Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Mengambil hati camer


Dari jauh mama memperhatikan Putri, para pelayan rumah Daffa mencoba melarang Putri namun Putri tetap bersikeras untuk mencuci piring.


Daffa menyusul Putri ke dapur lalu dia langsung saja memeluk Putri dari belakang.


Daffa sekarang tidak sungkan lagi mengumbar kemesraan dengan Putri.


Mama dari kejauhan hanya bisa menggelengkan kepala, "Apa-apaan anak itu, nggelibet banget ma betinanya," gumam Mama.


Mama berjalan mendekati Daffa dan Putri yang asik bermesraan di dapur.


"Asik ya mengumbar mesra di sini, nggak ada sungkan sungkannya sama yang lebih tua," kata mama dengan melihat adegan mesra anaknya dari dekat.


Daffa melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah mamanya.


"Eh mama, khilaf ma," sahut Daffa asal


"Khilaf kok terus," timpal Mama kesal dengan kelakuan Daffa yang semakin kesini semakin berani.


Daffa hanya terkekeh, "Mohon dimaklumi mama sayang, anak mama ini lagi kasmaran, bawaannya khilaf melulu," ujar Daffa


Lagi-lagi mama hanya menggelengkan kepala, heran dengan anaknya yang berubah 180 derajat.


Daffa adalah seorang yang pendiam tapi kenapa saat jatuh cinta dia berubah menjadi agresif.


"Mama pusing Daffa, terserah kamu lah," kata mama pasrah lalu pergi meninggalkan Putri.


"Mama sudah setuju?" tanya Daffa dengan sedikit berteriak


"Belum," jawab mama dengan terus berjalan tanpa melihat Daffa.


Putri juga menggelengkan kepala, sikap Daffa memang berubah, dia lebih agresif dan lebih me sum.


Setelah mencuci piring Daffa mengajak Putri ke kamarnya, dia ingin menunjukkan pada Putri kalau sebentar lagi kamarnya akan menjadi tanggung jawab Putri.


Saat masuk Putri membolakan matanya, tak disangka kamar Daffa sungguh besar. Perpaduan warna biru dan putih mempercantik kamar tersebut.


Tempat tidur Daffa berukuran king size, dengan sprei warna biru senada dengan dinding kamarnya.


Buku-buku juga tertata rapi di rak buku, selain tempat tidur ada juga sofa untuk bersantai saat melihat televisi.


"Kamar kamu amazing mas," puji Putri dengan mata yang terus berputar mengelilingi setiap sudut kamar Daffa.


"Biasa kok Put," sahut Daffa


"Besok kamar ini menjadi tanggung jawab kamu, kamu bisa mengatur ulang kamar ini sesuai selera kamu dan juga mengganti walpaper nya tapi aku punya permintaan," kata Daffa


Putri melemparkan tatapan penasarannya pada Daffa, "Apa?" tanya Putri


"Asal kamu tidak mengganti wallpapernya dengan warna pink," jawab Daffa


Putri tertawa dengan keras, dia juga tidak suka warna pink malah dia suka dengan warna kamar Daffa saat ini.


Merasa ditertawakan Daffa langsung saja mencium bibir Putri, lagi-lagi Daffa menyusuri rongga mulut Putri dan tidak mengabsenkan satu pun yang ada di dalam.


"Kamu ini seperti bebek saja," gerutu Putri sesudah Daffa melepaskan pautan mereka.


Daffa dan Putri mengobrol kesana kemari hingga waktu menunjukkan pukul delapan, kini sudah waktunya pulang.


"Tante Putri pamit pulang dulu," kata Putri sambil mencium tangan calon mertuanya tersebut.


"Iya," sahut mama Daffa singkat.


"Boleh nggak ma, Putri nginep di sini?" tanya Daffa dengan terkekeh.


Mama melemparkan tatapan tajamnya,


"Enggak, mama nggak setuju kalau Putri nginep di sini! keenakan kamu. Pasti kamu melakukan yang nggak nggak" jawab mama.


"Untuk kamu Putri jaga benar-benar kehormatan kamu, jangan mau diambil Daffa karena saya belum bisa memberikan restu," imbuh Mama.


Putri mengangguk, dia membenarkan perkataan calon mertuanya.


"Iya ma eh Tante, kalau begitu saya pamit dulu,' pamit Putri


"Iya," sahut mama, "Hati-hati," mama melanjutkan perkataanya dalam hati.


*********


Hari ini adalah hari Minggu dimana para pegawai libur begitu pula dengan Putri.


Pagi sekali dia sudah ke pasar guna membeli sayur serta lauk, rencannya Putri akan memasakkan mama Daffa makanan kesukaannya yaitu rendang.


Putri memang gemar memasak, masakannya juga enak.


Setelah memasak Putri membagi masakannya separuh untuk yang di rumah separoh untuk kelaurga Daffa.


Putri datang dengan menggunakan jasa taksi online, sesampainya di rumah Daffa Putri mengucapkan salam pada mama Daffa yang duduk di teras sambil membaca majalah.


"Pagi Tante?" sapa Putri


"Lo, kamu kesini. sama siapa Put?" tanya mama Daffa


"Daffa nggak jemput?" tanya mama Daffa lagi.


"Putri sendirian ma, mas Daffa nggak tau kok kalau Putri akan kesini," jawab Putri.


Indra penciuman mama mencium bau-bau harum dari masakan favoritnya.


"Kamu bawa rendang?" tanya mama


"Iya tante, Putri masak rendang untuk tante," jawab Putri lalu membuka rendang yang di bawanya.


Tiba-tiba mama Daffa memeluk Putri sehingga membuat Putri membolakan matanya.


"Terima kasih," bisik mama


Maaf ya kak, masih up sedikit.


Badan dan otaknya lelah habis pulang dari negeri anta berantah yang tidak ada signalnya sehingga koment2 belum ada yang aku balas,.


maaf ya kak🙏🙏🙏❤️😘😘😘