Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Permintaan maaf Nick


Vani pulang dengan kekesalan hati yang luar biasa, dia benar-benar kecewa dengan Nick.


"Sudahlah Vani jangan bawa hati, para atasan nggak akan melirik bawahan seperti kamu," gumamnya.


Lama Vani menunggu angkot akhirnya ada juga yang lewat.


Keesokan harinya Vani bertemu Nick di lorong seolah tak saling mengenal Vani berjalan terus menuju ruang cleaning service tanpa menyapa Nick.


Nick terus saja memandang punggung Vani yang berjalan menjauh dari pandangannya.


Tiba-tiba Nick ingat kalau kemarin dia punya janji dengan Vani,


"Astaga, aku lupa. Pasti dia marah sekali padaku," gumam Nick


Dengan langkah cepat Nick menyusul Vani,


"Vani," panggilnya


Vani menghentikan langkahnya lalu menoleh


"Ada apa pak?" tanya Vani


"Maafkan aku, kemarin aku lupa," jawab Nick


Vani tersenyum, terjawab sudah kenapa kemarin Nick tidak menepati janjinya.


"Tidak apa-apa pak Nick, sudah biasa seperti itu. Lain kali jangan buat janji kalau punya penyakit lupa," ucap Vani lalu dia pamit untuk segera bekerja


Mendengar kata-kata Vani, Nick tau kalau Vani sangat marah padanya.


Dia pun melayangkan bogemannya ke udara, karena harus menyiapkan laporan dan jadwal untuk Sean, Nick segera ke ruangannya.


Nick masih saja kepikiran akan Vani, kemarin dia benar-benar lupa.


Dengan pikiran yang terganggu Nick ke ruangan Sean untuk memberikan jadwal Sean hari ini.


"Jadi nanti siang kita bertemu klien?" tanya Sean


Nick hanya terdiam dengan pikiran yang pergi entah kemana. Sean melirik Nick yang berdiri di depannya


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Sean yang membuyarkan lamunan Nick


Nick gelagapan menjawab pertanyaan Sean, dia bingung harus menjawab apa


"Itu pak, itu, saya sedang mikir tentang proyek kita yang berada di pulau Lombok," jawab Nick berbohong


Sean mengerutkan alisnya, "Memangnya kenapa?" tanya Sean lagi


"Ada sedikit kendala pak," jawab Nick


"Secepatnya selesaikan," sahut Sean


"Oh ya Nick segera daftarkan aku dan Arini ke KUA, terus carikan fotografer handal untuk memotret kami karena kami akan melakukan prewed." Sean menambahkan


"Siap pak," sahut Nick


Karena tidak ada yang di kerjakan Nick pamit undur diri.


Rencananya siang ini dia akan mengajak Vani makan siang itung itung permintaan maaf untuk kemarin karena dia lupa namun karena dia harus menemani Sean untuk bertemu klien jadi tidak bisa.


Arini kali ini tidak ikut ke kantor, entah mengapa hari ini bawaannya malas gerak. Seharian Arini hanya merebahkan diri di ranjang dengan melihat infotainment di Televisi.


"Apa bawaan orang hamil begini ya," gumam Arini


*******


"Van maafkan aku," ucap Nick mencoba minta maaf


Sore ini rencananya dia akan mengantar Vani pulang, dia sendiri yang datang menemui Vani di ruang cleaning service.


"Iya," sahut Vani singkat


"Hari ini aku antar pulang ya." Nick ingin mengantar Vani sebagai ganti yang kemarin


"Nggak usah, saya naik angkot saja," tolak Vani


Vani berjalan keluar membiarkan Nick yang masih berdiri di ruang cleaning service


"Dia kelihatannya masih marah padaku," gumam Nick


Tiba-tiba hujan turun dengan lebat sehingga Vani harus menunggu hujan reda dulu baru bisa pulang.


Nick tersenyum saat tau kalau hujan turun,


"Ayo aku antar Van," kata Nick


Vani menghela nafas, sudah cukup dia bersabar.


Nick pergi ke parkiran dan mengambil mobilnya, mumpung Sean pulang sendiri jadi Nick bisa jalan mengantar Vani pulang.


