
Bukan prank, bukan juga bohong maupun tipuan karena memang Kinan telah pergi untuk selamanya meninggalkan sepenggal kenangan yang indah dan juga menyakitkan untuk Nick, meninggalkan buah hati mereka yang masih sangat belia.
"Selamat jalan Kinan, selamat jalan. Mungkin Tuhan lebih sayang padamu daripada kami semua. Aku janji akan merawat anak kita dengan baik," kata Nick dengan menangis.
Di pantai, kenangan-kenangan tentang Kinan datang kembali, Kinan berlari sambil memanggil manggil namanya, kala itu mereka masih belia. Anak kuliahan yang memadu kasih.
Sempat juga berjanji sehidup semati meski usia mereka masih sangat dini.
Saat itu cinta Nick maupun Kinan sungguh dalam dan besar hingga terjadilah hal-hal yang diinginkan oleh keduanya, surga dunia yang seharusnya belum boleh dilakukan untuk mereka yang belum menikah.
Nick membaringkan tubuh Kinan di jok belakang, sedangkan Keira duduk di depan.
Nick membawa jasad Kinan ke rumah sakit kembali, saat hendak masuk ruang perawatan Kinan ada Sasa yang dengan cemas menunggu di depan.
Dia langsung berdiri saat Nick datang, "Kalian dari mana? kenapa membuat kami semua cemas? ini kenapa Kinan pingsan?" Sasa memberondong Nick dengan banyak pertanyaan.
Nick tak menggubris pertanyaan Sasa, dia meletakkan tubuh Kinan di bed lalu meminta Sasa memanggil dokter.
"Apa yang terjadi?" tanya Sasa penasaran.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un Sa," kata Nick lirih
Sasa membolakan matanya, tidak mungkin Kinan secepat itu pergi menurut vonis dokter seharusnya Kinan masih hidup agak lama lagi.
Tangis Sasa pecah, dia tak percaya kalau sahabatnya tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Keira yang sedikit banyak mendengar pembicaraan Nick jadi menangis karena takut.
Sasa membawa Keira pergi namun anak ini tidak mau pergi, dia pergi mendekat ke arah mamanya lalu naik kursi dan memeluk mamanya.
"Mama, mama, jangan tidur ma," kata Keira
Nick yang tak tega menggendong anaknya, dia keluar dan meminta Sasa mengurus jenazah Kinan.
Keira terus saja menangis sehingga membuat Nick kewalahan, akhirnya dia pulang untuk meminta bantuan Vani.
Setalah di rumah Keira masih saja menangis sehingga Vani turut menenangkan Keira.
"Keira kenapa mas?" tanya Vani lalu mengambil Keira.
"Mamanya meninggal sayang," jawab Nick.
Vani sangat shock padahal tadi dia baru saja menjenguk Kinan, tak disangka Tuhan begitu cepat memanggilnya.
Vani memeluk Keira, dia mengelus rambut Keira dan mengajaknya ke taman depan.
Bocah kecil ini akhirnya terlelap dalam gendongan Vani.
"Kasian kamu sayang, mama janji akan menyayangi kamu seperti anak mama sendiri, aku janji Kinan akan menyayangi anakku layaknya anakku," gumam Vani sambil menciumi Keira.
Nick yang dari jauh melihat Vani ikut terharu dia sungguh salut pada Vani, karena bisa menerima buah hatinya dengan wanita lain.
"Mulia sekali hatimu sayang," guman Nick.
Hari ini dia minta ijin pada Sean karena tidak bisa kembali ke kantor, meskipun mengijinkan namun Sean tetap marah pada Nick. Biasalah Sean memang seperti itu.
Beberapa jam berlalu, kini Kinan sudah dikebumikan. Vani dan Nick nampak kehilangan, meski baru saja kenal namun Vani bisa merasakan kalau Kinan adalah wanita yang baik, Sasa juga menangis mengenang sahabatnya tersebut.
"Selamat jalan Kinan, tenanglah di sisi Allah," kata Vani, "Aku janji akan mencintai dan menyayangi Keira seperti anakku sendiri," imbuhnya
Sasa tak percaya tenyata istri Nick sangat mulia hatinya, dia bisa menerima anak Kinan dengan lapang dada.
