dalam lautan emosi.
"Ah!"
Vely merintih kesakitan saat tubuhnya di hempaskan dengan kuat ke atas ranjang
oleh sang tuan muda.
Kenapa
selalu aku yang salah...
Air mata
Vely jatuh tak tertahankan, "Aaa!!" urat di sudut pelipis nya
menonjol saat Sagaara menjambak rambut panjangnya.
"Sekarang
kau baru tahu takut?" mendengus kesal, "Upik abu sepertimu ternyata
tidak bisa di beritahu secara baik-baik! Hanya 90 hari dan kau tidak bisa
menahannya? Kau sengaja berkencan di luar dengan pria lain yang mana dia adalah
sepupuku?"
Jambakannya
semakin menguat membuat Vely memggigit kecil bibir bawahnya, dia terisak.
"Berani
sekali kau merusak citraku, nona Lovely!" datar tapi penuh dengan ancaman.
Gigitan di
bibir bawah Vely semakikn kuat saja hingga membuatnya berdarah.
Untung saja
hp si tuan muda berdering, jadi Gaara bisa melepaskan jambakan rambutnya. Meraih
hp yang ia letakan di atas meja dekat ranjang lalu menatap layar ponselnya.
"Mommy?"
menatap Lovely, "Hei kau upik abu, berhentilah menangis dan jangan bicara
yang macam-macam!"
Gaara
menjawab telefon sang mommy, "Good night, mom?"
"Night,
Gaara bagaimana kabar mu dan juga Vely?"
"Dia
sudah tidur.. ada apa mommy menelefon malam-malam?"
"Em.. gawat,
ternyata di sana sudah malam ya, hihi.. tidak apa-apa hanya rindu
saja."
"Mommy
tidak perlu khawatir, Vely baik-baik saja.. lusa kami akan kembali.."
sebelum obrolan bertambah luas Gaara segera berpamitan, "Mom sudah dulu,
ini sudah malam dan aku juga sudah mengantuk.."
"Hoo
iya baiklah, semoga mimpi indah sayang.."
Gaara
mematikan total hp nya karena tak ingin di ganggu, lalu dia segera
Di dalam
bath room dia sedang menatap cermin besar, nafasnya begitu memburu panas dan
kepalanya sudah di penuhi emosi.
Jika mommy
tak menelefon entah apa jadinya nasib wanita itu, Gaara memutar keran wastafel
menangguk air dengan kedua tangannya dan segera membasuhkannya ke wajah.
Selesai
mencuci wajah Gaara keluar dari bath room, berdiri di ambang pintu.. dia
menatap Vely yang sedang duduk membelakanginya di atas ranjang.
Pria itu
menatap sendu malah sekarang merasa bersalah karena sudah bermain tangan.
Vely masih
terisak, berkali-kali mengusap air matanya hingga ia tekejut saat Gaara
memeluknya dari belakang. Mendaratkan dagu runcing nya di pundak Vely.
Kenapa dia
memeluk ku?
Tangan Vely sedikit
gemetar, Gaara melepaskan pelukannya lalu duduk menyandarkan punggungnya di
sandaran ranjang, "Kemari!"
Dia menepuk
dada bidangnya meminta Vely untuk menyandarkan kepalanya disana.
Kenapa dia
melakukannya?
Gaara
menatap nya dengan pandangan mata yang menyipit, sadar akan auranya yang mau
berubah segera saja Vely memenuhi permintaan sang suami.
Dengan penuh
perhatian Gaara mengelus lembut rambut Vely hingga mengusap dan mencium pucuk
kepalanya.
Vely
merasakan kehangatan dan ketulusan darinya, dia tersenyum samar dan
semakin larut di dalam dekapan sang suami hingga dirinya tertidur.
Hampir satu
jam dalam posisi seperti itu, dengan pelan Gaara meletakan tubuh istrinya
dengan sangat hati-hati agar tak terbangun.
Hai guys
jangan lupa vottingnya ya, bantu aku supaya bisa masuk rangking karya terbaru
hihi 🥰🥰
Komen, like,
dan jangan lupa juga klik favorite ya supaya kalian bisa dapat notif kalau
Novel ini update bab terbaru lagi ✍️