
"Pulang sana daripada disini buat rusuh," omel Sean
"Maaf pak Sean jangan dimasukkan hati kan kami hanya bercanda," sahut Shane.
"Gabungkan saja nama kalian," ide Daffa
"Maksudnya?" tanya Sean
"Nama kamu dan Arini. Gimana kalo Arsen Arini dan Sean, lalu tambah tuh belakangnya nama kamu Kyle Bryan," jawab Daffa menjelaskan.
Sean nampak tersenyum, dia sangat setuju dengan ide Daffa kenapa dia tidak terpikirkan dari tadi nama gabungan dirinya dan juga Arini.
"Makasih Daffa," kata Sean lalu memeluk temannya tersebut.
Lalu mereka semua masuk, Sean juga menyuruh suster untuk mengantar anaknya ke ruang perawatan.
Karena mereka semua ingin menggendong anak Arini dan Sean.
Wajah bahagia nampak dari mereka semua saat baby Mungil Sean dibawa masuk oleh perawat.
"Astaga Sean anak kamu ganteng banget, meskipun udah disilangkan anaknya masih ikutan bule," celetuk Amira.
"Pak Sean kan Bule sayang wajarlah kalau anaknya bule, besok anak kita berbau oppa oppa Korea," kekeh Shane yang membuat semua menatapnya.
"Korea dari mana, la kamu keturunan Indo asli," sahut Sean.
Shane terkekeh, "Meskipun orang Indo asli tapi kan wajahku sebelas dua belas lah sama Lee min ho," timpal Sean.
Meraka semua tertawa, mang asisten Daffa satu ini memiliki tingkat kepedean yang luar biasa bagaimana bisa dia membandingkan dirinya dengan Lee min ho.
Hari semakin larut mereka semua memutuskan untuk pulang.
"Kami pulang dulu," kata Daffa mewakili semuanya.
**********
Hari cepat berlalu kini Arini sudah diperbolehkan pulang, Nick menjemput atasannya tersebut di rumah sakit sebelum dia pergi ke kantor.
"Pak Nick bagaimana Vani, apa sudah hamil?" tanya Arini saat di dalam mobil
"Entah nona Arini, tapi nafsu makannya lumayan tinggi," jawab Nick
"Coba periksakan bisa jadi Vani hamil," sahut Arini.
"Satu anak saja udah bingung saat main apalagi ada dua anak bisa-bisa libur bekerja rudal aku," gumam Nick yang membuat Sean tertawa.
"Memangnya kamu sudah punya anak Nick?" tanya Sean dengan tertawa.
Memang Nick tidak bilang siapa-siapa terkait Keira biarlah Keira menjadi rahasia kelaurga Nick begitu pula Vani tidak menceritakan Keira pada Arini.
Setalah sampai dan setelah Sean dan Arini turun Nick langsung melakukan kendaraannya ke kantor sedangkan Sean dan Arini di sambut oleh para pelayan mereka.
Pengasuh Arsen juga sudah datang, Sean dan Arini mempercayakan anaknya pada pengasuh profesional, tak lupa Sean memasang CCTV di kamar anaknya untuk memantau Arsen dengan sang pengasuh.
Untuk makan anaknya Arini dibantu susu formula karena ASI-nya tidak keluar dengan banyak.
Untuk susu formula sendiri Arini menggunakan susu formula terbaik untuk anaknya.
Setalah menidurkan anaknya Arini ke kamar untuk merebahkan dirinya sejenak begitu pula Sean yang mengikuti istrinya.
"Sayang, banjirnya kapan surut?" tanya Sean
"masih lama, baru saja empat hari," jawab Arini
"Bisa mati sayang kalau aku puasa selama itu," sahut Sean dengan melemas.
Melihat ekspresi suaminya yang seperti itu membuat Arini gemas dan juga iba, dia mengerti betul kalau Sean sang masternya panjat pinang.
Hari-hari Sean dan Arini lalui dengan bahagia karena kehadiran baby Arsen dan kebahagian mereka membuat banyak orang iri.
