
"Ada apa ini!" teriak Arini saat segerombolan orang dengan pakaian hitam masuk ke dalam taxi yang ditumpanginya.
Mereka meminta sopir untuk melajukan mobilnya ke sebuah alamat yang letaknya lumayan jauh.
"Cepat jalan atau peluru ini bersarang di kepalamu," ancam kedua pria tersebut pada sopir.
Tentu hal ini membuat sopir ketakutan.
Arini memberontak, dia ingin turun dari mobil namun pria itu memegangi Arini dengan kuat sehingga Arini tidak bisa turun dan kini mobil sudah melaju kembali.
"Siapa kalian kenapa menculik ku! makanku banyak dan selain itu aku sangat menyebalkan jadi kalian rugi jika menculik aku, dijual juga nggak laku karena aku sedang mengandung," kata Arini yang membuat penculiknya tertawa.
"Kalau aku yang menculik dirimu aku akan menyuruhmu menjadi komika, sayang aku hanya orang suruhan," sahut Penculik Arini.
"Sinting," timpal Arini.
Arini nampak berfikir, bagaimana caranya lepas dari dua penculik ini namun ide nya lagi stuck karena bingung memikirkan Sean juga.
"Kalian sudah makan?" tanya Arini
Kedua penculik ini saling pandang, baru pertama kali ada orang yang diculik care sekali tanya makan segala.
"Kenapa memangnya?" tanya mereka barengan.
"Kita makan dulu lah, aku lapar banget daripada nanti aku menangis minta makan," jawab Arini.
"Aku sekalian ya mbak?" sahut pak Sopir.
"Ok pak, tenang aku yang traktir kalian bisa makan sepuasnya," bujuk Arini.
ketiga pria ini nampak berfikir, tiba-tiba ponsel salah satu penculik berbunyi, dia menyuruh para penculik membawa Arini ke rumahnya.
"Dia mengajak kami makan dulu boz, bagiamana ini?" kata Penculik tersebut
Arini berdecak kesal
"Dasar penculik bodoh," batin Arini.
Penelpon tersebut menjadi marah, bisa-bisanya anak buahnya menjadi bodoh sekali. Dia menyuruh cepat membawa Arini ke rumahnya.
Tak berselang lama mobil memasuki kawasan rumah mewah yang dijaga ketat oleh para pengawal. Dalam hati Arini bertanya-tanya siapa dan apa motif menculik dirinya, perasaan dia tidak mempunyai musuh.
"Aku nggak mau turun, aku mau pulang," kata Arini
"Turun atau kami berbuat kasar," ancam Penculiknya.
"Baiklah baiklah, kalian sungguh berdosa sekali menculik orang hamil," ucap Arini pasrah.
Saat turun, Arini mencoba berlari namun pengawal mampu menangkap Arini.
"Lepaskan aku lepaskan," teriaknya
Kedua penculik tersebut membawa Arini masuk dengan paksaan lalu mereka membawa Arini masuk ke kamar sesuai perintah sebelumnya.
Setelah memasukkan Arini mereka segera mengunci Arini di dalam.
Bola mata Arini menyusuri setiap kamar yang di gunakan menyekapnya, "kenapa aku di sekap di kamar mewah seperti ini, jadi teringat film beauty and the beast yang disekap di kamar mewah, lalu mereka malah jatuh cinta," gumam Arini, "Tapi nggak mungkin aku jatuh cinta lagi," imbuhnya.
Tiba tiba perut Arini berbunyi yang menandakan dia telah lapar.
Arini menggedor-gedor pintu, "Woy lepaskan aku, aku sangat lapar," kata Arini
Tak selang berapa lama para penculik tersebut masuk dan membawakan Arini makanan.
"Makanlah nona," kata penculik tersebut.
Mereka membawakan Arini nasi goreng, dan air mineral, Arini yang melihatnya segera memakannya karena memang dia sangat lapar, tak butuh waktu lama untuk menghabiskan seporsi nasi goreng.
"Aku mau makan pizza dan juga burger untuk minumnya bawakan aku jus buah naga dan juga jus stroberi," pinta Arini.
Tentu hal ini membuat para penculik marah,
"Kamu ini orang apa jelmaan Buto Ijo, makannya kok banyak sekali," maki si penculik
Dari kamar lain nampak orang mengukir senyuman, dia sungguh gemas melihat Arini dari CCTV kamar tersebut.