"Beruntunglah kamu Nick, dicintai wanita seperti Kinan dan Vani, satu rela menderita demi kesuksesanmu, yang satu mau menerima buah hati kamu dengan masa lalu kamu," ucap Sasa.
"Iya," sahut Nick
Hari semakin gelap, kini Vani, Sasa dan Nick pulang. Nick sengaja tidak mengajak Keira karena takut anaknya menangis lagi.
Vani sudah bisa memaafkan Nick dan ini membuat Nick lega.
**********
Hari-hari telah berlalu, Kinan kini menjadi kenangan dari mereka terutama bagi Nick. Kenangan masa lalu yang indah, kisah Kinan mengajari Nick akan arti sebuah pengorbanan dan juga ketulusan.
Keira perlahan juga sudah bisa merelakan mamanya, meski terkadang dia masih ingat akan mamanya.
Nick dan Vani telah membuatkan kamar sendiri untuk Keira, namun Keira masih belum mau tidur sendiri. Dia masih ingin tidur dengan papa dan mamanya.
Seperti biasa, Nick ada agenda memanjat istrinya. Dia harus menunggu Keira tidur dulu untuk bisa melakukan serangannya.
Akhirnya jam sepuluh Keira tidur juga namun tak hanya Keira yang tidur tapi Vani juga ikut tidur.
"Astaga sayang, katanya mau main kenapa malah tidur," kata Nick frustasi.
Nick yang sudah berhasrat dari tadi tidak bisa membendung keinginannya sehingga dia pun memainkan area-area sensitif milik istrinya.
Suara gaib keluar dari mulut Vani meski matanya terpejam.
"Sayang, kamu tidur kok seperti kebo sih, lihatlah sudah tegang banget ini," kata Nick yang akhirnya membuat Vani terbangun.
"Langsung masukkan ajalah mas, kan sama aja," sahut Vani.
Nick pun melakukan penyatuan, suara gaib mereka berdua menggema sehingga membuat Keira terbangun.
"Papa, ngapain papa di atas mata," kata Keira.
Sesegera mungkin Nick mencabut miliknya dan menyuruh Keira tidur kembali.
"Astaga gini ya kalau punya anak, bercinta pun tak tenang," gumam Nick kesal
Vani tertawa, "Mangkanya jangan sering-sering bercinta kalau punya anak kecil," sahut Vani
Keira sudah tidur kembali, sehingga Nick melanjutkan aksinya.
"Di silent ya, bila perlu pake mode pesawat," bisik Nick
"Ok mas," sahut Vani
Akhirnya mereka bercinta dengan mode diam tak ada suara apapun hanya ranjang mereka saja yang sedikit bergoyang karena hentakan-hentakan dari Nick.
Takut kalau Keira bangun, Nick segera menuntaskan hasratnya.
Puas dengan pelepasannya Nick segera mencabut rudal miliknya dan segera membersihkan diri begitu pula dengan Vani, tenyata di kamar mandi mereka mengulang percintaan panas mereka lagi, di dalam kamar mandi mereka lebih leluasa mengeluarkan suara-suara ghaib mereka tanpa takut Keira terbangun.
Entah gaya apa saja yang mereka lakukan di kamar mandi, hingga satu jam meraka baru keluar.
"Mas Nick aku kok lapar ya," kata Vani
"Lapar ya makan dong sayang," sahut Nick
"Tapi aku pengen kamu yang masak mas," timpal Vani
"Kamu jangan bercanda, aku mana mungkin bisa masak, kita cari makanan aja ya di kulkas," tawar Nick
"Nggak mau, aku maunya kamu yang masakin mas, mie instan juga nggak papa asal kamu yang masak," ucap Vani
"Baiklah," sahut Nick pasrah.
Vani menemani Nick memasak di dapur,
"Mas mie instannya kasih sayur ya, jangan lupa telur dan juga sosis, terus kasih irisan tomat ya mas oh ya kalau ada Kornet maupun daging ayam yang udah di olah bisa juga di masukkan," oceh Vani
"Lengkap sudah, tidurnya seperti kebo, makannya seperti babi," guman Nick yang membuat Vani melemparkan tatapan tajamnya.