Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Extra part 1 Malam pertama Shane


Tepat pukul delapan malam Shane baru saja pulang, dia nampak lelah karena hari ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


Dengan lemas Shane merebahkan tubuhnya di tempat tidur, nampak Amira yang memakai piyama tidurnya duduk di depan meja rias.


"Gimana sayang sudah surut apa belum banjirnya?" tanya Shane.


"Udah mas," jawab Amira


"Aseekkk," sahut Shane yang nampak bahagia karena inilah yang dia tunggu-tunggu unboxing istri tercintanya.


Wajah yang tadi lemas, lesu dan tak bergairah jadi semangat seperti pegawai yang baru saja gajian.


Shane bergegas beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya malam ini adalah malam pertama Shane dan Amira.


Seusai mandi, Shane meminta Amira untuk menyiapkan makan malam kedua.


"Makan malam kedua?" tanya Amira.


"Iya sayang, tadi sebenarnya sudah makan tapi aku harus makan lagi mengingat setelah ini aku akan bertempur sampai subuh," jawab Shane yang membuat Amira membolakan mata.


"Memangnya kamu sanggup mas?" tanya Amira


"Sanggup lah," jawab Shane dengan terkekeh.


Seusai makan Shane minum vitamin supaya dia kuat, tingkah lebay Shane membuat Amira menggelengkan kepala


"Kamu ni seperti mau ngapain gitu mas," ucap Amira


"Jelas dong sayang, aku akan melukis senja di leher kamu, aku harus menaklukan gunung Himalaya, serta menjelajah hutan belantara yang belum di jamah manusia," sahut Shane


Lagi-lagi Amira dibuat pusing dengan kata-kata Shane.


Shane yang tidak sabar segera menggandeng Amira ke kamar, dia ingin segera mengeksekusi targetnya.


Shane menidurkan Amira, lalu dia menarik tali baju tidur model kimono milik istrinya.


Sepertinya Amira juga sudah mempersiapkan semuanya hingga dia tidak memakai pakaian dalamnya.


Bibirnya mulai melu mat bibir Amira, lalu dia melukis senja merah di leher wanitanya tersebut.


Suara-suara gaib mulai keluar, kini bibir dan tangan Shane menjelajah ke pegunungan Himalaya istrinya.


Inilah yang ditunggu tunggu, menerobos masuk goa sempit.


Rudal milik Shane telah bersiap telah masuk goa yang terkenal sempit karena belum dijamah oleh manusia.


Saat sampai di mulut goa, Shane mengalami hambatan.


"Pelan-pelan mas," bisik Amira yang merasa kesakitan saat Shane hendak masuk pertahanannya.


Shane berusaha semaksimal mungkin supaya rudalnya masuk dengan lancar.


Dua hentakan dari Shane, kini rudalnya berhasil masuk dengan sempurna.


Shane merasakan sensasi yang luar bisa di dalam goa Amira, sangat sempit dan sangat menggigit.


Ditambah otot-otot area sensitif Amira mengapit dan menggigit Rudal milik Shane.


Suara gaib Shane mulai terdengar, bahkan lebih ganas dari bisikan gaib Amira.


Pinggul Shane sudah mulai bergerak awalnya kecepatannya pelan, perlahan Shane menambah kecepatannya.


Karena tak kuat dengan himpitan dinding goa Amira kini Shane melepaskan cairan putihnya.


Setalah mendapatkan pelepasan yang pertama, Shane tumbang, dia menyiapkan tenaga lagi untuk bertempur.


"Perang dunia kedua segera di mulai sayang," bisik Shane


Amira mengangguk, dia meminta Shane untuk pelan-pelan kerja bagian bawahnya masih sangat sakit.


"Nanti aku kompres sayang," kata Shane


"Nggak usah mas, " sahut Amira


Ronde kedua segera di mulai, Shane sungguh tak bisa menahan lagi, rudalnya juga sudah menegang kembali.


Perlahan Shane memasukkan rudalnya dalam goa sempit Amira.


Kira-kira tiga puluh menit mereka menyelesaikan perang mereka.


Kegiatan panas mereka terulang kembali lagi dan lagi hingga Amira menyerah dan tidak kuat lagi melayani suaminya.