Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Cerah kembali


Shane berjalan terus dengan sesak di dadanya entah mengapa penolakan Amira membuat dirinya benar-benar sakit dan kecewa.


Selain itu dia juga malu karena penolakan Amira dilakukan di depan teman-temannya semua.


Pasti semesta sedang menertawakan Shane saat ini mengolok dan mengejeknya, Ya begitulah yang ada dalam pikiran Shane saat ini.


Dia kembali ke kamar hotel dan mengambil mobilnya, entah kemana dia mengemudikan mobilnya. Di sisi lain Amira melihat Shane yang pergi membuat dia menyesal kenapa tadi mengikuti permainan teman-temannya.


"Sudahlah Amira, Shane baik-baik saja," hibur Sean.


"Semoga Sean," sahut Amira lalu dia kembali ke kamar hotelnya.


Sean, Daffa dan Nick saling pandang dan saling mengangkat bahu mereka.


Nick dan Vani pamit terlebih dahulu karena mereka sudah tidak sabar untuk malam ke dua,


Tinggallah Daffa Putri, Sean Arini.


"Bagaimana nih sayang, Shane kelihatannya marah dengan kita," kata Arini membuka keheningan.


"Biarin saja, lihat besok pagi pasti ceria kembali," sahut Sean.


"Iya Arini jangan terlalu kamu pikirkan," timpal Daffa.


Lalu mereka membahas tentang pernikahan Daffa yang akan dilakukan seminggu lagi, sebenarnya bukan hanya kebelet saja namun ini semua juga karena ayah Putri yang meminta Daffa untuk segera menikahi anaknya, selain itu juga karena para penggemar Putri di kampus terus saja mengganggu Putri sehingga membuat Daffa kesal karena calon istrinya diganggu.


Rencananya setelah menikah dia akan mengumumkan pernikahan mereka di kampus kebetulan rektor kampus adalah bawahan Daffa sendiri.


"Lalu bagaimana dengan cita-cita Putri mas, kan sayang kalau dia menikah muda," ujar Putri


"Kan dia masih bisa belajar, cuma mungkin kami akan menunda momongan mengingat usia Putri yang masih di bawah umur, secara medis nggak disarankan juga kan mengandung di bawah umur takutnya terjadi apa-apa baik dengan Putri maupun anak kami," jelas Daffa


Sean dan Arini manggut-manggut paham dengan penjelasan Daffa.


"Apapun itu Daffa, doa terbaik kami selalu menyertaimu," ucap Sean


Dua pria bule dewasa ini saling berpelukan, Arini dan Putri yang melihatnya terharu melihat persahabatan Sean dan Daffa yang kokoh meskipun pernah terjadi salah paham gara-gara dirinya maupun Amira namun mereka tetap saling menyayangi.


"Mereka berdua layaknya saudara ya Put, bahkan saudara pun tidak seperti mereka," kata Arini


"Benar kak Arini, semoga persahabatan Mas Daffa, pak Sean, pak Shane dan pak Nick selalu terjalin sampai nanti ya, sukur kalau anak-anak kita nanti juga seperti mereka," sahut Putri.


"Untuk itu kita harus dekatkan mereka Put," timpal Arini.


Mereka berempat kini menghabiskan malam bersama dan pindah ke kamar saat hujan mulai turun.


Amira nampak gelisah di kamarnya karena Shane tak kunjung kembali, berkali-kali Amira menghubunginya namun nomornya tidak aktif.


"Kamu kemana sih mas, nggak biasanya kamu seperti ini," gumam Amira dengan mondar mandir.


Amira sungguh bingung, apalagi dia melihat dari jendela kamarnya kalau hujan turun.


"Sean, Daffa dan Nick kalian telah membuat aku dalam masalah, menyesal aku mengikuti ide kalian," Amira bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tak berselang lama pintu kamar di buka nampak Shane masuk kamar, memang mereka dapat jatah sekamar dari Nick.


Amira lega sekarang karena Shane telah pulang, saat masuk Shane memberesi barang-barangnya.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Amira heran karena Shane malah berkemas.


"Maaf sayang, aku harus kembali malam ini juga. Ada yang harus aku selesaikan," jawab Shane berbohong.


Sebenarnya dia akan mencari hotel lain, dan besok baru kembali.


