Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Karma instan


Orang kepercayaan mama Daffa keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil baru mama Daffa yang keluar mobil.


Ya begitulah bahkan untuk sekedar membuka pintu mobil mama Daffa menggunakan tangan orang lain.


Dia berjalan melewati jalan tanah yang sedikit licin,


"Daffa Daffa nggak habis pikir, kenapa bisa jatuh hati dengan wanita yang hidup di lingkungan seperti ini," oceh mama.


Orang kepercayaan mama Daffa mengetuk pintu dan mengucap salam dan tak berselang lama art Putri keluar.


"Mohon maaf bisa saya bertemu dengan ayah nona Putri?" tanya nya.


"Bisa Pak Bu, silahkan masuk," jawab art


Mama Daffa masuk dengan orang kepercayaannya, sementara art masuk ke dalam rumah untuk memanggil ayah Putri.


"Pak ada yang mencari," kata art


"Siapa mbak?" tanya ayah Putri yang bernama Kus.


"Saya kurang paham Pak," jawab art Pak Kus yang bernama mbak Surti.


Mbak Surti membantu Pak Kus naik ke atas kursi roda, setelah itu dia membawa Pak Kus keluar.


"Selamat sore Bapak Ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Kus.


"Mohon maaf karena mengganggu waktu istirahat anda....," belum sempat melanjutkan kata-katanya mama Daffa mengkode pada orang kepercayaannya untuk diam.


"Begini maksud tujuan saya kesini adalah untuk meminta anda menasehati Putri supaya tidak mengganggu Daffa anak saya. Dilihat dari segi manapun Putri tidak cocok bersanding dengan Daffa, sebentar lagi Daffa akan segera menikah jadi saya mohon anda lebih tegas pada Putri supaya tidak menjadi benalu ataupun pelakor," kata Mama Daffa.


Ayah Putri sangat sakit hati dengan perkataan Mama Daffa, dia sungguh tak menyangka Daffa yang lemah lembut memiliki ibu yang seperti ini.


"Mohon maaf ibu, kami memang miskin tapi bukan bearti anda bisa menghina kami. Untuk Putri yang menjadi benalu dalam hubungan Daffa dan calon istrinya tolong dimaafkan," sahut Pak Kus


Mama Daffa tersenyum penuh kemenangan, dia yakin jika Pak Kus akan melarang Putri untuk berhubungan dengan Daffa mengingat Putri adalah anak yang penurut.


"Saya akan menasehati anak saya jika dia melakukan kesalahan tapi kali ini Putri tidak melakukan kesalahan, jadi mohon maaf saya tidak bisa memenuhi amanat ibu," imbuh Pak Kus


Mendengar kalimat terakhir dari Pak Kus membuat Mama Daffa tidak terima


"Dasar manusia miskin sombong, aku tau anda mengincar harta anak saya, berapa yang anda butuhkan supaya kalian pergi dari kehidupan Daffa," maki Mama Daffa sambil mengeluarkan cek kosong.


Pak Kus hanya tersenyum, "Mbak Surti tolong bawa saya kembali ke kamar setelah itu antar tamu kita keluar," pinta Pak Kus


Mama Daffa semakin kesal, saat hendak beranjak Putri pulang.


"Assalamualaikum ayah," salam Putri.


Dan betapa kagetnya dia saat melihat Mama Daffa,


"Sebaiknya kamu pergi jauh dari Daffa, asal kamu tahu Daffa tidak pernah mencintaimu," kata Mama Daffa.


"Terima kasih anda jauh-jauh datang ke rumah saya untuk memberikan saya nasehat. Dari sini nampak terlihat anda sangat menyayangi saya," sahut Putri


"Kamu....!" belum sempat melanjutkan kata-katanya Mama Daffa menghela nafas lalu keluar dari rumah Putri.


Saat melewati halaman yang licin tanpa sengaja Mama Daffa kepleset sehingga Putri yang melihatnya tertawa lepas begitu pula dengan Pak Kus maupun mbak Surti.


"Hahahaha itulah balasan jika orang sombong, karma instan telah berlaku," kata Putri dengan menahan tawa.


