Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Apa ini akhir dari Kinan?


Pagi semua....


selamat natal ya kak untuk yang merayakan.


Aku mohon maaf ni, alurnya agak aku cepetin ya, biar kelar sedihnya hehee! untuk koment koment mohon maaf yang nggak terbalaskan, Hp nya lemot kak kemarinπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­, tapi yakinlah aku tu suka banget baca koment Kakak semua, penghibur aku banget jadi jangan lupa untuk jejaknya, biar terjadi interaksi antara kita ya kak supaya ikatan batinnya tumbuh antara aku dan Kaka semua😘😘😘😘lope lope se Indonesia pokoke untuk Kaka semua.


(Lebay.com) πŸ˜‚βœŒοΈπŸ˜‚βœŒοΈ


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Kinan memenuhi keinginan Vani untuk tidak mengatakannya pada Nick, dia juga meminta Keira untuk tidak mengatakan pada papanya.


"Keira janji ya jangan bilang pada papa kamu kalau mama Vani ngajak kamu ke rumah sakit," kata Vani


Bocah kecil itu menatap Vani, "Mama Vani?" tanyanya.


Vani nampak gugup juga, bagaimana bisa dia menyebut dirinya mama.


"Iya," jawab Vani.


Melihat Kinan, membuat Vani terbuka hatinya, meski sakit namun bocah ini tidak bersalah, apalagi parasnya yang seperti Nick membuat Vani juga sayang pada Keira.


Keira memeluk Vani, dia sangat senang karena kini dia memiliki dua mama.


"Mama," katanya lalu dia tidur.


"Eh, cepat sekali tidurnya," gumam Vani lalu menidurkan Keira.


Vani nampak melihat wajah mungil Keira, dia tersenyum sambil menangis, dia turut merasakan apa yang Keira rasakan.


"Mama akan menjagamu sayang," guman Vani


Nick yang ada urusan harus pulang malam, sebelumnya dia menjenguk Kinan, karena Kinan sedang istirahat akhirnya Nick langsung pulang ke rumah.


Dia bergegas ke kamarnya mungkin Keira sudah tidur, pikir Nick namun saat membuka pintu kamar dia tidak melihat Keira, Nick bingung harus mencari Keira di kamar siapa.


"Mungkin sama mama," batin Nick lalu dia membersihkan dirinya karena lelah dan juga gerah.


Nick pergi ke kamar tamu karena dia juga rindu pada istrinya, betapa kagetnya Nick saat membuka pintu dia melihat Vani tidur sambil memeluk Keira.


Seketika mata Nick berkaca, dia tak percaya kalau Vani sudah mau menerima Keira.


"Ya Tuhan, terima kasih," kata Nick bahkan dia sampai sujud syukur karena sangat bahagia.


Nick mendekat dia pun ikut tidur sambil memeluk Keira.


Tengah malam Nick terbangun, dia dibangunkan oleh rudalnya yang tiba-tiba menegang.


"Ah, S h i t ! kenapa bangun malam-malam sih nggak tau apa sarangnya masih dalam mode ngambek," umpat Nick dalam hati.


Karena sudah tidak bisa menahan lagi, akhirnya Nick pun menggeser tubuh Keira, kini dia yang berada di tengah.


Tangannya mulai membuka kancing piyama istrinya, dia memainkan pucuk dada Vani sehingga membuat istrinya menggeliat.


Nampak bagian pucuk dadanya sudah mengeras,


"Mas Nick, ayo mas," kata Vani, alam bawah sadar Vani merespon sentuhan yang Nick berikan.


Dengan pelan pelan dia melepas celana Vani dengan hati-hati lalu dia memainkan area istrinya dengan jari-jarinya dan sudah nampak basah sekali.


Vani bermimpi kalau dia bercinta dengan suaminya, Vani sangat amat sangat merindukan Nick juga.


Karena gerakan Nick Keira menggeliat, sehingga Nick segera turun dari tubuh Vani dan langsung mendekat anaknya.


"Keira tidur lagi ya, papa mau bikinkan adik kecil untuk Keira," bisik Nick lalu mengelus rambut anaknya.


Setelah Keira pulas kembali, Nick melanjutkan aksinya, Vani dengan mata terpejam pun protes


"Kok dicabut sih mas, padahal tadi udah mau keluar aku."


Nick tertawa mendekat kata-kata istrinya, Nick pun menggejot Vani dan segera menuntaskan kegiatan panjat memanjat mereka.


Nick pagi sekali sudah bangun dan membersihkan diri, Vani yang baru bangun terkejut karena dia sudah tidak memakai baju.


