
"Kencan ala rakyat jelata?" tanya Sean
Arini menarik kedua alisnya ke atas, "Iya seperti kita ke pasar malam itu," jawab Arini
Memory Sean kembali saat dia mengajak Arini ke rumah hantu, teringat dia dikejar-kejar hantu karena ulah Arini.
"Ogah," tolak Sean. Dia menolak untuk berkencan ala rakyat jelata karena dia nggak mau mengulangi kejadian tempo hari bersama Arini.
Mendapat jawaban dari Sean membuat Arini kecewa. "Kalau kamu nggak mau, kita nge-date nya di rumah saja. Suruh pelayan menyiapkan makan malam romantis untuk kita berempat," timpal Arini
Sean tidak setuju kalau harus nge-date di rumah, karena Sean inginnya seharian full nge-date di luar bersama Arini.
Mau nggak mau akhirnya Sean menyetujui rencana Arini untuk nge-date ala rakyat jelata.
********
Karena ada kendala dengan cabang perusahaan yang di luar negeri, Daffa memerintahkan Shane untuk mengurusnya.
"Urus lah Shane anak cabang perusahaan kita, yang berada di Kota Shanghai," kata Daffa menyuruh Shane pergi ke China.
Shane mengangguk, "Baiklah boz, saya akan segera berangkat saat ini juga supaya segera tuntas masalahnya," sahut Shane. Lalu dia mengambil berkas-berkas yang dibutuhkannya selama di Kota Shanghai.
Magrib pun telah tiba, Sean mengirimkan pesan pada Daffa supaya bersiap-siap untuk acara dobel date besok.
Daffa yang lupa hanya bisa mengusap rambutnya kasar, dia bingung harus minta bantuan pada siapa sedangkan Shane assiten yang selalu dia andalkan pergi ke luar negeri.
"Kenapa aku bisa lupa," gumam Daffa. Dia sungguh bingung, harus kemana mencari wanita untuk dijadikan kekasih pura-pura.
Daffa yang malas mikir akhirnya memutuskan pulang. Suasana kantornya sudah sepi tak ada manusia satupun yang tersisa, dia berharap berjumpa dengan karyawannya supaya bisa dia mintai tolong namun kelihatannya Dewi Fortuna tidak berpihak padanya yang dia temui malah petugas keamanan.
Daffa mengendarai mobilnya dengan pikiran yang kacau. dia pun pergi mencari Vodka untuk menenangkan pikirannya di sebuah mini market.
Daffa memakai kaca mata hitamnya lalu keluar, tak berselang lama Daffa membawa beberapa Vodka untuk temannya malam ini sambil memikirkan jalan keluar untuk besok.
Saat hendak masuk mobil tiba-tiba ada seorang wanita yang masuk menerobos ke dalam mobilnya.
Kalau dilihat dari ekspresinya wanita ini sangat ketakutan.
"Siapa kamu?" tanya Daffa heran.
Belum sempat wanita itu menjawab ada dua orang lelaki yang mencari-cari seseorang.
Dari situ Daffa tau kalau wanita tersebut sedang dikejar-kejar oleh pria tersebut.
Daffa mengkode wanita tersebut untuk geser ke jok sebelahnya, setelah itu Daffa masuk dan menutup pintu mobilnya.
"Om aku mau dibawa kemana?" tanya wanita yang bernama Putri
Daffa tersenyum karena dipanggil om oleh Putri, baru kali ini dia merasa sudah tua.
"Memangnya kamu mau ditangkap dua orang botak itu," jawab Daffa
"Makasih ya om, udah menyelamatkan aku dari dua orang itu," timpal Putri
Suasana hening terjadi dalam mobil Daffa, dia masih di depan mini market menunggu sampai kedua orang botak itu hilang.
"Oh ya jangan panggil Om, Memangnya kapan aku menikah dengan tante kamu," kata Daffa dengan menatap wanita yang berada di sampingnya.
Wanita tersebut tertawa renyah,
"Bukan begitu om, aku kan baru lulus SMA, sedangkan anda kelihatannya sudah berumur jadi saya manggilnya om biar lebih sopan, kalau nggak mau dipanggil om jadi aku harus panggil apa?" tanya Putri dengan menatap Daffa
Saat menatap Daffa, Putri terpukau dengan ketampanan yang dimiliki lelaki asing yang telah menolongnya.
"Panggil mas juga bisa," jawab Daffa
Putri mengangkat ibu jarinya dengan mengedipkan matanya,
"Siapa nama kamu?" tanya Daffa.
