
"Diana tunggu," teriak mama Daffa yang mengejar Diana.
Diana terus berlari tanpa menghiraukan mama Daffa yang terus memanggilnya. Hatinya sungguh sakit dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya.
Diana masuk ke dalam mobilnya, dengan kesal tingkat dewa Diana memukul mukul setir mobilnya sambil berteriak.
"Brengsek kamu Putri, pelet apa yang kamu pakai untuk mendapatkan Daffa sehingga dia bisa tergila-gila padamu,"
Mama Daffa yang baru sampai di mobil mengetuk kaca mobil Diana, lalu Diana membukakan pintu untuk mama Daffa.
"Jangan bersedih Diana, Tante akan segera mengumumkan pernikahan kamu dengan Daffa, Tante nggak rela jika Daffa tetap bersama Putri," kata Mama Daffa
"Tante yakin? bagaimana kalau Daffa tidak mau," sahut Diana yang tidak yakin dengan Mama Daffa.
"Tenang, tante ada rencana," timpal Mama Daffa dengan tertawa.
Diana ikut saja rencana mama Daffa asalkan Daffa menjadi miliknya.
Karena malas kembali ke hotel Diana dan Mama Daffa memutuskan untuk pulang.
Di sisi lain semua pada bersenang-senang dengan kemeriahan pesta pernikahan Sean, setalah Daffa mempersembahkan lagu kini gantian Nick yang disuruh Sean. Seperti Daffa Nick turun tempanya bernyanyi dia menjemput Vani yang duduk di kursinya.
Nick dan Vani menyanyikan sebuah lagu dari Ed Sheeran yang berjudul Perfect. Suasana semakin meriah saat Daffa, Putri, Sean dan Arini ikut bergabung. Mereka berenam nampak bahagia malam ini namun berbeda dengan Shane yang nampak biasa saja karena dia tidak ada pasangannya.
Setalah Nick selesai menyanyikan lagunya, Sean memanggil Shane. Tepuk tangan riuh ditujukan pada Shane sehingga mau nggak mau Shane beranjak dari tempat duduknya.
"Bawakan sebuah lagu untuk para tamu Shane," pinta Sean.
Nick mengambil mik dan mulai menyayikan lagu dari The Rock yang berjudul Munajat cinta.
Arini dan Sean tertawa mendengar Shane menyanyi pas sekali dengan keadaannya saat ini.
Setelah Shane menyanyikan lagunya, mereka semua malah asik-asikkan begitu pula tamu undangan yang ikut bernyanyi bersama mereka.
Lelah menyanyi acara selanjutnya adalah lempar Bunga, Arini dan Sean sudah ancang-ancang untuk melempar bunga yang dibawanya
" Satu dua tiga," Arini dan Sean berteriak bersamaan dan tanpa Shane lah yang mendapat Bunga dari Sean dan Arini.
Tepuk tangan riuh untuk Shane bahkan ada beberapa tamu undangan lain yang meminta Shane untuk melempar Bunga kembali.
"Ogah, biar aku cepat dapat jodoh," sahut nya.
Kini saatnya Arini dan Sean ganti baju, keenakan bernyanyi hingga mereka lupa kalau ada sesi ganti baju.
Perias menggiring mereka berdua ke salah satu kamar hotel, di sana sudah ada desainer yang membawa baju mereka berdua.
Baju yang dipakai Arin sedikit terbuka sehingga Sean pun marah.
"Siapa yang mengurangi bahan baju istriku!" omelnya
Desainer dan perias hanya saling pandang, saat mereka fitting baju ya ini bajunya kenapa sekarang seenaknya bilang kalau bahannya dikurangi.
"Maaf tuan Sean tapi memang baju Nyonya seperti ini, bukankah saat fitting baju sudah cocok semua," sahut Desainer baju.
"Tapi kali ini aku tidak setuju, buang saja pakai baju yang lain," timpal Sean.
Desainer kondang tersebut membolakan matanya bagaimana bisa membuang gaun yang bernilai fantastis, bahkan beberapa batu mulia dipasang di sana.
Rencananya ganti pakaian tiga kali karena baju satunya terlalu terbuka sehingga mereka hanya ganti baju dua kali.
Seusai ganti baju kini mereka keluar, saat ini para tamu undangan dipersilahkan untuk makan, mereka semua menikmati beberapa kudapan khas Indonesia dan ada beberapa khas dari Eropa.
