Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Panjat memanjat di akhir masalah


Setelah mendapatkan informasi yang dia dapat Daffa menyuruh Shane untuk menDO teman Putri yang mencoba memfitnah Putri.


Daffa menyesali perbuatannya kini karena percaya foto-foto tersebut tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.


Karena memang antara Putri maupun Lucas tidak ada hubungan apa-apa, beberapa editan membuat seolah Putri keluar melenceng sebagai seorang istri.


Pusing dengan pekerjaan dan beberapa persiapan pernikahannya membuat Daffa banyak pikiran ditambah sehingga setelah mendapat fitnah foto tersebut Daffa langsung emosi.


Seperti biasa Putri berangkat ke kampus dengan diantar Daffa namun kali ini yang diam adalah Putri bukan Daffa.


Putri masih malas berbicara pada suaminya tersebut, dia masih sakit atas tiduran keji oleh Daffa.


Daffa tidak memaksa Putri untuk memaafkannya karena memang dia yang salah terlalu dini menyimpulkan tanpa menyelidiki dulu kebenarannya. Tapi terkadang kalau orang cemburu memang mengabaikan akal sehatnya terlebih Daffa banyak masalah.


"Aku tidak menuntut kamu untuk memaafkan aku tapi aku bisa marah begitu karena ada pemicunya," kata Daffa memecah keheningan diantara mereka.


Putri masih diam, dia tidak merespon perkataan Daffa hingga Daffa menunjukkan foto-foto yang dia terima.


Putri membolakan matanya, meskipun editan tapi foto itu nampak asli.


Bagaimana dia bisa bergandengan tangan dengan Lucas, bagaimana juga di bersandar di bahu Lucas? memang ada beberapa saat dimana Lucas menarik tangannya, dia duduk samping Lucas namun itu hanya layaknya teman, yang belajar di kampus tidak hanya wanita banyak juga para pria, di sana berbaur dan berinteraksi satu sama lain.


Putri menghela nafas, "Kamu percaya fitnah murahan seperti ini hingga kamu berlaku kasar padaku?" tanya Putri yang membuat Daffa terdiam.


"Kamu itu seorang bos besar, anak Buah dimana-mana masa iya percaya dengan fitnah murahan seperti ini, kalau aku ingin berselingkuh dengan lelaki lain tidak mungkin aku melakukannya di kampus yang pemiliknya adalah suamiku sendiri," imbuh Putri.


"Iya, maafkan aku," kata Daffa lirih dengan pandangan keluar jendela.


Mobil Daffa sudah terparkir rapi di halaman kampus namun mereka berdua masih asik di dalam mencoba menyelesaikan salah paham yang terjadi


"Kalau dipikir secara logika, kamu tu tampan, kaya, seorang bos, apa menurutmu aku akan berpaling dari kamu yang sudah sempurna?" kata Putri dengan penuh penekanan.


"Iya, sayang maafkan aku." Hanya kata maaf yang terus keluar dari mulut Daffa, seakan dia kehabisan kata-kata.


Putri mengangguk dan mendekatkan hari kelingkingnya sehingga membuat Daffa bingung.


"Kenapa dengan kelingking kamu?" tanya Daffa


"Tautan saja kelingking kamu mas," kata Putri


Daffa pun menautkan kelingkingnya di jari kelingking Putri, "Berjanjilah kalau kamu tidak akan cemburu buta lagi," ucap Putri kemudian.


"Aku janji sayang," sahut Daffa.


Putri pun tersenyum, begitu pula dengan Daffa.


Daffa dan Putri saling berpelukan hingga kaca mobil mereka diketuk oleh Shane.


Sesuai perintah Daffa Shane pergi ke kampus dengan membawa bukti yang dia dapat terkait siapa yang mengirim foto-foto Putri dengan Lucas.


Daffa dan Putri berjalan masuk dengan bergandengan sedangkan Shane berjalan di belakangnya.


Banyak mata mahasiswa yang menatapnya, "Mereka semua menatap kami gitu amat, gak pernah lihat cowok cakep kali ya," batin Shane yang heran dengan para mahasiswa maupun mahasiswi yang menatapnya.


Sebenarnya bukan soal tampang saja namun karisma yang mereka keluarkan sanggup menarik keinginan semua siswa untuk menatap mereka.


"Duh mas yang belakang, udah punya istri belum ya, aku mau dong mas dijadikan pacar," celetuk salah satu mahasiswi.


Shane hanya bisa menggelengkan kepala, ingin sekali memarahi mahasiswi tersebut bisa-bisanya berkata seperti itu.


Mereka bertiga masuk kelas, kedatangan Daffa membuat para dosen dan juga rektor yang kebetulan ada di kampus ikut menyusul ke kelas Putri.


