Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Pesta lajang untuk Nick.


Keesokan harinya Sean dan Arini pergi ke rumah sakit untuk periksa lebih lanjut dan syukur Alhamdulillah bayi mereka tidak kenapa kenapa bearti fix sakit Arini karena penetrasi yang terlalu dalam.


"Besok lagi diperhatikan ya Pak, Bu kalau melakukan hubungan yang gaya normal saja, jangan kebanyakan gaya seperti yang di film-film dewasa, ingat kalau istri anda sedang mengandung," pesan dokter dengan menuliskan resep obat untuk Arini.


"Kira-kira nanti malam boleh apa nggak dok?" tanya Sean.


Dokter melemparkan tatapan mautnya pada Sean, kenapa ngebet banget padahal istrinya sedang sakit.


"Boleh tapi dibatasi durasinya, jangan lebih dari lima belas menit," jawab dokter.


Sean menghela nafas, "OMG, apa itu lima belas menit kadang satu jam saja belum keluar apalagi lima belas menit," oceh Sean yang membuat Arini dan dokter saling pandang dan menggelengkan kepala.


"Ya nggak papa pak, dimasukkan habis itu solo karir di kamar mandi atau sebaliknya," sahut dokter.


Sean semakin frustasi, dia sungguh tidak bisa berkutik kalau sudah seperti ini. Bagaimana nasib rudalnya berikutnya? entahlah.


Setelah mendapatkan resepnya, Sean dan Arini pulang, dia menyuruh sopir untuk menembus obatnya di apotek langganan mereka karena kalau menebusnya di apotek rumah sakit sedikit antri.


*******


Orang tua Sean yang berada di German panik setelah mendapat kabar kalau Sean dipukuli orang dan Arini tertembak.


Mereka menghubungi Sean dan mengatakan kalau akan kembali ke tanah air secepatnya namun Sean melarangnya karena keadaanya sudah membaik.


Hari berlalu dengan cepat kandungan Arini sudah semakin membesar. Mereka sudah disibukkan dengan membeli keperluan bayi mereka termasuk menyiapkan kamar untuk sang buah hati begitu pula dengan Vani dan Nick mereka juga akan melangsungkan pernikahan, untuk itu malam ini mereka membuat pesta lajang dan mereka mengundang Daffa dan Putri serta Shane dan Amira.


Awalnya pesta di adakan di rumah Nick namun karena beberapa faktor akhirnya pesat di adakan di salah satu Vila Sean yang letaknya lumayan jauh dari kediaman mereka.


Iringan empat mobil mewah keluar dari rumah Nick, rencannya mereka akan liburan juga di sana.


"Mas aku kok takut ya, nanti ayah bisa marah kalau tau aku menginap," kata Putri dengan menatap Daffa yang asik menyetir.


"Nggak papa nanti aku akan mengirim pesan kepada art rumah supaya bilang pada ayah kalau ada kerjaan di luar kota," sahut Daffa lalu menggenggam tangan Putri mencoba menguraikan ketakutannya.


Selama dua jam dalam perjalanan kini mereka sudah sampai di Vila Sean, Vila Sean sungguh besar dan view nya sangat indah sehingga membuat mereka semua senang.


Setelah dibukakan pintu oleh para pelayan mereka semua masuk.


"Aku nggak tau Lo sayang kalau kamu memiliki Vila seperti ini," kata Arini dengan mata yang memutar mengelilingi setiap sudut Vila Sean.


"Aset aku banyak," sahut Sean.


"Kenapa nggak disewakan sih sayang, kan lumayan dapat uang," timpal Arini


"Nggak, aku sudah kelebihan uang lagipula kalau disewakan harga sewanya juga nggak seberapa paling Lima puluh juta sebulan," ujar Sean yang membuat Arini tersenyum licik


Melihat Arini yang tersenyum licik seolah tau apa yang akan dipikirkan Arini, "Jangan coba-coba menyewakannya di belakang aku," Ancam Sean.


Arini tertawa, "kamu lupa kalau aset kamu adalah milik aku," sahut Arini.


"Terserah kamu," timpalnya lalu pergi meninggalkan Arini yang masih asik dengan penulusuran ruangan.


Mereka akhirnya berkumpul di ruang keluarga, asik mengobrol kesana kemari hingga waktu menunjukan pukul sebelas malam.


"Aku udah ngantuk sayang," kata Arini


"Ya sudah ayo kita ke kamar," ajak Sean, "Oh ya kalian pilih kamar sendiri ya, di atas ada lima kamar semua sudah dibersihkan kok," kata Sean selanjutnya lalu dia pamit.


"Asik kita tidur bersama," teriak Shane girang.


"Nggak nggak, para wanita tidurnya dengan wanita pria dengan pria," sahut Amira.


"Ah nggak asik, aku maunya tidur dengan Putri," timpal Daffa


Amira melemparkan tatapan mautnya pada Daffa,


"Daffaaaa! kenapa kamu ketularan Sean," omel Amira.


"Mang benar tu sayang, jarang-jarang Lo kita tidur bersama kayak gini," timpal Shane.


Amira tidak menggubris kata-kata Shane dan Daffa kalo Nick sih nurut aja toh mereka juga akan menikah beberapa hari lagi.


Ketiga wanita ini pergi ke kamar dan meninggalkan para jantan mereka.


"Gimana nih?" tanya Shane


"Apanya yang gimana?" tanya Nick balik


"Caranya biar bisa tidur dengan mereka, nggak ngapa-ngapain kok kan lumayan gitu dingin-dingin ada yang meluk," jawab Shane sambil membayangkan adegan dirinya memeluk Amira.


Tiba-tiba lamunannya buyar saat tiba-tiba yang dia peluk dalam bayangannya adalah Nick.


"Iiihhh masak iya aku meluk kamu Nick, jeruk minum jeruk dong," imbuh Shane.


"Kamu kan cerdik coba cari ide," sahut Daffa.


Shane mulai berfikir lalu dia pun mendapatkan ide.


"Aku tau," teriaknya.


Mohon maaf kak, koment kemarin nggak ke balas ya kak, tadi pagi sempat drop. Tapi untungnya bisa up.


Sekali lagi maaf ya kak🙏🙏🙏🙏😊😊😊


komentarnya juga udah kadaluarsa.😂😂😂😂maaf ketularan Arini somplak, oh ya kak mau promo nih siapa tau berkenan mampir



maksih kak😘😘😘😘