
Sekembalinya Liora ke kantor dan duduk di kursi kerjanya, dia kembali dihadapkan dengan dokumen-dokumen yang sudah menumpuk di atas meja.
Semua dokumen itu harus ia periksa terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan sekretaris Ars.
Setelah satu jam memeriksanya Liora menaruhnya di meja khusus, tempat itu hanya akan terisi dengan dokumen yang sudah ia periksa.
Rasanya begitu lelah karena harus bekerja seorang diri sedangkan Mina, dia tidak turun karena sedang sakit.
Liora menngulur kan kedua tangannya ke depan dada dengan jemari yang saling bersautan, meregangkan tubuh membuatnya merasa lebih baik.
Hp nya bergetar pesan masuk dari Ars.
"Jika kau lelah istirahat saja di ruangan ku."
"Baik sayang.."
Liora tersenyum, betapa perhatiannya pria itu meskipun terkadang masih suka bersikap dingin padanya.
***
Di dalam ruangan sekretaris itu, Liora sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang nan empuk, bahkan masih terngiang jelas saat pertama kali dirinya terbangun di pagi hari dan ternyata tidur satu ruangan dengan sekretaris Ars.
Liora berbaring sambil bermain hp, "Sudah lama tidak chattingan dengan nona, nona apa kabarnya ya?"
Jemari manis nya mulai mengetik di hp, "Selamat siang nona, lama tidak bersua.." pesan terkirim.
Bahkan akhir-akhir ini pun tuan muda Sagaara lebih banyak bekerja di rumah dari pada di kantor. Tapi ada untungnya juga sih, karena dirinya bisa sedikit leluasa dan tidak setegang itu jika tuan muda ada di kantor.
Pandangan Liora perlahan memudar hingga akhirnya semua menjadi gelap, dia tertidur dengan begitu pulas nya.
Satu jam kemudian pintu ruangan terbuka, Ars berdiri di ambang pintu dan tersenyum saat mendapati kekasihnya tertidur.
Dia ingat sesuatu, Ars meraih hp dari dalam saku jasnya.
Membuka galeri hp dan dilihatnya foto saat tuan muda diam-diam mencium istrinya, lalu Ars kembali memandangi Liora.
Terus seperti itu dia memandanginya secara bergantian dengan foto yang tadi, hal itu membuatnya menelan.
Apa sih yang aku fikirkan, aku kan bukan tuan muda.. hohoho tapi wajahmu sudah semerah itu loh hei sekretaris Ars. 🤭
Setelah menutup pintu Ars melangkah masuk dan mendekati Liora lalu duduk di atas meja, di tatapnya wajah yang terlelap dalam tidur nya yang nyenyak.
Eh? Ars langsung mati gaya saat Liora membuka kedua matanya, mereka saling bertukar pandangan untuk waktu yang cukup lama.
"Tuan?"
Ars mengernyit menatap tak suka padanya.
Aaa.. astaga, apa yang sudah ku katakan barusan? Segera Liora bangun dan duduk berhadapan dengannya.
"Sayang.."
Tapi Ars kembali mengernyit, membuat Liora jadi serba salah.
Liora membulatkan matanya saat tangan Ars mengangkat dagu indahnya, "Sepertinya aku harus membuat mu terbiasa."
"Terbiasa -" 😲
Ars menabrakan bibir sexy nya di bibir ranum Liora, saling merasai nikmat di antara keduanya.
Klek!
Mereka menghentikan aktifitas romantis itu saat seseorang membuka pintu ruangannya dengan tidak sopan.
Siapa? Seru Ars sedikit geram, dia pun menoleh ke sumber suara dan terhenyak segera berdiri sigap saat tertangkap basah begitu juga dengan Liora.
"Tuan muda?"
"Lanjutkan." pintu pun kembali tertutup, Sialan kau Ars! Kenapa tidak memasang tulisan sedang sibuk, sedang pacaran, atau apa pun itu!
Rintihan hati seorang Sagaara yang membuatnya merasa bodoh, karena telah menangkap basa aktifitas mereka di dalam ruangan itu.
💐💐💐
Yo kawan, maaf baru update.. aku agak sibuk soalnya..
Slow up ya ..
🥰