"Astaga ternyata semalam aku tidak mimpi, awas kamu mas Nick, bisa-bisa meninggalkan aku dengan keadaan seperti ini kalau Keira lihat gimana," umpat Vani.


Vani segera membersihkan dirinya lalu keluar untuk memasak, dia meninggalkan Keira yang masih tertidur.


Nick sudah bersiap dengan baju kerjanya, dia pagi ini nampak bahagia sekali, selain sudah mendapatkan jatahnya Nick juga bahagia karena Vani sudah mau menerima Keira meski masih malu malu meong.


"Aku berangkat dulu ya, ada meeting penting." Brian juga ikut berangkat bersama Nick.


"Maafkan aku semalam mencuri jatahku," bisik Nick yang membuat Vani mencubitnya.


Vani tak menggubris Nick yang kesakitan karena cubitannya, "Ini balasan untuk pencuri sepertimu," bisik Vani balik.


Nick semakin gemas dengan istrinya, dia tak sabar malam kembali supaya bisa mencuri lagi.


Hari ini Vani datang kembali untuk menjenguk Kinan, kali ini keadaan Kinan semakin melemah Vani agak takut melihat Kinan yang semakin pucat.


"Kinan kamu kenapa?" tanya Vani cemas


"Nggak papa," jawab Kinan lemah.


Vani yang merasa agak kurang enak badan mohon pamit pada Kinan, kebetulan juga Sasa datang menjenguk.


Sasa membawa buket bunga untuk Kinan, dia menata bunga di dalam vas.


"Wanginya Sa," kata Kinan dengan mencium aroma bunga yang segar.


"Iya, khusus buat kamu. Bunga ini akan menemani kamu di sini Kinan," sahut Sasa


"Besok mungkin sudah kamu beresi lagi Bunga itu karena mungkin hari ini aku terakhir di sini," ucap Kinan


Mata Sasa mengeluarkan air mata, sesak dadanya mendengar ucapan Kinan barusan.


"Kalau ngomong tu dijaga, aku nggak akan memberesi bunga ini, aku ingin kamu sembuh dan membawanya pulang," maki Sasa


Kinan hanya tersenyum, Sasa takut akan ucapan Kinan, dia tak sanggup kehilangan sahabat yang sangat baik seperti Kinan.


Karena dadanya sesak, Sasa pamit keluar sebentar.


Kinan menatap wajah anaknya uang tertidur pulas di sampingnya.


"Anak mama, jam segini udah tidur lagi," kata Kinan sambil menciumi wajah anaknya.


"Maafkan mama sayang, tidak bisa menemani Kinan tapi jangan khawatir ada mama Vani dan Papa yang akan menyayangi Keira," Kinan bermonolog dengan dirinya sendiri.


Air mata Kinan terus jatuh, dia menahan sakit yang kini menggerogoti tubuhnya.


Saat bersamaan Nick datang, tempat meeting Nick tak jauh dari rumah sakit hingga Nick mampir toh di kantor juga tidak ada pekerjaan.


"Bagiamana keadaan kamu?" tanya Nick


"Baik mas," jawab Kinan dengan tersenyum.


Kinan nampak lebih pucat dari sebelumnya, Nick merasakan firasat yang sedikit aneh namun dia segera menepisnya.


"Mas, boleh aku minta sesuatu?" tanya Kinan


"Apa?" Nick bertanya balik.


"Aku ingin mengenang masa-masa lalu kita mas, aku ingin merasakan kita kumpul bersama layaknya suatu keluarga," jawab Kinan.


Nick nampak bingung dengan maksud Kinan yang menurutnya ambigu.


"Aku ingin kamu membawaku ke pantai bersama Keira," pinta Kinan.


Nick akhirnya menyetujui keinginan Kinan, dia membawa Kinan pergi tanpa seijin dokter.


Kinan nampak senang sekali.


Tak selang lama, mereka sampai di sebuah pantai. Meski panas namun Kinan tidak peduli, Keira pun juga senang bisa main di pantai.


Biasanya dia main sendiri namun kali ini dia main dengan mama dan papanya.


"Mas Nick, bisakah kamu menggendongku," pinta Kinan


Dengan perasaan yang was-was Nick mengangkat Kinan dari kursi rodanya dan menggendongnya.


Kinan tenang dalam gendongan Nick.


"Terima kasih mas, i love you," kata Kinan


Nick menggendong Kinan di belakang sesuai keinginan mantan wanitanya tersebut.


Tiba-tiba tangan Kinan menggantung.


Mata Nick membola


'Kinan, Kinan, jangan nge prank aku please," ucapnya dengan menangis.