Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Bahagia


"Ini sayang pembalutnya," kata Shane sambil menyodorkan satu plastik besar berisi pembalut segala jenis.


Amira membolakan matanya, heran dengan Shane kenapa malah membeli banyak pembalut.


"Kenapa beli banyak sekali sih sayang?" tanya Amira


"Kan aku nggak tau mana yang cocok, trus yang biasa kamu pakai ukuran berapa, daripada salah dan harus bolak balik jadi aku beli semua," jawab Shane.


Amira menghela nafas lalu memilih salah satu pembalut yang biasanya dia gunakan.


Dia ingin segera memakai pembalutnya supaya tidak risi.


Sedangkan Shane yang kecewa dan kesal merebahkan diri lalu menutup tubuhnya dengan selimut.


Dia memejamkan matanya, daripada pusing mikirin nasib rudalnya mending tidur toh dia juga lelah daritadi nggak istirahat.


Setalah Amira keluar dari kamar mandi dia melihat Shane sudah memejamkan matanya, tersungging senyuman di bibir Amira kemudian dia mendekati suaminya dan memeluk suaminya tersebut.


"Maaf mas, gara-gara datang bulan akhirnya tertunda malam pertama kita," bisik Amira dengan memainkan kancing baju Shane.


Nafas Shane nampak teratur yang artinya dia sudah terlelap.


Amira mengecup sekilas bibir Shane lalu tidur dengan memeluk suaminya.


*********


Sean malam malam terbangun dari tidurnya, dia sungguh tidak kuat menahan keinginan untuk memanjat istrinya.


"Kenapa lama sekali sih, nggak surut surut banjirnya," gerutu Sean sambil menoleh istrinya yang tidur di sampingnya.


Sean beranjak dan pergi ke balkon kamarnya, dia menyulut rokok dan minum soft drink untuk meredam hasrat yang sudah di ubun-ubun.


Arini yang menggeliat tangannya mencari suaminya, karena tdiak merasakan suaminya Arini membuka matanya.


"Kemana dia?" gumam Arini


Bola mata Arini memutar mencari keberadaan suaminya, dia beranjak saat hendak mencari ke kamar mandi, Arini melihat pintu balkon terbuka kemudian Arini mendekat.


"Sayang," panggilnya


Sean menoleh dan tersenyum memandang Arini.


"Malam-malam kok malah di luar, masuk yuk," ajak Arini.


"Bentar sayang, lagi ingin merokok. Kamu tidur lagi saja," sahut Sean.


Arini mendekat lalu memeluk suaminya, "Mana bisa tidur kalau nggak ada kamu sayang," kata Arini dengan manja.


Sean yang gemas mencubit hidung mungil istrinya, "Lihatlah gara-gara kamu memeluk aku, yang di bawah menegang," ujar Sean.


Dia ke balkon untuk meredam hasratnya la ini istrinya mendekat dan malah peluk-peluk, bukannya teredam malah bangkit.


"Hayok main kalau begitu," kata Arini


Sean menguraikan pelukannya dan menatap Arini dengan lekat.


"Memangnya sudah surut banjirnya?" tanya Sean dengan mata berbinar.


"Sudah sayang," jawab Arini dengan tersenyum.


Plak


Sebuah tepukan mendarat dengan sempurna di kening Arini sontak hal ini membuat Arini marah.


"Kenapa sih!" serunya


"Salah sendiri sudah nggak kebanjiran kenapa nggak bilang, mau menghindar dari kewajiban ya," ucap Sean dengan sedikit kesal.


"Bukannya begitu, besok baru mau bilang tadi aku lelah sekali karena sudah dipastikan kalau aku bilang, kamu akan menggempur diriku semalaman," sahut Arini.


Sean yang tidak mau menunggu lama lagi pun segera menggendong istrinya masuk dalam.


Seperti orang yang tidak berhubungan berabad-abad Sean mengecup, Melu mat, meng hisap, menji lat dan menggigit semua bagian tubuh Arini sehingga membuat Arini menggeliat dan men desa h sekencang mungkin.


Permainan Sean sungguh liar sekali, Arini hanya bisa membuka dan menutup matanya di bawah Sean.


"Sayang, ahhhhh ahhhhh," lenguhan Arini menggema


"Nikmatilah sayang," bisik Sean lalu menggigit dau telinga Arini.


Hingga hampir subuh permainan mereka masih belum selesai, entah berapa kali Arini mendapatkan pelepasannya.


Kini tubuhnya benar-benar lemas namun Sean masih perkasa sekali, meski sudah tiga ronde tapi tenaganya masih full.


Setalah pelepasannya, Sean tumbang.


"Kita lanjut apa nggak?" tanya Sean


"Nggak usah ya sayang, tenagaku habis," jawab Arini


Sean terkekeh lalu memeluk istrinya dan mereka pun tidur.


Nick juga melakukan ritual panjat memanjatnya, dia membuat Vani keok di bawahnya.


"Mas pelan-pelan dong kan ada benih kamu dalam perut aku," ucap Vani


"Iya sayang, ini udah pelan kok," sahut Nick lalu mengurangi kecepatan up and down nya.


Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar, entah siapa malam-malam mengetuk pintu.


