
Perlahan mata Vani terbuka dia merasakan ada yang berat di perutnya saat dilihat ternyata tangan Nick yang melingkar sempurna di atas perut.
"Mas Nick tangannya nih," gerutu Vani lalu memindahkan tangan pria yang berstatus suaminya kini.
Nick hanya menggeliat tanpa membuka matanya, Vani melihat jam dinding dan betapa kagetnya dia ternyata sekarang sudah pukul sembilan.
"Astaga sudah jam sembilan, bagaimana ini," katanya lalu beranjak namun saat berdiri dia merasakan perih di tengah pangkal pahanya sehingga membuat jalan Vani tertatih.
Di kamar mandi Vani melihat pantulan dirinya di cermin, tubuhnya penuh warna merah kebiruan akibat ulah bibir nakal Nick semalam.
"Ini bagaimana aku keluar kalau leherku full warna merah seperti ini, itu bibir atau vacum cleaner sih sedotannya kuat sekali," gerutu Vani
Setalah selesai dengan ritual mandi basahnya Vani keluar dan merias dirinya tipis kemudian dia membangunkan Nick.
"Mas Nick bangun," kata Vani sambil menggoyang tubuh Nick yang setengah tertutup selimut.
"Nanti lagi sayang, tubuhku rasanya remuk seperti digebukin orang sekampung," sahut Nick
"Salah kamu sendiri kenapa manjat aku sampe subuh, ya gini akibatnya," omel Vani
"Astaga sayang, namanya juga malam pertama ya di puas puasin," timpal Nick
Vani berdecak kesal,
"Ya sudah kalau nggak mau bangun, jangan harap dapat jatah nanti malam," ancam Vani
Nick yang mendengar ancaman Vani lalu bergegas bangun dan segera membersihkan dirinya setelah itu bersiap untuk turun.
Mama, papa dan Kakak Nick bersantai di ruang keluarga, saat Nick dan Vani turun mata ketiga orang ini tertuju pada mereka.
"Yang pengantin baru jam sepuluh baru turun," goda Brian.
"Maklum lah kak, subuh tadi baru turun pohon pinang," sahut Nick terkekeh.
"Astaga Nick, udah sana sarapan dulu," titah mama sambil geleng-geleng kepala.
Bisa-bisanya subuh baru selesai, model gaya apa saja hanya Nick dan Vani yang tau.
**********
Hari ini, Nick dan Vani bersiap untuk berangkat ke Bali, begitu pula dengan orang tuanya.
Mereka menyewa Khayangan Estate sebagai tempat resepsi mereka. Nick sengaja menyewa tempat itu karena dia ingin merasakan sensasi resepsi di atas tebing dengan pemandangan Samudra Hindia langsung.
Untuk harga sewa dan lain-lain Nick dan Vani merogoh kantong sekitar setengah M lebih untuk 250 pak, dan ini rencannya mereka menyewa tiga hari jadi biayanya sekitar 2 M an, itu belum termasuk biasa bulan madu mereka di sana.
Selama satu setengah jam di dalam burung besi kini mereka sampai di Bandara Ngurah Rai, sedangkan rombongan Sean dan lainnya datang keesokan harinya.
Malam ini Nick Vani disibukkan dengan persiapan resepsi mereka, hingga Nick dan Vani melupakan panjat memanjat mereka.
Pukul enam perias profesional sudah datang dan siap merias Vani, mereka akan menjadikan Vani ratu.
Gaun putih dan mahkota bunga membuat Vani benar-benar seperti ratu lebih tepatnya bak Snow white di dunia nyata.
Pukul tujuh rombangan Sean sampai di Bandara, mereka berenam berangkat barengan.
Tepat pukul sembilan iringan mobil mewah, sampai di Khayangan Estate, setibanya di lokasi mereka semua meminjam ruangan untuk ganti baju.
Arini memakai kebaya longgar desain dari seorang desainer pribadinya, desainer Arini memadukan baju ibu hamil, kebaya dan juga gaun, dan jadilah gaun mewah seperti yang Arini kenakan saat ini, begitu pula dengan Amira dan juga Putri mereka memakai gaun elegan.
