
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Daffa dan Putri sangat menawan dengan balutan gaun indah mereka, Putri tak kuasa menahan tangisnya saat kedua orang tua Daffa memeluk lalu menemaninya ke pelaminan.
"Terima kasih ya Tuhan," batin Putri lalu bergantian menatap mama dan papa mertuanya tersebut.
Sedangkan ayah Putri duduk di kursi roda melihat anak semata wayangnya menikah.
Daffa sudah menunggu di pelaminan, dia tersenyum menatap wanita yang sudah dia nikahi beberapa waktu lalu.
Serangkaian acara resepsi dilakukan dengan lancar kini tibalah di ujung acara yaitu lempar bunga.
Kali ini bukannya Shane melainkan Nick sehingga membuat Vani dan Nick cek cok, semenjak hamil sikap Vani membuat Nick kewalahan.
"Awas mas jika nanti kamu nikah lagi," ancam Vani
"Siapa sih sayang yang mau menikah satu saja nggak habis masak iya nambah lagi," sahut Nick
Serangkaian acara sudah selesai, dan kini mereka berdelapan asik-asikan.
"Mas Daffa sini aku mau menyumbang lagu," kata Arini dengan bersemangat .
Sean membolakan matanya karena pasti istrinya akan menyanyikan lagu dangdut dengan bergoyang tanpa dosa.
"Nggak boleh, kamu pasti nyanyi dengan bergoyang," larang Sean.
"Astaga sayang, kamu pikir aku sedang menyanyikan lagu mengheningkan Cipta sehingga cuma diam dengan menunduk," sahut Arini yang membuat semau tertawa.
Akhirnya mau nggak mau Sean mengijinkan Arini bernyanyi, Arini meyanyikan lagu dangdut yang berjudul Los dol.
Arini nampak menghayati lagu yang dibawa dengan sesekali dia bergoyang, Daffa ikut bernyanyi dengan Arini.
Dengan nampak kesal, "Bule nyanyi lagu dangdut apa kata dunia coba," kata Sean saat melihat Daffa berduet dengan Arini
"Jangan salah pak Sean, lagu dangdut itu sekarang mendunia, kita harus bangga. Meskipun anda bule tapi kan sudah menjadi salah satu bagian negara ini," sahut Shane yang ikut bernyanyi dengan Arini.
Lalu mereka semua menyanyi dan berjoged tanpa rasa malu termasuk Sean, tak hanya satu lagu mereka menyanyikan beberapa lagu, hingga ditutup lagu dari Daffa khusus untuk Putri.
Puas bernyanyi mereka semua makan dan minum, termasuk pengantinnya.
"Kamu sungguh luar biasa Arini," puji Shane
"Baru tahu kalau aku luar biasa," sahut Arini
Shane hanya tertawa, dari dulu hingga sekarang Shane dan Arini memang seperti tom and Jerry, semua berawal dari Arini yang menabrak Daffa kala itu, Shane asisten Daffa tidak terima jika bosnya ditabrak dan semua semakin memanas saat Shane mengatai Arini kaki bebek.
********
Setelah acara Daffa Shane nampak disibukkan dengan pernikahannya dengan Amira, hari yang ditunggu-tunggu Shane telah tiba, beberapa waktu yang lalu dia menyaksikan teman-teman baiknya menikah dan kini giliran dirinya.
Berbeda dengan sahabatnya yang menggunakan gaun warna putih, dia dan Amira memilih warna abu-abu entah mengapa Shane memilih warna itu hanya Shane yang tau.
Prosesi Ijab Qabul langsung dilanjut dengan resepsi, resepsi Shane tak kalah meriah dengan Sean, Nick maupun Daffa.
Prosesi pernikahan mereka semua hampir sama, Perbedaannya Shane memanggil penyanyi papan atas untuk memeriahkan Pernikahannya.
Kali ini yang Shane panggil adalah penyanyi favorit Vani, sehingga dia ingin berduet dengan penyanyi tersebut.
Seusai bernyanyi Vani meminta ijin pada Nick untuk memeluk fans nya tersebut.
Tentu Nick tidak membiarkannya sehingga membuat Vani kesal dan marah pada Nick.
