
Daffa melayangkan kecupan di pucuk kepala Putri, memeluknya serta menenangkannya.
Sakit hati Daffa akan sikap mamanya yang tidak menganggap Putri hanya karena status, padahal Putri adalah wanita yang luar biasa. Biasanya anak seusianya masih meminta uang pada orang tuanya tapi tidak dengan Putri yang sudah bekerja, belum lagi dia harus merawat ayahnya dan dia harus kuliah demi cita-citanya yang ingin menjadi seorang arsitek terkenal.
"Mama hanya belum menyadari saja betapa hebatnya dirimu," kata Daffa.
"Semoga mas," sahut Putri.
Shane serba bingung melihat sana sini dengan pasangannya sedangkan dirinya hanya sendiri tanpa ada yang menemani.
"Ya Tuhan kasihanilah hamba Mu ini berikanlah jodoh yang cantik, yang se ksi, tinggi semampai, pintar, keibuan, penyayang, penyabar, baik hati, tidak sombong dan suka menabung," gumam Shane sambil menatap menatap gelas minumnya.
Sean yang hendak mengambil minum pun tertawa mendengar kata-kata Shane. Lalu dia duduk di samping Shane.
Tangan Sean merangkul pundak Shane, "Semoga Tuhan segera memberi kamu jodoh Shane, aku mendengar doamu jadi geli sendiri," kata Sean menggoda Shane.
Shane mendengus kesal, "Kalau aku ogah dapat jodoh seperti Arini, wanita nggak ada lembut lembutnya selain itu kakinya seperti bebek." Shane mengejek Arini.
Sebenarnya Sean tak terima jika Arini dihina, jika hari ini bukan hari pernikahannya sudah Sean sumpal mulut Shane dengan sepatunya.
"Daripada dirimu tidak laku," balas Sean lalu pergi meninggalkan Shane.
********
Resepsi pernikahan diadakan nanti sore pukul tiga, sehingga masih ada waktu bagi Arini dan Sean istirahat.
"Ma, aku bawa pengantinku dulu. Kami mau istirahat jadi kalau ada tamu Mama dan Papa yang atasi ya," kata Sean dengan terkekeh.
"Pasti kamu mau memanjat ya," goda papa
"Papa ini seperti tidak pernah menikah saja, setelah menikah nggak afdol pa kalau nggak manjat dulu," sahut Sean.
Mama hanya menggelengkan kepala. Papa dan anak sama-sama otak suka manjat, padahal dulu saat Mama hamil Sean, Mama tidak pernah ngidam manjat apapun.
"Sudah sana sana manjat lah sesuka hatimu asal kamu tidak membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan istri kamu.
Sean menggendong pengantinnya ala bridal, setelah di kamar Sean meletakkan Arini dengan hati-hati.
"Bentar bentar aku mau membersihkan riasan ku terlebih dahulu," kata Arini
"Nggak usah, biarkan seperti ini," sahut Sean
"Tapi kepalaku sakit," gerutu Arini.
Sean mengambil jepitan rambut yang digunakan perias untuk mengatur rambut Arini.
"Aku sudah nggak sabar memanjat kamu sayang, anggap saja ini malam pertama kita," kekeh Sean dengan tangan yang menguraikan rambut Arini.
Arini melempar tatapan elangnya, bisa-bisanya bilang malam pertama, entah sudah berapa kali Sean memanjat dirinya.
Panjat memanjat tidak dapat dihindarkan, Sean langsung saja menerjang Arini meski wajah Arini masih full dengan riasan.
Tiga puluh menit berlalu, Sean akhirnya tumbang di samping Arini dengan nafas yang memburu, karena sama-sama lelah akhirnya mereka memutuskan untuk tidur siang dengan tubuh polos di bawah selimut.
Waktu cepat berlalu, Arini dan Sean sudah siap untuk resepsi mereka yang diadakan di hotel dengan konsep pernikahan outdoor.
Balutan gaun putih dengan mahkota bunga menambah kecantikan Arini sedangkan Sean memakai setelah jas putih yang membuatnya semakin tampan.
"Kamu ganteng sekali sih sayang, jadi ingin dipanjat," seloroh Arini
"Nggak usah memancing sayang, apa kamu mau aku panjat disini," sahut Sean.
Arini mencibirkan bibirnya, "Sinting," umpatnya.