Setelah keadaannya benar-benar pulih, Arini mulai merawat dirinya dia membeli obat herbal untuk membuat **** ************* tetap rapat dia juga menjaga dirinya supaya tidak melar. Arini paham betul kalau suaminya adalah Incara para wanita-wanita terlebih teman ranjang Sean dulu.
Hari ini Arini ingin memanjakan suaminya, meski goa miliknya masih kebanjiran namun dia ada cara lain supaya suaminya mendapatkan pelepasannya.
Seperti biasa saat Sean pulang dia langsung melihat baby Arsen, dia menciumi bayi kecilnya tersebut.
"Halo sayang," sapa Sean
Sore ini Arini memakai baju yang lumayan seksi,
Sean membolakan matanya saat melihat Arini dengan baju seksinya.
"Apa-apaan dia, melihatnya berpakaian seperti itu membuat rudal aku berdiri saja," gumam Sean.
Arini mendekati suaminya yang berdiri di ambang pintu, dia menarik Sean lalu menutup pintu dan tak lupa dia mengunci pintu kamarnya tersebut.
"Sayang please jangan buat aku merinding," pinta Sean dengan raut wajah yang tak karu-karuan.
Arini sedikit mendorong suaminya ke tempat tidur, dia melucuti baju Sean satu persatu.
Sean terlihat shock melihat istrinya namun dia sangat menikmatinya.
Sean membolakan matanya saat Arini memainkan rudalnya.
Dia tak percaya kalau istrinya bisa melakukan hal itu, semua ini Arini pelajari di internet.
Kebanyakan pria akan berubah setelah istrinya melahirkan, semua juga dikarenakan si istri sendiri yang tidak bisa merawat diri, Arini tidak ingin Sean berubah jadi harus dia yang berubah.
Para wanita setelah memiliki anak akan disibukkan dengan anak mereka sehingga lupa dengan suami mereka yang juga butuh kasih sayang dari istri.
Seharian bekerja tentu lelah harapan mereka pulang ke rumah akan melihat istri tersenyum namun kebanyakan malah sebaliknya, suami pulang istri malah marah-marah karena merasa lelah dengan kerjaan rumah maupun anaknya
oleh sebab itu Arini tidak ingin seperti itu,
anak suaminya adalah prioritas utama.
"Sayang, terus," ucap Sean
Arini memainkan rudal Sean dengan tangannya sekarang.
Lama sekali namun Sean tak kunjung mendapatkan pelepasannya sehingga tangannya lelah.
"Sayang, lama sekali," keluh Arini
"Bentar lagi sayang," sahut Sean.
Dengan dibantu dengan tangannya, mereka memainkan rudal Sean dan keluar lah cairan warna putih.
"Lalu bagaimana dengan kamu sayang?" tanya Sean
"Jangan pikirkan aku, lagian aku masih banjir," jawab Arini
"Mana boleh seperti itu," sahut Sean.
Arini tertawa lalu mengecup Sean, "yang penting suamiku ini puas, agar tidak jajan sembarangan di luar"
Sean memeluk istrinya tersebut
"Mana mungkin aku jajan diluar kalau yang di rumah adalah segala-galanya," ucap Sean.
Meraka berdua saling berpelukan, Sean sungguh bahagia memiliki pengertian seperti Arini, "Aku janji akan menjaga diri untuk kamu sayang," gumam Sean.
********
Di rumahnya Nick pusing dengan Vani, sore ini Vani meminta buah cermai tentu hal ini membuat Nick frustasi dimana membeli buah tersebut.
"Sayang buah lainnya ya," tawar Nick
"Nggak mau, aku maunya buah Cermai mas," kata Vani
Nick mencari informasi penjual buah Cermai namun tidak ada mengingat buah Cermai jarang ditemui.
"Astaga sayang, aku harus cari kemana?" tanya Nick sambil mengusap rambutnya kasar.
"Tetanggaku punya pohonnya, tapi aku nggak tau berbuah apa tidak," jawab Vani.
"Kenapa nggak bilang!" seru Nick
"Kamu nggak tanya," sahut Vani enteng.
Ingin sekali Nick membuang istrinya ke tempat tidur, lalu Nick mengambil kunci mobilnya untuk pergi mengecek buah Cermai di tetangga Vani.