"Siapa di sini yang bernama Mega?" tanya Shane dengan tegas.


Mega yang sudah takut akhirnya bersuara.


"Saya," jawab Mega.


Dia mengkode Mega untuk mendekat, Rektor yang baru datang bertanya.


"Ada apa ini pak?" tanya nya


Semua tentu membolakan mata, pasalnya kenapa tiba-tiba Mega dikeluarkan.


Mega lalu menangis dan memeluk Putri, "Put maafkan aku tolong jangan buat suami kamu mengeluarkan aku," pintanya dengan menangis


Putri nampak bingung, kenapa dia meminta maaf dan kenapa juga Daffa ingin mengeluarkan teman baik Putri.


"Mas ada apa ini?" tanya Putri bingung.


Shane menjelaskan pada Putri dan juga semuanya sehingga membuat Rektor dan beberapa mahasiswa di sana marah dengan kelakuan Mega, terlebih Putri yang shock.


Dia tidak percaya kalau teman baiknya lah yang memfitnah dia dengan cara yang keji


Plak


Putri menampar temannya tersebut, "Kenapa! hah!" bentak Putri


Mega hanya menangis sambil memegangi pipinya yang sakit karena tamparan Putri.


"Maafkan aku Put, ini semua aku lakukan karena aku iri padamu," jawab Mega.


"Kita adalah teman Mega," sahut Putri dengan menangis.


Daffa memeluk istrinya dan mencoba menenangkan Putri yang terlihat shock.


"Nasib kamu lebih baik dari aku Put, kamu memiliki otak yang encer, kamu pintar kamu memiliki suami yang sempurna dan sekarang Lucas pria yang aku sukai juga dekat dengan kamu," ungkap Mega


Putri tak habis pikir dengan Mega, cara pikir orang yang picik, iri dengan kebahagiaan orang lain tanpa dia sadari kalau setiap orang memiliki bahagianya sendiri-sendiri tidak semua sama.


Daffa meminta Rektor mengeluarkan Mega dari kampus karena ulahnya Daffa telah menyakiti Putri.


Namun Putri memohon pada Daffa kalau jangan mengeluarkan Mega, toh sekarang hubungan dirinya dan juga Daffa baik-baik saja.


"Nggak Put, aku akan tetap keluar aku juga malu jika masih tetap disini," kata Mega berubah pikiran, awalnya dia ingin tetap sekolah di kampus namun di berfikir ulang pasti akan banyak yang mencemooh dirinya setelah ini.


Mega mengambil tasnya dan keluar, semua mahasiswa menyoraki Mega sehingga membuat Mega berlari keluar kampus sambil menangis.


Karena masalah sudah selesai Daffa dan Shane berniat kembali ke kantor namun Putri mau ikut. Hari ini dia ambil libur, masalah tadi membuat Putri tidak fokus lebih baik dia menemani Daffa bekerja.


Selama perjalanan ke kantor Daffa membiarkan Putri diam, mungkin dia masih sedih karena ulah teman baiknya tersebut.


Setalah di kantor, Daffa memberikan minuman pada istrinya lalu menuntun Putri duduk di sofa untuk menenangkan diri.


Saat Daffa hendak beranjak Putri memegangi tangan Daffa, dia membutuhkan suaminya saat ini.


"Mas pinjam bahunya ya," pinta Putri


Daffa lalu duduk kembali dan memeluk istrinya


"Lebih baik dadaku yang kamu pinjam," sahut Daffa dengan terkekeh.


Lama-lama mereka saling berpaut, hingga Daffa menginginkan hal itu.


Pintu sudah tertutup pikir Daffa sudah aman, Daffa hanya membuka resleting celananya dan mengeluarkan rudalnya begitu pula dengan Putri yang hanya menyingkap dress nya ke atas.


Suara gaib mulai terdengar dari keduanya, Shane yang tiba-tiba masuk harus menyaksikan atasannya melakukan panjat pinang dia kantor.


Sesegera mungkin Shane menutup pintu kembali, "Astaga pak Daffa kenapa main panjat memanjat di kantor, gara-gara aksinya membuat aku ingin segera memanjat Amira juga," gumam Shane.


Tubuh Shane kini panas dalam akibat adegan panas live yang baru saja dia saksikan.


Untung posisi Daffa dan Putri membelakangi pintu jadi Shane tidak melihat secara gamblang tubuh mereka yang terbuka.


Setalah mendapatkan pelepasannya mereka membersihkan diri duduk di sofa.


Daffa mengucapkan permintaan maafnya lagi, Putri pun juga memaafkannya.


Setalah masalah selesai baik Sean, Nick maupun Daffa selalu mengakhirinya dengan panjat memanjat.


Apa memang harus seperti itu? Entahlah.