Tamu undangan sudah berdatangan, Mama Daffa juga datang, dia datang bersama Diana.
"Halo Jeng Rita, bagaimana kabarnya? tanya Mama Sean sambil cium pipi kiri dan kanan Mama Daffa.
Mama Sean menatap wanita cantik yang bersama Mama Daffa.
"Ini siapa jeng?" tanya Mama Sean
"Ini calon mantu jeng, calon istri Daffa," jawab Mama Daffa.
"Wah cantik sekali Jeng," puji Mama Sean, "Tapi tetap mantuku yang tercantik," lanjut Mama Sean dalam hati.
Mama Daffa tersenyum, "Dia juga CEO lo Jeng, wanita karier cocok banget bersanding dengan anak-anak kita. Sean dan Daffa kan orang yang hebat jadi harus wanita hebat juga yang bersanding dengan mereka," kata Mama Daffa yang membuat Mama Sean tersindir dengan ucapannya.
"Benar sekali, untung mantuku adalah wanita hebat yang tahan segala medan, dia juga telah membawa perubahan yang positif pada Sean. Hebat sekali kan jeng mantuku?" sindir Mama Sean dengan penuh penekanan.
Mama Daffa terbungkam dengan perkataan Mama Sean sedangkan Mama Sean tersenyum penuh kemenangan.
Tak berselang lama Daffa datang dengan menggandeng Putri, dia dan Putri memakai baju dengan warna yang senada.
Putri terlihat sangat anggun dengan gaun selutut yang dipakainya, Meski usianya masih delapan belas tahun namun Putri terlihat dewasa.
Daffa juga terlihat sangat tampan dengan setelah jas warna abu-abu.
Daffa dan Putri berjalan menyapa Mama Sean, dia tidak tau kalau ada Mamanya di situ.
"Tante bagaimana kabarnya?" tanya Daffa
"Baik Daffa," jawab Mama Sean, "Oh ya Daffa maaf tadi saat acara Ijab Qabul nggak sempat menemui kalian," imbuh Mama Sean kemudian.
"Nggak papa kok Tante," sahut Daffa
Daffa sangat kaget karena Mamanya tenyata ada di situ juga.
"Loh Mama," sapa Daffa dengan kaget.
"Lo jeng bukannya ini calon istri Daffa la terus yang digandeng Daffa ini siapa?" tanya Mama Sean.
Mama Daffa terdiam, dia sungguh malu.
Karena mendapat panggilan dari Papa Sean, Mama Sean pamit terlebih dahulu.
Mama Sean masuk ke dalam untuk melihat Arini dan Sean karena acara sudah mau dimulai.
Mama dan Papa menggiring Sean dan Arini menuju pelaminan mereka.
Tepuk tangan tamu undangan riuh terdengar, mereka ikut bahagia atas kebahagiaan Sean kecuali barisan mantan Sean yang kesal karena mereka kehilangan mesin ATM mereka.
Acara di mulai dengan doa dan ucapan terima kasih dari pengantin, selanjutnya potong kue.
Dalam acara potong kue tersebut Sean menyuapi Arini begitu sebaliknya sehingga membuat barisan mantan Sean cemburu dengan keromantisan mereka.
Setelah itu dilanjut dengan acara dansa, Sean dan Arini turun dari pelaminan dan ikut berdansa dengan para tamu.
Arini yang tidak bisa berdansa berkali-kali menginjak kaki Sean, sehingga Sean yang kesal akhirnya mengakhiri dansa mereka.
Acara selanjutnya adalah hiburan, Sean meminta Daffa mempersembahkan sebuah lagu.
Awalnya Daffa menolak namun akhirnya dia menyanggupi permintaan temannya.
Daffa mengambil mik, dia ingin menyanyikan sebuah lagu yang berjudul beautiful in white by Shane Filan, salah satu personil weslife.
Tepuk tangan mulai riuh saat Daffa mulai bernyanyi, dia turun lagu lalu menggandeng Putri untuk menemaninya bernyanyi.
Sean dan Arini pun ikut mereka bernyanyi sehingga suasana semakin meriah.
Dan di akhir lagunya Daffa berjongkok dan mencium tangan Putri sambil bilang," I Love You."
Diana dan Mama Daffa yang melihatnya menjadi kesal terutama Diana langsung pergi meninggalkan acara yang belum selesai.