Daffa, Sean dan Shane memakai jas senada dengan jas pengantin karena mereka bertiga adalah tamu kehormatan dari Nick.
Kini semua sudah berada di lokasi, nampak Nick dan Vani keluar dengan diiringi orang tua mereka.
Resepsi Vani dan Nick nggak jauh berbeda dengan resepsi Sean, berhubung resepsi Nick di adakan di atas tebing paling ujung, sehingga semua momentum di abadikan dengan bantuan drone.
Kini acara yang ditunggu-tunggu yaitu lempar Bunga, siapa yang mendapatkan bunga dari pengantin katanya akan segera menyusul.
Dan yang mendapat kali ini adalah Shane dan Amira, entah mengapa Bunga jatuh tepat di pangkuan Shane.
Tepuk tangan riuh terdengar namun Shane malah nampak lesu pasalnya saat di Pernikahan Sean, Shane juga mendapatkan Bunga namun yang menikah dulu malah Vani dan Nick bearti setelah ini yang menikah Daffa dan Putri.
Setelah resepsi usai, mereka berdelapan menyantaikan diri di tebing dengan ditemani suara ombak dari Samudra Hindia.
"Setelah ini siapa yang menikah?" tanya Sean basa basi
"Pak Daffa," jawab Shane
"Bukankah kamu yang mendapat bunganya," sahut Daffa
"Dulu juga iya tapi Nick yang nikah dulu," timpal Shane
"Memang kok pak Shane, seminggu lagi saya dan pak Daffa menikah tapi nikah biasa saja resepsinya sebulan lagi," ucap Putri lalu menutup mulutnya.
Daffa menepuk keningnya, kenapa Putri bisa keceplosan, "Haduh Put, kenapa bilang-bilang," kata Daffa malu.
Daffa sudah tidak bisa menahan keinginannya, untuk itu daripada dia kebablasan dia ingin segera menikah biasa asal sah.
"Kamu nggak sekalian Shane, jadi aku bisa anggarkan anggaran untuk memberi hadiah kalian," sahut Sean.
"Halah pak Sean, nggak usah repot-repot paket bulan madu lengkap ke Turki sudah cukup, hotel mewah selama tiga Minggu, biaya hidup di sana, uang saku serta akomodasi jangan lupa," kata Shane yang membuat Arini naik pitam
"Hey pak Shane, anda mau merampok atau meminta hadiah?" sahut Arini kesal.
"Dasar, wanita kalau urusan uang pelitnya minta ampun," oceh shane dengan lirih.
Semua yang mendengar perkataan Shane jadi tertawa, kini mereka semua gantian membully Daffa tak disangka sikapnya yang lembut dan tenang ternyata kebelet juga, mereka mengira kalau Daffa hanya suka incip sedikit ternyata ngebet manjat juga.
Puas membully Daffa kini gantian Shane, habis pokonya Shane dengan Sean dan Daffa, sampai dia melambaikan tangan tanda kalau menyerah.
"Baik lah," kata Shane pasrah
Lalu dia mengambil, sebuah bunga mawar merah dari sisa resepsi Nick tadi, setelah mendapatkannya Shane kembali kemudian dia dengan sikap gentle nya berlutut di hadapan Amira.
"Amira Will you marry me," kata Shane yang membuat semua temannya tepuk tangan.
Terima!
Terima!
Terima!
Teriak mereka, Amira menunduk malu
"Maaf Mas, tapi aku belum ingin menikah," ucap Amira.
Mendengar jawaban dari Amira membuat Shane memaksakan senyumannya.
"Ternyata kamu belum ingin menikah ya," kata Shane dengan kecewa.
Shane membuang Bunga yang tadinya ingin diberikan untuk Amira, lalu Shane berjalan menjauh dari teman-temannya.
"Sudahlah Shane, fokus dengan karir dulu, wanita kamu masih ingin bebas tanpa terikat pernikahan," gumam Shane
Daffa mendekati Amira,
"Kasian juga dia," kata Daffa
"Inikan ide kalian," sahut Amira