"Putri Om eh mas," jawab Putri
Daffa tersenyum, sebenarnya dia ingin meminta bantuan Putri untuk menjadi kekasih bohongan nya besok.
"Karena aku sudah menolong kamu apa bisa kamu gantian menolongku?" tanya Daffa
Putri mengerutkan alisnya, bantuan apa yang diminta padanya.
"Menjadi kekasih bohongan," sahut Daffa
Putri kaget dengan permintaan Daffa, dia juga sempat kecewa.
"Kenapa hanya bohongan sih mas, kenapa nggak jadi pacar beneran. Sumpah mas itu cakep banget," ucap Putri
Daffa tertawa, baru kali ini ada wanita sejujur Putri. Awalnya Daffa ragu untuk meminta bantuan padanya takut kalau dia tidak mau namun Putri malah protes kenapa hanya bohongan.
Daffa akhirnya mengantar Putri pulang, betapa kagetnya dia saat mobil berhenti di depan sebuah rumah yang sangat sederhana bahkan lantainya terbuat dari semen tanpa ada keramik atau marmer seperti rumahnya.
"Ini rumah kamu?" tanya Daffa
"Iya mas, ayo mampir dulu. Aku buatkan teh," pinta Putri
"Lain kali saja Put, besok aku jemput jam delapan ya," kata Daffa
"Siap mas," kata Putri dengan tersenyum manis
Daffa melajukan mobilnya kembali, setelah melewati jalan sempit kini mobil Daffa sudah belok ke jalan yang lebih lebar.
Beban Daffa sedikit berkurang karena dia sudah menemukan wanita yang mau diajak berkencan bohongan.
********
Hari Minggu pagi, Daffa menjemput Putri. Saat tiba di depan rumah Putri Daffa membunyikan klakson dan Putri keluar dengan pakaian sederhana nya.
Melihat penampilan Putri, Daffa berinisiatif membelikannya baju. Meskipun tidak mahal namun lumayan daripada baju yang dikenakan oleh Putri.
Sean dan Arini membagi lokasi mereka pada Daffa, tiga puluh menit kemudian Daffa dan Putri sampai di tempat.
Arini memeluk Putri dan Sean memeluk Daffa.
"Tak ku sangka tipe kamu adalah anak di bawah umur," ledek Sean
Putri merasa malu, dia juga minder karena dia tidak sederajat dengan Daffa maupun Sean.
"Namaku Arini, kamu siapa?" tanya Arini
"Namaku Putri kak Arini," jawab Putri
Arini menggandeng tangan Putri, dia dan Putri berjalan duluan meninggalkan Sean dan Daffa yang masih di belakang.
Mereka berempat berjalan mengelilingi alun-alun, setiap hari Minggu alun-alun pasti ramai seperti pasar karena banyak yang berjualan makanan dan lain-lain.
"Kelihatannya kamu masih belia, ketemu mas Daffa dimana?" tanya Arini
"Di mini market, dia telah menyelamatkan aku," jawab Putri
"Jadi mas Daffa Hero kamu ya, lalu kalian saling jatuh cinta," tebak Arini
Putri yang bingung hanya mengangguk, toh setelah ini juga tidak akan bertemu dengan mereka lagi.
Arini mengajak Putri membeli banyak makanan, mereka sungguh seneng sekali.
Berbeda dengan Sean yang kesal dengan Arini karena menelantarkannya, dia dan Daffa seperti bodyguard untuk Arini dan Putri.
"Kita seperti bodyguard mereka, kurang ajar sekali mereka," gerutu Sean
"Sudahlah Sean yang penting mereka bahagia." Daffa mencoba menenangkan Sean
"Tidak sesuai ekspektasi ku," sahut Sean
Setelah mendapatkan banyak makanan, Arini mengajak Daffa dan Sean duduk di sebuah bangku untuk menikmati makanan yang dibeli Arini.
Sean menarik tangan Arini, "Sana sama kekasihmu, dia istriku," kata Sean
"Astaga mas, siapa juga yang mau ngambil kak Arini, aku masih normal," sahut Putri heran dengan keposesifan Sean.
Arini, Daffa dan Putri geleng-geleng dengan sikap Sean.
"Tapi gara-gara kamu dia mengabaikan aku, ini seperti bukan acara nge-date." Sean menggerutu
Dia tak hanya cemburu pada pria bahkan wanita juga dicemburui.