Ben memang menyiapkan makanan khas Eropa guna menjamu para saudara, sahabat dan juga kolega bisnisnya dari sana.
"Ini makanan apa mas?" tanya Putri
"Ini adalah makanan khas Eropa," jawab Daffa
"Kenapa ada makanan Eropa disini mas?" tanya Putri lagi
"Om Ben kan asli German sayang, jadi pasti keluarga, sahabat serta koleganya banyak yang dari Eropa," jawab Daffa
Putri menatap Daffa, bukan jawaban atas pertanyaannya yang membuat Putri membolakan matanya melainkan karena Daffa memanggilnya sayang.
"Kamu memanggilku sayang mas?" kata Putri
"Boleh kok mas," jawab Putri
Putri dan Daffa memilih makanan khas Indonesia meskipun Daffa juga keturunan Eropa sama seperti Sean tapi Daffa tidak menyukai makanan Benua biru tersebut.
Vani dan Nick juga memilih makanan khas Indonesia, berbeda dengan Shane yang memilih menu makanan Benua Biru.
Arini si pengantin juga memilih makanan khas Indonesia,dari tadi dia makan seperti orang kesurupan.
"Sayang, makan mu seperti orang kesurupan," kata Sean
Arini melemparkan tatapan tajamnya pada Sean lalu dia menikmati makanannya kembali.
"Dasar Buto Ijo," ejek Sean.
"Kenapa sih menganggu acara makan ku, memangnya kenapa kalau Buto Ijo, kamu mau meninggalkan aku," sahut Arini kesal
"Mana mungkin aku meninggalkanmu sayang, sedangkan hati dan harta ku semua jadi milik kamu," timpal Sean yang membuat Arini terkekeh.
"Tau gitu masih saja menghinaku, kalau tak tinggal tau rasa," omel Arini
"Jangan dong sayang," ucap Sean dengan tertawa.
Mereka kembali menikmati makanan mereka.
Setelah selesai, acara selanjutnya adalah doorprize
semua undangan wajib di masukkan di kotak untuk di undi. Setiap undangan yang dimasukkan akan di tukar dengan smartphone.
Semua undangan sudah terkumpul sekarang host acara mulai mengundi.
Hadiah utama adalah sebuah Apartemen mewah, hadiah kedua adalah mobil sport, hadiah ketiga liburan keliling Eropa beserta uang saku dan menginap di hotel mewah untuk dua orang.
Hadiah pertama di menangkan oleh teman Papa Sean, hadiah kedua dimenangkan oleh kolega Sean, dan hadiah ketiga dimenangkan oleh Vani.
Vani yang sangat senang langsung saja memeluk Nick, "Aku menang mas," kata Vani
Vani histeris karena ini pertama kalinya dia pergi ke luar negeri.
"Kamu mau kan pak Nick pergi bersama aku?" tanya Vani
"Mau dong, mana mungkin aku menolak tapi masalahnya boleh ambil cuti pa gak," jawab Nick lemas.
Vani pun ikut lemas, mana mungkin dia bisa pergi ke Eropa sendiri tanpa Nick.
"Kira-kira bisa diuangkan apa nggak ya?" tanya Vani
"Entahlah Van, coba nanti kita tanya," jawab Nick tak tau.
"Kalau nggak gitu bisa nggak ya ditukar dengan umroh, biar orang tuaku yang pergi umroh," ucap Vani
Setelah acaranya doorprize selesai kini sampai di acara akhir yaitu salaman dengan mempelai lalu pulang.
Daffa, Nick, Shane, Vani dan Putri kloter terakhir.
Daffa memeluk Sean, "Selamat ya kawan, semoga langgeng selamanya," kata Daffa
Daffa juga memeluk Arini, sebenarnya Sean cemburu melihat Daffa memeluk istrinya tapi dia juga tidak bisa melarangnya untuk saat ini.
"Aku sangat merindukan pelukanmu Arini," bisik Daffa dengan terkekeh.
"Aku juga mas," sahut Arini tapi dengan tangan mencubit perut Daffa.
"Sadis sekali dirimu," kata Daffa dengan menahan sakit
"Kalau nggak Sadis bukan aku mas," sahut Arini dengan tertawa.
Kini mereka bercanda dulu sebelum mereka pulang, Vani juga menanyakan terkait dooprize yang dia dapat.
Tiba-tiba ada yang memanggil Sean.
"Seannnnnn,"