"Kenapa sih mas Nick tidak mengijinkan aku memeluknya," omel Vani
"Ya aku cemburulah kamu meluk-meluk pria lain," sahut Nick
"Tapi kan aku tu ngefans banget mas ma dia,' timpal Vani
Nick bodoh amat dengan keinginan Vani yang satu ini, apapun yang terjadi dia tidak mengijinkan istrinya memeluk pria lain sekalipun itu fans nya.
Sesuai acara resepsi selesai Shane segera masuk kamar hotelnya, dia sudah tidak sabar untuk memanjat istrinya.
"Akhirnya aku legal memanjat dirimu sayang," kata Shane
"Iya mas," sahut Amira.
Sebelum memanjat Shane dan Amira membuka hadiah dari teman-teman mereka terlebih dahulu sambil bercerita.
Karena tak sabar Shane langsung saja mencium bibir Amira, dia melancarkan aksi-aksi panasnya.
Amira kini sudah siap untuk dipanjat mengingat dia sudah merasakan basah di bagian area sensitifnya.
Saat Shane membuka cela nada lam Amira nampak warna merah yang cukup banyak.
"Belum aku panjat kenapa selaput darahnya sudah sobek?" tanya Shane yang membuat Amira kaget.
"Apa maksud kamu mas?" tanya Amira tak paham dengan maksud Shane.
Shena menunjukkan cela nada lam Amira yang ada warna merahnya.
Amira segera menyahut pakaian dalamnya tersebut lalu beranjak ke kamar mandi.
Shane menjadi khawatir kenapa tiba-tiba Amira pergi ke kamar mandi.
Shane yang khawatir beranjak dan bertanya pada istrinya di depan pintu kamar mandi.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Shane
"Baik kok mas, oh ya mas bisakah kamu membantu aku?" tanya Amira
"Apa?" tanya Shane
"Belikan pembalut dong mas," jawab Amira.
Shane nampak bingung hingga Amira keluar dari dalam kamar mandi untuk menjelaskan.
"Aku datang bulan mas, mangkanya tadi banyak darah di cela nada lam aku," jelas Amira
Mendengar penjelasan Amira membuat Shane melemas, dia tidak sanggup jika menunda malam pertama mereka karena dari tadi rudalnya mendeteksi sarangnya.
Rudal Shane menegang tanpa mau mengendor, tapi sayang tiba-tiba sarangnya kebanjiran jadi ditutup untuk dimasuki.
"Jadi kita tunda dulu malam pertamanya?" tanya Shane.
Amira mengangguk menanggapi pertanyaan retoris dari Shane.
Shane nampak frustasi, kenapa ini terjadi pada dirinya yang sudah sangat menantikan malam pertama mereka.
"Ya Tuhan, kenapa aku nggak boleh panjat memanjat seecaptnya," gumamnya yang membuat Amira tertawa, dia gemas sekali dengan pria yang baru saja menjadi suaminya.
Amira yang merasa risi meminta Shane segera membelikan pembalut, meskipun bingung dan enggan namun Shane tetap melaksanakan titah dari Amira.
"Sudah gagal malam pertama sekarang disuruh beli roti tawar," gerutu Shane
Shane pergi ke mini market yang buka dua puluh empat jam, dia dalam mini market tersebut dia bingung karena banyak jenis pembalut wanita.
"Ini yang mana? tadi kok lupa nggak bertanya pembalutnya merk apa dan seberapa panjangnya," tanya Shane dengan bergumam.
Kasir dan pegawai lain mencoba membantu dengan bertanya pada Shane.
"Ada yang bisa dibantu mas?" tanya pegawai di sana.
"Saya mencari pembalut," jawab Shane
"Untuk siapa mas?" tanya pegawai tersebut
Shane semakin kesal, "Ya untuk istri sayalah mbak, masak untuk saya," gerutu Shane dengan menatap pegawai mini market tersebut.
Pegawai menunjukkan koleksi pembalut untuk Shane dia juga menjelaskan kelemahan dan kelebihan dari pembalut satu persatu dari segi dirinya.
Akhirnya shane memborong pembalut tersebut untuk Amira, dia takut kalau kulit Amira tidak cocok dengan pembalut pilihannya jadi daripada bolak balik mending Shane borong semua
Seusai membayar tagihannya Shane kembali ke apartemennya yang tidak begitu jatuh dengan mini market.
Dengan langkah lemas Shane masuk unit apartemennya, dia sungguh kesal kenapa datangnya nggak nanti saja saat dia selesai melakukan ritual panjat pinangnya.