"Buka mas," titah Vani


"Bentar nanggung nih sayang," sahut Nick


Nick segera melajukan kembali rudalnya, dan carian keluar. Vani segera mendorong Nick dan memakan baju tidurnya.


Dia membuka pintu dan betapa kagetnya dia Keira menangis di depan pintu.


Vani segera menggendongnya


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vani lalu membawa Keira masuk.


"Keira takut ma," jawab Keira.


Nick membungkus tubuhnya yang masih polos dengan selimut, karena tidak sempat memakai baju.


Vani menidurkan anaknya di samping Nick dan Nick memeluk dan menenangkan anaknya tersebut.


"Papa kok nggak peka baju?" tanya Keira


Nick dan Vani saling pandang dan tertawa, dia bingung harus menjawab apa.


Memang begini kalau punya anak, banyak pertanyaan-pertanyaan yang membuat para orang tua kesulitan menjawab.


"Itu sayang papa kegerahan," jawab Nick dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kok nggak ada keringatnya pa," protes Keira.


Vani hanya tertawa, lalu dia menjelaskan pada Keira kalau tadi dirinya kedinginan sehingga AC nya dimatikan dan saat Ac nya di matikan Papa kegerahan sehingga bajunya di lepas dan kini AC nya dihidupkan kembali jadi udah tidak gerah.


Keira mengangguk tanda dia paham, lalu Vani dan Nick memeluk anak mereka dan mereka tertidur.


Berbeda dengan teman-temanya Daffa harus break panjat memanjat terlebih dahulu karena Putri semalaman harus belajar.


Tugas dari kampus sungguh banyak, apalagi dia harus membuat beberapa gambar konstruksi lengkap beserta tampak samping, depan maupun atas.


Daffa menemani istri kecilnya tersebut begadang, dia sesekali memijat pundak Putri karena istrinya nampak lelah.


"Kalau sudah lelah, besok lagi ya," pinta Daffa


"Nggak bisa mas, besok harus di kumpulkan. Gara-gara masalah dengan kamu beberapa waktu lalu aku lupa kalau ada tugas yang harus di selesaikan dan besok hari terakhir atau aku akan mendapat nilai jelek.


"Biar aku hubungi dosennya supaya memberi kamu kelonggaran," ujar Daffa.


"Itu nggak fair mas, meskipun aku istrimu namun aku adalah mahasiswa di sana jadi aku harus mengikuti peraturannya," ucap Putri yang membuat Daffa tersenyum.


"Bisa saja aku memintamu memberikan gelar dan ijazah tanpa susah payah kuliah namun bukan itu yang aku mau, yang terpenting adalah ilmunya mas bukan yang lainnya, percuma juga kan gelar tinggi tapi apliaksi lapangannya tidak bisa apa-apa," imbuh Putri


Daffa memeluk istrinya, dia sungguh bahagia memiliki istri seperti Putri.


"I love you sayang," bisik Daffa


"i love you too mas," sahut Putri.


Waktu berjalan dengan cepat, malam ini rencannya mereka berempat akan kumpul bersama.


"Kumpul di rumah kamu saja Daffa," ide Sean


"Baiklah, apa kita mengajak para istri?" tanya Daffa


"Ajaklah pak Sean biar rame," sahut Nick


"Betul, kalau kita pergi sendiri mereka pasti bertanya-tanya," timpal Shane


********


Mereka semua sudah berkumpul sekarang, Daffa menyuruh para art nya menyiapkan aneka minuman dan camilan untuk sahabatnya.


"Mama dan papa kamu kemana?" tanya Sean


"Kembali ke German Sean," jawab Daffa.


Mereka semua nampak bahagia, terlebih para istri.


Arini, Vani dan Putri tidak menyangka kalau mereka mendapat para bos mereka sendiri.


Kehidupan seratus delapan puluh derajat berubah setelah mereka menikah.


Meski banyak ujian datang dan pergi alhamdulilah mereka semua bisa melewatinya.


"Terima kasih untuk kalian para suami yang telah sangat menyayangi kami," kata Arini


"Yang telah mengangkat derajat kami hingga kini kamu bisa seperti ini," sahut Putri


"Kami akan berjanji akan mengabdikan hidup kami untuk kalian," timpal Vani


"Tapi awas kalau kalian macam-macam kami juga tak segan meninggalkan kalian," imbuh Amira.


Para suami tertawa


"Kami mencintai kalian dengan tulus mana mungkin kami tega menyakiti kalian," kata Sean.


"Terima kasih untuk kalian yang sudah mau mendampingi kami dan menerima kami dengan segala kekurangan kami," ucap Nick


"Kami janji akan mencintai kalian sampai akhir hayat kami," imbuh Daffa


"Tapi awas juga kalau kalian macam-macam kami juga tak segan menghukum kalian," timpal Shane


Semua tertawa, mereka semua nampak bahagia.


Tamat.


Akhirnya tamat juga


nanti aku tambah ekstra part nya ya kak.


Aku akan menambahkan beberapa part nanti.


terima kasih.


Tak lupa aku minta dukungan kalian di novel terbaru aku yang berjudul


Akulah Istri dan Selingkuhanmu


dan juga mampir juga ya kak di novel teman aku yang berjudul


***Aku seorang sampah


jangan lupa mampir ya kak 😘😘😘😘😘😘😘***