Setelah di depan loby, Nick keluar lalu menggandeng tangan Vani dan memasukkannya di mobil.


"Jangan membantah ucapan atasan, anggap saja ini adalah perintah," ujar Nick lalu melajukan mobilnya


Vani mencibirkan bibir, lalu dia melemparkan tatapannya ke luar jendela meskipun yang nampak adalah titik titik air hujan.


Hujan turun sangat lebat sehingga jarak pandang menjadi pendek. Karena berbahaya jika terus berkendara, Nick menepikan mobilnya.


"Kita tunggu sampai hujan agak reda ya, soalnya jarak pandang ku pendek sekali," ucap Nick


"Terserah," sahut Vani


Suasana hening menyelimuti kedua insan ini, hanya suara hujan yang riuh terdengar.


Vani yang kedinginan melipatkan kedua tangannya, Nick yang tau melepas jasnya dan memakaikannya pada Vani


"Pakailah," kata Nick


Vani menatap Nick lekat, jantungnya berdebar-debar tak karuan.


Vani mencoba melepas jas Nick


"Pakai atau aku pecat," ancam Nick


Vani memakai jas Nick kembali, "Nggak ada hubungannya dengan pekerjaan jadi nggak udah ngancam saya pak," gerutu Vani


"Kalau nggak gitu kamu nggak nurut Van, aku kan jadi ilfil dibantah terus," sahut Nick


Vani mencibirkan bibir,


"Oh ya Van, apa kamu kemarin menungguku?" tanya Nick


Vani mengangguk, tanpa melihat Nick yang menatapnya.


"Lama?" tanya Nick lagi


"Habis magrib saya baru pulang, saya menunggu anda di tempat yang kita sepakati namun karena anda tak kunjung datang saya pergi keruangan anda dan saya tidak mendapati anda di sana," jawab Vani ketus plus kesal.


Nick memutar bola matanya menatap jendela mobil yang terkena percikan air hujan.


"Maafkan aku Van," kata Nick dengan menyesal


Vani hanya mengangguk, sebenarnya ingin rasanya dia memaki Nick tapi takut kalau dia dipecat oleh Nick.


Bukannya reda hujan malah semakin deras,


"Masih kedinginan?" tanya Nick


"Iya pak Nick," jawab Vani


"Apa perlu aku hangatkan?" sahut Nick dengan terkekeh


Vani melempar tatapan mautnya pada Nick, "Berani macam-macam jangan salahkan aku jika putus tu rudal," timpal Vani


Nick tertawa renyah, "Galak sekali kamu, ku kira hanya Arini yang galak ternyata kamu tak kalah galak," ujar Nick


"Wanita tu harus galak pak, supaya tidak dilecehkan pria, jadi jangan pikir anda atasan saya sehingga bisa macam-macam," kata Vani


Nick salut dengan Vani, berbeda sekali dengan wanita wanita pada umumnya. Meskipun tidak seperti Sean namun Nick bukan perjaka, dua kali dia menjalin kasih dan dia sudah tidur dengan pasangannya.


Nick adalah tipe orang setia, namun kisah percintaannya tak seindah kisah percintaan di novel novel, yang pertama dia ditinggal mati sedangkan yang kedua dia ditinggal pergi.


"Bagaimana kalau kita berkencan?" tanya Nick


Vani menatap Nick dengan lekat dan sedikit gugup


"Kalau pak Nick mencari teman ranjang maaf pak saya nggak bisa," jawab Vani


Vani takut kalau dia cuma sebagai teman ranjang Nick saja,


Nick tersenyum dengan jawaban Vani,


"Aku suka sikap teguh kamu Van, jadi nggak bisa deh ngajak kamu berkencan padahal musim hujan gini," sahut Nick dengan terkekeh


Vani menatap Nick kesal bisa-bisanya berpikiran seperti itu


"Banyak wanita lain pak, di jalan-jalan banyak juga para kupu-kupu malam berkeliaran. Daripada merusak wanita baik-baik mending memakai jasa mereka saja," sindir Vani


"Bercanda Van, aku bukan pria yang suka wanita malam dan aku juga bukan pria yang merusak wanita baik-baik, kejam sekali tuduhan mu Van," ucap Nick dengan tersenyum


Vani tersenyum malu,