"Wanita yang menggemaskan," gumamnya.
Ya dia adalah Marcel karena habis dihajar Sean Marcel ingin segera membalas dendam, meski dalam hatinya sangat tidak ingin melukai Arini.
Marcel menghubungi anak buahnya, dia menyuruh mereka memenuhi keinginan Arini karena pasti orang hamil banyak maunya.
Lalu mereka pergi untuk membelikan semua makanan yang diminta Arini.
Tak berselang lama mereka datang dengan pesanan Arini.
"Ini nona pesanan kamu," kata penculik tersebut
"Makasih ya, kalau kalian mau minta ambilah tapi sepotong saja ya, takutnya nanti aku kurang," sahut Arini.
"Tidak, aku nggak suka pizza, aku lebih suka sate dari pada western food," timpal mereka.
"Wah, aku juga ingin sate juga. Belikan aku dong, beli yang banyak sekalian, kita bisa makan bersama," kata Arini.
Kedua penculik yang tak lain anak buah Marcel saling pandang, dia heran sekali dengan Arini.
"Untung kami yang menculikmu coba kamu diculik penculik lain sudah kelaparan," sahut Penculik tersebut dengan kesal.
"Iya iya ini juga sudah bersyukur, tapi buruan sana belikan aku sate," suruh Arini dengan mendorong tubuh Penculik tersebut lalu menutup pintunya.
Kedua penculik tersebut saling pandang, "ini dia kok seperti bos kita main suruh suruh," kata satu diantara mereka.
"Bos tidak salah culik orang kan? apa istimewanya wanita itu," timpal satunya.
Marcel segera menyuruh mereka untuk membelikan apa yang diinginkan Arini, karena Marcel tidak ingin Arini kekurangan sedikitpun selama menjadi tawanannya.
Marcel yang sedari tadi melihat Arini sungguh gemas melihat tingkahnya, dia sungguh merindukan adiknya.
"Sebentar lagi, aku akan membalaskan dendam kamu dik, Aku akan membuat Sean mati supaya kamu bertemu dengannya di sana," gumam Marcel.
Rencana Marcel berubah, awalnya dia ingin melenyapkan Arini namun karena Marcel sayang pada Arini dia pun mengubah rencannya, dia ingin membunuh Sean sekarang.
Di sisi lain, Sean dan Nick masih di klub. Mereka masih belum tau kalau Arini diculik sedangkan Vani juga sudah mengira kalau Arini sudah sampai di rumah.
"Anda tidak pulang pak?" tanya Nick
"Nanti saja, aku masih kecewa dengan Arini," jawab Sean.
"Tadi nona Arini mencari anda di rumah Vani," kata Nick
Sean tersenyum, "Ternyata dia rindu padaku juga, tapi aku masih kecewa, biar saja dia kelimpungan mencari ku," sahut Sean
Nick hanya menggelengkan kepala, Sean dan Arini memang pasangan yang somplak, bukannya segera pulang dan menyelesaikan masalah malah ditunda-tunda.
Hari sudah gelap, para pelayan bingung kenapa Arini belum pulang begitu pula dengan Sean yang malah dari semalam nggak pulang.
"Mungkin sekarang nyonya dan Tuan lagi enak-enakan di hotel kan habis bertengkar, biasanya kan seperti itu," kata salah satu pelayan.
"Iya benar," sahut salah satu dari mereka.
Tak berselang lama, Sean dan Nick sampai di rumah dan betapa kagetnya mereka taun kalau Sean pulang tanpa Arini.
Sean masuk kamar untuk membersihkan diri dan ganti baju namun dia tidak melihat Arini.
Sean keluar lalu bertanya dimana Arini pada kepala pelayan, namun kepala pelayan malah mengira Arini bersama Sean.
"Nyonya belum pulang dari tadi pagi Tuan," jawab kepala pelayan.
"Hubungi Vani Nick," perintah Sean.
Beberapa waktu Nick mematikan sambungan telponnya setelah mendapatkan informasi dari Vani.
"Menurut Vani, nona Arini sudah pulang dari tadi pagi, dia ingin menunggu anda di rumah. Keadaan nona sangat pucat karena kurang makan dan tidur," kata Nick memberi laporan.
Sean terdiam lalu Sean terduduk lemas di sofa,pikirannya entah kemana.