Amira tau kalau Shane sedang merajuk, oleh sebab itu dia memeluk kekasihnya tersebut dari belakang.


"Maafkan aku mas," ucap Amira lirih


"Kenapa minta maaf, kamu kan nggak salah," sahut Shane lalu membalikkan tubuhnya.


"Hey, aku tidak akan memaksa kamu untuk menikah, jika suatu saat kamu menemukan yang lebih baik lagi, aku iklas melepas dirimu," ungkap Shane.


Mata Amira kini basah, tak disangka Shane menanggapi serius prank tadi.


"Mas tadi itu aku hanya bercanda, ini semua ide teman-teman kita" kata Amira


Shane membolakan matanya,dia sangat shock. Teman-temannya berhasil mengerjainya dan bodohnya dia masuk dalam permainan kawannya.


"Brengsek kalian, aku sudah galau tak karu-karuan," umpat Shane dalam hati.


"Lalu?" tanya Shane


"Ya aku maulah mas menikah sama kamu, kalau aku nggak mau nikah sama kamu nggak mungkin aku membiarkan kamu mencicipi diriku," jawab Amira.


Shane langsung saja memeluk kekasihnya tersebut, Amira juga membalas pelukan dari Shane. Kini dia tampak senang sekali.


Setelah puas berpelukan Shane mengajak Amira ke tempat tidur, entah apa yang mereka lakukan hanya mereka yang tau.


Keesokan paginya, rombongan Sean dan kawan-kawan harus kembali, kalau lama-lama di Bali siapa yang menghandle perusahaan mereka.


Saat mereka sarapan bersama nampak Amira dan Shane berjalan sambil bergandengan.


Amira nampak bahagia begitu pula dengan Shane.


"Apa aku bilang, tu kan? pasti mereka semalam berbaikan dan lihatlah lengket sekali Seperti perangko," kata Sean.


"Betul juga," sahut Arini dengan mata yang terus menatap Amira dan Shane hingga mereka tepat berada di hadapannya.


"Morning semuanya," sapa Amira dan juga Shane


"Morning," sahut semuanya.


"Kamu cerah sekali Shane," goda Daffa


"Cerah lah pak, hati saya juga berbunga-bunga ini," sahut Sean percaya diri.


Semua tertawa,


"Nggak ingat semalam loyo, lemas tak bergairah saat Amira menolak diajak menikah," ejek Daffa yang membuat Shane kesal.


"Brengsek kalian, ini semua kan ulah kalian juga," maki Shane


"Ya kemarin aku ya kesal gitu saat kamu prank aku dan bilang kalau Arini meninggal," omel Sean balik


Shane terkekeh, kemudian mereka sarapan bersama.


Vani dan Nick tidak ikut sarapan karena hari ini mereka masih sibuk dengan resepsi kedua mereka.


Setelah sarapan mereka semua memutuskan untuk kembali ke kota namun sebelum sarapan Sean Arini Daffa dan Putri sudah berpamitan pada Nick dan juga Vani kecuali Amira dan Shane mereka belum sempat berpamitan.


Tepat pukul dua siang mereka sudah sampai di kota mereka, karena sudah lelah mereka langsung pulang ke kediaman masing-masing rencananya besok mereka memulai aktivitas mereka di kantor.


***********


Hari berjalan dengan cepat, seminggu sudah berlalu. Kini Vani dan Nick sudah memulai menjalani bahtera rumah tangga selepas resepsi mereka selesai.


Namun mereka masih belum menjadwalkan bulan madu mereka ke Korea, karena Daffa dan Putri juga akan segera menikah.


Rencananya mereka akan menikah di KUA tanpa memberitahu siapapun namun Putri sudah keceplosan terlebih dahulu jadi mau nggak mau Daffa melakukan pernikahan kecil di masjid dengan mengundang Sean dan kawan-kawan.


Orang tua Daffa tidak bisa hadir, kemungkinan mereka menghadiri pernikahan sederhana anaknya by Video call.


"Bagaimana kalau kita dobel honey moon pak Daffa," ajak Nick


"Kami nggak berbulan madu Nick, kami bulan madunya di rumah saja," sahut Daffa.


"Ya sudah kami bulan madu sendiri," timpal Nick.