Mama Daffa yang malu langsung naik mobil, dia segera menyuruh orang kepercaayannya untuk segera pergi.


"Anda tidak apa-apa nyonya," tanyanya


"Ya pasti sakit lah, tak sudi aku menginjakkan kaki ke kandang itu lagi," jawab Mama Daffa.


Selepas kepergian Mama Daffa, Putri melihat ayahnya yang nampak bersedih. Dia berjongkok di depan ayahnya yang masih duduk di atas kursi roda.


"Mama mas Daffa bilang apa Yah?" tanya Putri


"Nggak bilang apa-apa kok Put," jawab Ayah.


Putri tau kalau ayahnya berbohong tapi dia tidak akan memaksa ayahnya untuk bilang apa yang dikatakan Mama Daffa karena Putri sendiri sudah bisa menebak kalau Mama Daffa pasti menginginkan dia berpisah dari Daffa.


*********


Saat sampai di rumah Mama Daffa marah-marah karena bajunya kotor, Daffa yang kebetulan baru sampai heran melihat Mamanya celana putih Mamanya yang kotor semua.


"Mama habis bermain darimana kok baju mama kotor semua?" tanya Daffa dengan terkekeh


"Nggak usah kurang ajar kamu Daffa, ini gara-gara Mama datang ke rumah reyot Putri," jawab


Mama keceplosan.


Daffa menatap Mamanya, "Ngapain Mama kesana?" tanya Daffa


Mau nggak mau Mamanya bilang tujuan dia kesana.


"Ya untuk menasehati ayahnya Putri supaya menasehati anaknya biar nggak jadi pelakor," jawab Mama.


Daffa nampak marah pada Mamanya,


"Ma, please jangan buat Daffa nggak respect sama Mama, jangan buat Daffa durhaka sama Mama. Ayah Putri itu sakit, kenapa Mama masih tega menyakitinya," sahut Daffa


"Ya karena kamu nggak nurut sama mama, Daffa! coba kamu tinggalin dia dan menikah dengan Diana pasti Mama nggak usah susah-susah datang menemui ayah Putri sehingga Mama nggak kepleset," timpal Mama


"Ya itu karma instan buat Mama yang jahat," ucap Daffa lalu mengambil kunci mobilnya dan pergi.


Mama Daffa berteriak memanggil Daffa namun Daffa tak menggubris teriakan Mamanya. Daffa benar-benar kecewa dengan wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.


Seorang ibu yang seharusnya mensupport anaknya malah tega berbuat seperti ini.


Daffa melajukan mobilnya menuju rumah Putri dia sungguh khawatir dengan keadaan Putri dan juga Ayah Putri.


Tak berselang lama mobil Daffa sudah terparkir di depan rumah Putri, dia turun dan langsung berjalan melewati tanah yang licin karena hujan.


Daffa langsung masuk dan memeluk Putri yang sedang sendirian di ruang tamu.


"Put, maafkan Mamaku," kata Daffa.


Putri tersenyum lalu melepas pelukan Daffa,


"Iya mas," sahut Putri


"Bagaimana keadaan ayah?" tanya Daffa


"Baik kok mas, kenapa sih khawatir banget," kata Putri.


"Aku mohon jangan terpengaruh dengan Mamaku Put, jangan pernah berpaling dariku," pinta Daffa


Putri mengangguk dan tersenyum, dan itu membuat Daffa lega.


Malam ini Daffa ingin mengajak Putri makan di laur, kebetulan dia juga belum makan.


"Bagaimana keadaan mama kamu mas?" tanya Putri sambil melirik Daffa yang fokus menyetir


"Mama baik, kenapa emangnya?" tanya Daffa balik


"Tadi Mama kamu kepleset mas," jawab Putri


"Iya, karma kecil buat Mama tu," sahut Daffa


Putri tertawa kalau ingat kejadian tadi sore. Dia tak menyangka secepat itu mendapatkan peringatan karena telah menyinggung perasaan Ayahnya.


"Sumpah mas, perutku kaku tadi. Saat mama kepleset di depan rumah,"